Jateng

Perjalanan Stasiun Solo Kota: Jejak Sejarah dan Keaslian Arsitektur di Kota Solo

Theo Adi Pratama | 13 Januari 2024, 16:00 WIB
Perjalanan Stasiun Solo Kota: Jejak Sejarah dan Keaslian Arsitektur di Kota Solo

AKURAT.CO Sejarah, Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki sejumlah stasiun kereta api bersejarah, salah satunya adalah Stasiun Solo Kota.

Meski mungkin tidak sepopuler stasiun-stasiun utama lainnya, Stasiun Solo Kota memiliki pesona dan sejarahnya sendiri yang patut diketahui.

Baca Juga: Perjalanan Batik Laweyan: Melangkah dari Sejarah Menuju Kebangkitan Baru

Keberagaman Stasiun Solo

Dari lima stasiun kereta api yang dimiliki Kota Solo, empat di antaranya merupakan peninggalan Belanda, yaitu Purwosari, Solobalapan, Solojebres, dan Solo Kota.

Stasiun kelima, Kadipiro, merupakan stasiun baru yang beroperasi sejak tahun 2019, menyediakan layanan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS).

Stasiun Solo Kota: Sebuah Situs Bersejarah

Stasiun Solo Kota terletak di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Meskipun tidak dilewati oleh kereta api lintas Pulau Jawa, stasiun ini memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Didirikan pada tahun 1922, Stasiun Solo Kota merupakan stasiun lawas termuda di Kota Solo.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Bunker Kuno di Kota Solo, Tempat Wisata Bersejarah yang Menarik

Pembangunan Stasiun oleh NIS

Stasiun Solo Kota dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Belanda saat itu, Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij (NIS).

Bersama Stasiun Purwosari dan Solobalapan, stasiun ini menjadi bagian dari upaya Belanda untuk menghubungkan Kota Solo dan daerah sekitarnya.

Arsitektur dan Keaslian Stasiun

Bangunan Stasiun Solo Kota memiliki arsitektur yang hampir sama dengan Stasiun Purwosari dan Solobalapan.

Dengan bentuk gedung kotak dan ventilasi bulat, stasiun ini mempertahankan keasliannya sejak didirikan.

Stasiun ini dibangun untuk menjangkau daerah-daerah terdekat, serta pernah digunakan untuk layanan trem yang melintas di Kota Solo, termasuk trem yang ditarik kuda.

Baca Juga: Mengenang Sejarah di Tanggal 12 Januari: 21 Peristiwa Bersejarah dari Berbagai Belahan Dunia

Kelestarian dan Peninggalan Sejarah

Sebagai salah satu cagar budaya di Kota Solo, Stasiun Solo Kota tetap mempertahankan keasliannya.

Bangunan ini termasuk dalam kategori heritage cagar budaya yang dilindungi, menjadikannya salah satu peninggalan bersejarah yang masih dijaga dan dirawat.

Uniknya Stasiun Solo Kota

Stasiun Solo Kota menjadi unik karena hanya dilalui oleh Kereta Bathara Kresna, jurusan Stasiun Purwosari – Stasiun Wonogiri.

Jalur kereta ini dulu membentang sampai Kecamatan Baturetno di Kabupaten Wonogiri, meskipun sekarang hanya tersedia sampai Stasiun Wonogiri.

Baca Juga: Memperingati Tragedi Gempa Haiti: Sejarah Pahit yang Menginspirasi Mitigasi Bencana

Pabrik Limun dan Keberlanjutan Sejarah

Tepat di depan Stasiun Solo Kota, terdapat bangunan lawas zaman Belanda, peninggalan pabrik minuman karbonasi bernama De Hoop.

Meskipun pabrik tersebut sudah tidak beroperasi, bangunan ini tetap mempertahankan keberlanjutan sejarahnya, menjadi pabrik salah satu perusahaan elektronik di Kota Solo.

Keindahan Jalur Kereta Bathara Kresna-Sepur Kluthuk Jaladara

Meskipun hanya dilalui oleh satu kereta api, Stasiun Solo Kota menjadi tempat menarik bagi para penggemar kereta api.

Kereta Bathara Kresna, yang melintas dari Purwosari menuju Wonogiri, memberikan nuansa keindahan tersendiri.

Selain itu, jalur Sepur Kluthuk Jaladara juga menyuguhkan pengalaman unik dengan kereta uap yang antik, membawa penumpang melintasi Jalan Slamet Riyadi.

Baca Juga: Sekelumit Kisah Candi Prambanan: Keindahan, Sejarah, dan Misteri yang Terdapat di Candi Roro Jonggrang

Stasiun Solo Kota bukan hanya sekadar tempat transit, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Dengan keberlanjutan sejarah dan keaslian arsitekturnya, stasiun ini tetap menjadi destinasi menarik bagi mereka yang ingin meresapi keindahan dan keberagaman Kota Solo.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.