Jateng

Makna Filosofi Angka 21, 25, 50 dan 60 dalam Bahasa Jawa: Sebuah Usia dan Juga Fase Kehidupan

Theo Adi Pratama | 4 April 2024, 11:01 WIB
Makna Filosofi Angka 21, 25, 50 dan 60 dalam Bahasa Jawa: Sebuah Usia dan Juga Fase Kehidupan

AKURAT.CO, Ketika mengamati penyebutan bilangan dalam Bahasa Jawa, terdapat beberapa angka yang memiliki pola penyebutan berbeda.

Angka-angka tersebut adalah 21, 25, 50, dan 60. Namun, alasan di balik keunikan pola penyebutan ini berkaitan erat dengan usia dan fase kehidupan.

Baca Juga: Daftar Film-Film Bernuansa Islami untuk Mengisi Waktu Senggang di Bulan Ramadan

1. Selikur (21)

Penyebutan angka 21 dalam Bahasa Jawa adalah selikur. Kata "likur" merupakan singkatan dari "linggih kursi", yang berarti duduk di kursi.

Filosofi dari selikur adalah usia di mana seseorang memasuki masa dewasa dan mulai mendapatkan tempat baik dalam pekerjaan, kedudukan, atau bahkan dalam rumah tangga.

2. Selawe (25)

Angka 25 dalam Bahasa Jawa disebut selawe. Berbeda dari pola penyebutan sebelum dan sesudahnya, seperti papat likur (24) dan enem likur (26).

"Selawe" merupakan singkatan dari "seneng-senenge lanang lan wedok", yang berarti masa di mana muncul rasa suka pada diri laki-laki dan perempuan.

Filosofi dari selawe adalah usia di mana seseorang mulai merasakan asmara dan memasuki masa ideal untuk menikah.

Baca Juga: Sifat dan Karakter Orang yang Lahir Menurut Weton Kamis Legi Berdasarkan Primbon Jawa: Kesehatan hingga Jodoh

3. Seket (50)

Penyebutan angka 50 dalam Bahasa Jawa adalah seket. Kata "seket" merupakan singkatan dari "seneng kethonan", yang berarti senang memakai kopiah atau penutup kepala.

Filosofi dari seket adalah usia di mana seseorang mulai menua sehingga harus lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

4. Sewidak (60)

Angka 60 dalam Bahasa Jawa disebut sewidak. Kata "sewidak" merupakan singkatan dari "sejatine wis wayahe tindak", yang berarti sudah saatnya pergi menghadap Tuhan.

Filosofi dari sewidak adalah usia di mana seseorang semakin tua dan menyadari bahwa waktu hidupnya semakin terbatas.

Baca Juga: Rangkuman Jadwal Siaran Televisi Hari Kamis 4 April 2024: Tayangan Hiburan Menanti Selama Bulan Ramadan

Makna dan filosofi yang terkandung dalam penyebutan angka-angka tersebut menjadi cermin dari kearifan lokal suku Jawa yang kaya akan makna dan nilai-nilai kehidupan.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman tentang usia dan fase kehidupan dalam budaya Jawa, yang memberikan arahan dan pedoman bagi setiap individu dalam menjalani kehidupannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.