MAU JUAL PERHIASAN EMAS? Jangan Kaget Kalo Harganya Turun! Ini Dia 3 Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Tahu!

JATENG.AKURAT.CO, Perhiasan emas sering jadi pilihan banyak orang untuk investasi karena mudah didapat dan gampang dijual.
Selain itu, harga emas juga cenderung naik dari tahun ke tahun. Tapi, banyak yang bertanya-tanya, apakah harga jual perhiasan emas mengikuti harga emas terkini? Jawabannya, iya.
Namun, ada beberapa faktor lain yang membuat harga jualnya sering kali tidak setinggi harga beli.
Jadi, kamu harus tahu dulu kalau perhiasan emas itu berbeda dengan emas batangan.
Harga jual perhiasan dipengaruhi oleh beberapa hal yang mungkin belum kamu sadari. Apa saja faktor-faktor tersebut? Yuk, kita simak!
Faktor-Faktor yang Bikin Harga Jual Emas Perhiasan Turun
1. Ada Biaya Ongkos Pembuatan
Saat membeli perhiasan, kamu pasti dikenakan biaya ongkos pembuatan. Ongkos ini bisa berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per gram.
Sayangnya, saat kamu menjualnya kembali, biaya ini dianggap "hangus" dan tidak akan dihitung. Inilah yang membuat harga jualnya lebih rendah dari harga beli.
2. Ada Potongan Jika Rusak atau Tanpa Surat
Kalau perhiasanmu rusak, misalnya patah atau berubah bentuk, akan ada potongan harga sebesar 10% hingga 20% dari harga buyback.
Potongan yang sama juga berlaku jika kamu tidak memiliki surat atau nota pembelian.
Tanpa bukti, toko emas bisa meragukan keaslian atau kadar emasmu, sehingga harganya akan ditawar lebih rendah.
3. Tergantung Tempat Kamu Menjual
Sebaiknya, jual perhiasan emasmu di toko tempat kamu membelinya.
Jika dijual di tempat yang berbeda, apalagi toko yang tidak memiliki sistem buyback standar, potongan harga bisa lebih besar.
Mereka akan menilai ulang emasmu dan bisa memberikan harga di bawah standar pasar, terutama jika kamu tidak memiliki dokumen pendukung.
Dengan memahami faktor-faktor di atas, kamu bisa lebih bijak saat memutuskan untuk membeli perhiasan emas sebagai investasi.
Apakah kamu ingin tahu lebih lanjut tentang perbedaan investasi perhiasan emas dan emas batangan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






