Jateng

Merencanakan Masa Depan Anak: Panduan Jitu Kelola Dana Pendidikan Bagi Anak Sampai Jenjang Perkuliahan

Theo Adi Pratama | 4 September 2025, 06:30 WIB
Merencanakan Masa Depan Anak: Panduan Jitu Kelola Dana Pendidikan Bagi Anak Sampai Jenjang Perkuliahan

JATENG.AKURAT.CO, Biaya pendidikan anak di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Mulai dari uang pangkal, biaya semesteran, hingga berbagai biaya tambahan lainnya, semua bisa menjadi beban finansial yang berat jika tidak dipersiapkan dengan matang.

Namun, jangan khawatir. Sebuah video dari kanal YouTube Felicia Putri Tjiasaka menawarkan solusi praktis untuk merencanakan dana pendidikan anak, bahkan sejak dini.

 

Empat Langkah Jitu Menuju Tujuan

Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa Anda ikuti untuk merencanakan dana pendidikan:

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! 3 Jurus Jitu Ini Bikin Karyawan Biasa Bisa Kaya, Auto Jadi Sultan!

1. Rancang Rencana Pendidikan Anak:

Masukkan nama dan usia anak Anda, lalu pilih jenjang pendidikan yang diinginkan, mulai dari SD hingga universitas.

Alat ini akan memberikan perkiraan biaya berdasarkan jenis sekolah (negeri, swasta, internasional) dan lokasi, yang dapat Anda sesuaikan.

2. Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini:

Masukkan total pendapatan gabungan Anda, jumlah tabungan pendidikan yang sudah ada, dan target investasi bulanan.

Perlu diperhatikan, alat ini menggunakan asumsi inflasi pendidikan tahunan sebesar 15%, yang bisa menjadi patokan realistis.

3. Lihat Rincian dan Kesenjangan:

Setelah data dimasukkan, alat tersebut akan menghitung total biaya pendidikan anak Anda hingga lulus kuliah.

Hasilnya akan menunjukkan apakah investasi Anda sudah cukup untuk mencapai target, atau justru ada kesenjangan (shortfall) finansial yang harus Anda penuhi.

Baca Juga: Jangan Salah Langkah! Ini 5 Prinsip Kaya yang Bisa Kamu Lakukan dan Terapkan Sebelum Umur 30 Tahun!

4. Susun Strategi Investasi:

Alat ini akan merekomendasikan strategi investasi, baik untuk membayar uang pangkal saja atau untuk menutupi seluruh biaya (uang pangkal dan SPP).

Penting untuk diingat bahwa investasi yang disarankan akan disesuaikan agar tidak melebihi 30-50% dari pendapatan Anda, sehingga tidak mengganggu keuangan sehari-hari.

Pada akhirnya, merencanakan dana pendidikan anak bukan hanya tentang berapa banyak uang yang Anda investasikan, tetapi juga tentang melindungi aset yang sudah dibangun.

Jangan lupakan pentingnya memiliki asuransi kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa untuk memastikan bahwa rencana keuangan Anda tetap aman, apa pun yang terjadi di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.