Jateng

KKI 2026 Jadi Panggung UMKM Naik Kelas, Lebih dari 100 Pelaku Usaha Jateng Ikut Ambil Bagian

Arixc Ardana | 25 Agustus 2026, 17:34 WIB
KKI 2026 Jadi Panggung UMKM Naik Kelas, Lebih dari 100 Pelaku Usaha Jateng Ikut Ambil Bagian
Pembukaan KKI 2026 dilakukan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming beserta jajaran tamu undangan

JATENG.AKURAT.CO, Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat kapasitas bisnis.

Gelaran yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC) itu mempertemukan ratusan UMKM dari berbagai daerah dengan pasar, mitra usaha, lembaga pembiayaan, hingga jejaring bisnis.

Bank Indonesia mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare”, ungkapan khas Aceh yang bermakna berdaya dan dilakukan secara bersama-sama.

Pesan tersebut menjadi landasan KKI 2026 yang tidak sekadar menampilkan produk lokal, tetapi juga mendorong UMKM agar mampu berkembang dan menghadapi persaingan yang semakin luas.

Pembukaan KKI 2026 dilakukan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.

Sejumlah menteri, pimpinan lembaga, perbankan, asosiasi, perwakilan negara sahabat, serta pelaku usaha turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tiga Langkah Dorong UMKM Naik Kelas

Destry menekankan tiga hal yang menjadi fondasi pengembangan UMKM, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

Bangkit diarahkan untuk membantu pelaku usaha kembali berkembang, termasuk mereka yang menghadapi tekanan ekonomi maupun dampak bencana.

Selanjutnya, ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur bisnis dan pembukaan akses pembiayaan yang berkelanjutan. Sementara aspek daya saing diperkuat lewat inovasi produk serta perluasan pasar, baik domestik maupun internasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Peserta KKI Terus Bertambah

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang memasuki tahun ke-11. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta mengalami peningkatan.

Lebih dari 550 UMKM hadir secara langsung di JICC. Sementara sekitar 1.300 UMKM lainnya mengikuti pameran melalui kanal digital KKI.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang mencatat 362 UMKM peserta luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Rangkaian acara juga semakin beragam. KKI 2026 menghadirkan 44 kegiatan, mulai dari diskusi ekonomi dan keuangan inklusif, pertemuan bisnis untuk pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, pertunjukan karya kreatif, hingga promosi sektor pariwisata.

Kompetisi seperti CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA turut menjadi bagian dari agenda. Selain itu, terdapat penguatan rantai nilai, pengembangan inovasi generasi muda, serta penerapan konsep usaha berkelanjutan melalui KKI Bijak yang mengusung prinsip zero emission dan zero waste to landfill.

Lebih dari 100 UMKM Jateng Tampil

Jawa Tengah turut mengambil bagian dalam perhelatan tersebut. Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah mengikuti KKI 2026 melalui partisipasi langsung maupun digital.

Produk yang ditampilkan cukup beragam. Terdapat 41 UMKM sektor makanan dan minuman, 52 fesyen, sembilan kriya, tujuh furniture dan home décor, lima kopi, serta satu pelaku usaha teh.

Sementara dari UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, tercatat 40 UMKM ikut serta. Sebanyak 24 UMKM tampil secara langsung di lokasi pameran, sedangkan 16 lainnya mengikuti melalui platform digital KKI.

Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Produk

Keikutsertaan UMKM Jawa Tengah juga memperlihatkan bagaimana kekayaan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Berbagai produk wastra dan batik khas daerah, kerajinan berbahan material daur ulang, furniture, hingga makanan dan minuman menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan kepada pengunjung dan calon mitra bisnis.

Sebagian pelaku usaha bahkan telah memiliki orientasi ekspor. Tidak hanya mengejar pasar, mereka mulai memperhatikan aspek keberlanjutan dalam proses produksi maupun pengembangan bisnis.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan UMKM tidak hanya berada pada skala usahanya, tetapi juga pada kemampuan mengolah potensi daerah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu mengikuti kebutuhan pasar.

KKI Buka Akses Pasar dan Pembiayaan

Bagi pelaku UMKM, kehadiran di KKI 2026 memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mengikuti pameran.

Ajang tersebut menjadi ruang untuk bertemu calon pembeli, membangun koneksi dengan pelaku usaha lain, menjajaki kerja sama, hingga membuka peluang mendapatkan pembiayaan.

Pertemuan bisnis yang digelar dalam rangkaian KKI juga memberi kesempatan bagi UMKM untuk mengenal lebih jauh kebutuhan pasar ekspor dan meningkatkan kesiapan bisnis mereka.

Dengan demikian, produk yang sebelumnya hanya dikenal di daerah asal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

UMKM Didorong Tidak Sekadar Bertahan

KKI 2026 menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga perlu memperkuat kapasitas, akses modal, pemasaran, inovasi, serta kemampuan membaca perubahan pasar.

Bagi UMKM Jawa Tengah, momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Semangat “bangkit, tangguh, dan berdaya saing” pada KKI 2026 pada akhirnya bukan sekadar tema. Pesan tersebut menjadi dorongan agar UMKM terus berkembang, berinovasi, memperluas pasar, dan berani membawa produk daerah menuju pasar nasional hingga global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.