Jateng

Bukan Cuma Segar! Ini Sejarah dan Kisah Unik di Balik Kuliner Es Pisang Ijo Khas Makassar!

Theo Adi Pratama | 24 Agustus 2025, 08:33 WIB
Bukan Cuma Segar! Ini Sejarah dan Kisah Unik di Balik Kuliner Es Pisang Ijo Khas Makassar!

JATENG.AKURAT.CO, Saat cuaca panas menyengat, tak ada yang lebih menggoda dari semangkuk Es Pisang Ijo.

Kudapan khas Makassar ini punya rasa manis lembut yang berpadu dengan tekstur kenyal dari pisang berbalut adonan hijau. Rasanya? Dijamin bikin ketagihan!

Tapi, tahukah kamu kalau di balik kesegarannya, Es Pisang Ijo menyimpan kisah misterius?

Meskipun populer, asal-usul kudapan ini justru sulit ditemukan dalam catatan sejarah atau naskah kuno. Namun, jejak ceritanya bisa kita telusuri dari setiap bahan yang menyusunnya.

Baca Juga: Bikin Ngiler! Kupat Tahu, Kuliner Khas yang Rasanya Beda di Tiap Daerah!

Perjalanan Panjang Si Pisang Hijau

Es Pisang Ijo menggunakan pisang matang (seperti pisang raja atau pisang ambon) yang dibalut adonan tepung beras, santan, dan air daun pandan.

Adonan inilah yang memberikan warna hijau cerah serta aroma pandan yang khas.

Pisang sebagai bahan utama punya sejarah panjang di Nusantara.

Menurut buku Pisang: Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar, pisang sudah ada sejak awal peradaban manusia. Asia Tenggara bahkan dikenal sebagai wilayah asal tanaman pisang.

Tak heran, Indonesia menjadi salah satu produsen pisang terbesar di dunia.

Di Sulawesi Selatan, pisang menjadi komoditas utama dan bagian tak terpisahkan dari budaya lokal.

Dalam budaya Makassar, pisang bukan sekadar sumber pangan.

Ia melambangkan ilmu ta’bang untia atau ilmu panjang umur.

Pohon pisang diibaratkan kehidupan yang terus memberi meski sudah dipotong, karena akan tumbuh kembali hingga berbuah.

Baca Juga: Jangan Ngaku Pecinta Kuliner Solo kalau Belum Cobain Serabi Notosuman, Ini Kisah Unik di Baliknya!

Sejarah Es: Dari Barang Mewah hingga Jadi Pelengkap

Komponen penting lain dari Es Pisang Ijo adalah es itu sendiri. Dahulu, es merupakan simbol kemewahan di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1895.

Harganya sangat mahal karena harus diimpor jauh-jauh dari Boston, Amerika Serikat.

Baru setelah pabrik es lokal bermunculan di Pulau Jawa, es mulai bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Masuknya es ke Makassar diduga kuat terjadi karena jalur perdagangan yang intensif antara Makassar dan Jawa pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Kehadiran es inilah yang kemudian mendorong inovasi dalam kuliner lokal.

Awalnya, kuah Es Pisang Ijo hanya terbuat dari tepung beras dan santan yang rasanya hambar.

Setelah es tersedia, para penjual mulai berinovasi, mengganti tepung beras dengan tepung maizena dan menambahkan sirup merah khas Makassar, menciptakan perpaduan rasa yang lebih lezat dan segar.

Baca Juga: Gak Cuma Sate! Cobain Kuliner Nasi Serpang Madura, Sensasi Makan Sekali Sentuh Semua Rasa Madura!

Lebih dari Sekadar Kudapan

Hari ini, Es Pisang Ijo bisa dengan mudah kamu temukan di berbagai penjuru kota Makassar, bahkan meluas ke seluruh Indonesia.

Dari warung kaki lima hingga hotel berbintang, kudapan ini menjadi pelepas dahaga yang memuaskan.

Kini, setiap sendok Es Pisang Ijo tidak hanya menawarkan rasa manis dan segar, tetapi juga membawa kisah sejarah dan warisan budaya yang mendalam.

Ia adalah perpaduan sederhana antara kearifan lokal, sejarah perdagangan, dan inovasi yang tak lekang oleh waktu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.