Jateng

Berkembangnya Inovasi Anyaman Mansiang dari Tas Belanja Hingga Produk Kekinian Berkat Manfaat Program PNM Mekaar

Theo Adi Pratama | 24 Juni 2024, 17:51 WIB
Berkembangnya Inovasi Anyaman Mansiang dari Tas Belanja Hingga Produk Kekinian Berkat Manfaat Program PNM Mekaar

JATENG.AKURAT.CO, Bersaing dengan berbagai jenis produk anyaman, para pengrajin anyaman mansiang harus terus berinovasi dengan memproduksi barang yang unik dan menarik.

Dahulu, anyaman mansiang ini biasanya digunakan ibu-ibu sebagai tas belanja di pasar.

Namun kini, semakin banyak produk dari anyaman mansiang yang diminati generasi muda.

Hal ini dirasakan oleh Yeni Walnita, seorang pelaku usaha ultra mikro asal Padang.

Baca Juga: Rayakan Liburan Sekolah dengan Paket School Escape di Metro Park View Kota Lama Semarang! Booking Sekarang Juga

Kombuik: Awal Mula Inovasi

Awalnya, Yeni membuat Kombuik, sebuah tas khas olahan tangan warga kampung Taratak Kumbang.

Kombuik merupakan usaha turun temurun warga desa. Namun, produk yang homogen membuat produk mansiang kurang variatif dan cenderung stagnan di pasaran.

Tidak kehabisan akal, Yeni memutuskan untuk berinovasi setelah menjadi nasabah PNM Mekaar dan rutin mengikuti pelatihan yang diberikan oleh PNM.

“Sejak gabung jadi nasabah Mekaar, saya ikut klasterisasi daun mansiang dan peningkatan kompetensi UMKM kriya. Kalau tidak begitu, saya mungkin tidak terbayang bisa membuat produk beragam seperti ini,” ungkap Yeni.

Kreasi Anyaman Mansiang

Kini, Yeni telah menciptakan berbagai produk dari anyaman mansiang. Produk-produk tersebut antara lain:

  • Tas mukena
  • Tas laptop
  • Dompet pesta wanita
  • Tas selempang pria
  • Kotak tisu
  • Pouch tumbler

Dengan tambahan ornamen seperti pita dan bunga, serta pewarnaan yang menarik, produk-produk ini semakin diminati pasar.

Berkat inovasi tersebut, Yeni berhasil menarik minat banyak konsumen, termasuk generasi muda yang sebelumnya tidak begitu mengenal anyaman mansiang.

Baca Juga: Menjelajahi Hidden Gems di Kaki Gunung Slamet Jawa Tengah: Rekomendasi Wisata Hits Pulosari Pemalang yang Menarik, Mengukir Daerah Pantura yang Indah

Keberhasilan dan Dampak Sosial

Berkat kegigihannya, Yeni kini mendapatkan omset rata-rata hingga 5 juta rupiah setiap bulannya.

Ia juga telah memasarkan produknya secara online, membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya.

“Alhamdulillah, sudah ada yang membantu. Di Taratak sini banyak perempuan yang sulit mencari uang, jadi mereka membantu saya membuat kreasi anyaman,” tambah Yeni.

Peran PNM Mekaar dalam Usaha Yeni

Usaha yang dirintis Yeni tidak lepas dari peran PNM yang memberikannya modal pinjaman untuk membuka usaha melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Program ini dilengkapi dengan aktivitas pendampingan usaha dan dilakukan secara berkelompok.

Pada dasarnya, nasabah PNM Mekaar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha.

Namun, keterbatasan akses pembiayaan modal kerja sering kali menghambat pemanfaatan keterampilan tersebut.

Beberapa alasan keterbatasan akses ini meliputi kendala formalitas, skala usaha, dan ketiadaan agunan.

Dengan dukungan PNM Mekaar, Yeni mampu mengembangkan usahanya dan memberikan dampak positif bagi komunitas sekitarnya.

Inovasi dan keberanian untuk mencoba hal baru telah membuktikan bahwa produk tradisional seperti anyaman mansiang dapat tetap relevan dan diminati oleh pasar modern.

Baca Juga: Arema FC Luncurkan Jersey Pra Musim 2024/25 dengan Sentuhan Klasik

Inovasi tidak hanya membawa perubahan bagi produk itu sendiri tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi banyak orang.

Kisah Yeni Walnita menjadi contoh nyata bagaimana dengan dukungan yang tepat, sebuah usaha tradisional dapat berkembang dan memberikan manfaat luas.

Anyaman mansiang yang dulu hanya dikenal sebagai tas belanja di pasar kini telah menjelma menjadi produk-produk kekinian yang diminati generasi muda.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.