Jateng

Bangunan Bersejarah: Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Kedungmiri, Keindahan Arsitektur dan Sejarah yang Terabadikan

Theo Adi Pratama | 17 Januari 2024, 14:00 WIB
Bangunan Bersejarah: Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Kedungmiri, Keindahan Arsitektur dan Sejarah yang Terabadikan

AKURAT.CO Sejarah, Rumah tradisional Jawa eks Kantor Kalurahan Kedungmiri menjadi sebuah warisan budaya yang kaya akan sejarah dan keindahan arsitektur tradisional Jawa.

Dibangun pada tahun 1933, rumah ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan menyimpan cerita tentang masa lalu, termasuk peranannya sebagai kantor kalurahan dan tempat persinggahan pejuang pada masa perang kemerdekaan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi struktur dan elemen rumah tradisional Jawa yang memukau.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Dharma Samudera 2024, Mengenang Sejarah Pertempuran Laut Aru

Pendapa: Pusat Kegiatan Bersifat Publik Pertama-tama, bangunan pendapa yang terletak di bagian selatan kompleks rumah mencuri perhatian dengan arsitektur tipe Joglo Lawakan yang indah.

Berdenah persegi panjang dengan ukuran 11 m x 9,28 m, pendapa menjadi tempat kegiatan bersifat publik seperti menerima tamu dan pertemuan.

Dinding berplesteran semen dan undakan yang menghiasi sisi timur dan selatan memberikan sentuhan artistik pada struktur ini.

Empat sokoguru dari kayu jati yang kokoh menjadi penopang pendapa.

Detail ornamen seperti blandar, pengeret, sunduk, dan kili memberikan kekayaan seni pada bagian atas sokoguru.

Pada bagian tengah pamidhangan, dhadha peksi dengan ukiran menambah pesona artistik.

Struktur atap menggunakan teknik ri gereh dengan genteng tanah liat jenis kripik, menciptakan siluet Joglo yang khas.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Peristiwa Malari 1974, Mengenang Peristiwa Bersejarah dan Perjuangan Demokrasi Indonesia

Longkangan: Pemisah yang Elegan Longkangan yang terletak di utara pendapa berperan sebagai pemisah antara bangunan pendapa dan bangunan dalem.

Dengan panjang dan lebar 9 m x 1,8 m, longkangan memberikan nuansa elegan dan fungsional dalam tata letak kompleks rumah.

Dalem: Keindahan Tipe Joglo Lawakan Bangunan dalem mengusung tipe Joglo Lawakan dengan denah persegi panjang berukuran 9 m x 7,4 m.

Ketinggian dinding yang proporsional menciptakan ruang yang lapang dan nyaman. Sokoguru, blandar, dan ornamen lainnya mencerminkan keindahan arsitektur Jawa yang khas.

Baca Juga: Celurit dalam Carok: Simbol Perlawanan dan Warisan Budaya dalam Sejarah Perjalanan Madura

Pintu gebyog yang terletak di sisi selatan membuka pintu utama dengan model kupu tarung, menciptakan akses yang megah ke dalam rumah.

Di sisi selatan dalem, terdapat emper dengan empat saka sebagai penopangnya, menambah daya tarik estetika.

Pawon/Dapur: Ruang Fungsional dengan Keunikan Tipe Kampung Pawon atau dapur yang berada di sebelah kiri dalem mengusung atap bertipe kampung.

Ruangan seluas 860 cm x 520 cm ini menampilkan keunikan tipe kampung dengan pintu kayu berdaun dua yang memberikan sentuhan klasik pada desain.

Baca Juga: Jembatan Panus: Antara Peninggalan Sejarah dan Misteri Penampakan Noni Belanda di Kota Depok

Rumah tradisional Jawa eks Kantor Kalurahan Kedungmiri bukan sekadar sebuah struktur fisik, tetapi juga pewaris nilai-nilai dan kisah masa lalu.

Keunikan arsitektur, ornamen tradisional, dan keterlibatan rumah dalam sejarah pejuang kemerdekaan membuatnya menjadi sebuah penanda berharga dari kejayaan budaya Jawa.

Semoga rumah ini terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan yang akan terus mempesona bagi generasi mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.