Awas Ngiler! Bandeng Presto Semarang: Lauk Gurih Nan Lembut Tanpa Duri!

JATENG.AKURAT.CO, Bicara soal oleh-oleh dari Semarang, pasti nama Bandeng Presto langsung terlintas di pikiran.
Ikan yang durinya sudah empuk, bahkan bisa langsung dimakan ini, memang jadi primadona di kalangan pencinta kuliner.
Nah, kalau kamu kebetulan lagi jalan-jalan ke Semarang, sempatkan mampir ke Jalan Pandanaran.
Jalur ini adalah surganya kuliner khas Semarang, di mana kamu bisa menemukan berbagai toko yang menjual bandeng presto.
Baca Juga: Bukan Cuma Segar! Ini Sejarah dan Kisah Unik di Balik Kuliner Es Pisang Ijo Khas Makassar!
Bandeng Juwana Elrina: Surganya Pecinta Bandeng Presto
Di antara banyaknya toko di Jalan Pandanaran, Bandeng Juwana Elrina adalah salah satu yang paling terkenal.
Di sini, kamu bisa memilih berbagai varian bandeng presto, mulai dari Bandeng dalam sangkar hingga Bandeng vacuum.
Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 68.000 per kilogram. Setiap kilogramnya berisi 4 ekor ikan bandeng presto yang lezat.
Bandeng presto sendiri adalah hasil inovasi kreatif masyarakat Semarang untuk mengatasi masalah utama ikan bandeng, yaitu durinya yang sangat banyak.
Baca Juga: Bikin Ngiler! Kupat Tahu, Kuliner Khas yang Rasanya Beda di Tiap Daerah!
Rahasia Presto: Mengubah Duri Menjadi Gurih
Proses pembuatan bandeng presto terbilang unik. Ikan bandeng yang sudah dibumbui dengan bawang putih, kunyit, dan garam, dimasak dengan teknik presto.
Presto adalah cara memasak yang memanfaatkan uap air bertekanan tinggi dalam panci khusus yang terkunci rapat.
Uap air yang mendidih dan bertekanan tinggi inilah yang secara ajaib melunakkan seluruh duri yang ada pada ikan bandeng.
Hasilnya, kamu bisa menikmati kelezatan ikan bandeng tanpa khawatir tersedak duri.
Kini, bandeng presto bukan hanya sekadar oleh-oleh, tapi juga simbol kreativitas kuliner yang berhasil mengubah kelemahan menjadi keunggulan.
Kamu paling suka makan bandeng presto digoreng, atau dibakar? Yuk, ceritain di kolom komentar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










