Jogja Vibes! Menguak Sejarah Omah Indische di Desa Jagalan Bantul, Rumah Bersejarah Milik Menteri Agama Pertama Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Tidak banyak yang tahu bahwa di Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul, terdapat sebuah rumah kuno peninggalan zaman Belanda yang sarat dengan sejarah.
Omah Indische, rumah dengan arsitektur khas kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1860, seharusnya menjadi salah satu situs sejarah yang penting di Yogyakarta.
Sayangnya, fakta sejarah rumah ini sempat dirusak akibat viralnya julukan dari rumah kuno ini sebagai rumah pocong Sumi.
Oleh karena itulah Akurat Jateng akan mengajak Anda buat melihat sekilas dari Omah Indische ini dan bisa menghilangkan stigma jelek yang ada dan tetap melestarikan sejarahnya.
Sejarah dan Latar Belakang Omah Indische
Omah Indische adalah rumah milik keluarga Atmosudigdo, seorang pengusaha batik terkenal di Yogyakarta.
Atmosudigdo dan istrinya, pasangan asli Jawa, memiliki lima anak, salah satunya adalah Mohammad Rasjidi, yang kemudian menjadi Menteri Agama (Menag) pertama di Indonesia dan seorang diplomat Muhammadiyah yang berjasa besar dalam sejarah berdirinya Indonesia.
Mohammad Rasjidi, yang lahir di Kotagede pada 20 Mei 1915 dengan nama asli Saridin bin Atmosudigdo, tinggal di Omah Indische sejak lahir hingga usia 13 tahun.
Nama Mohammad Rasjidi diperolehnya dari Ahmad Syurkati, seorang tokoh Persatuan Islam (Persis), dan mulai digunakan setelah menunaikan ibadah haji.
Rasjidi dikenal sebagai seorang ulama dengan latar belakang pendidikan Islam modern yang berperan penting dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Sempat Dirusak dengan Cerita Mistis
Sayangnya, sejarah penting Omah Indische seringkali tertutupi oleh cerita mistis yang berkembang dari media tv kala itu.
Rumah ini oleh media-media tv lebih dikenal sebagai "rumah pocong sumi" karena cerita hantu bernama Sumi yang dikabarkan menghuni tempat tersebut.
Cerita ini semakin populer setelah sebuah tayangan televisi swasta menampilkan Omah Indische sebagai salah satu lokasi angker di Yogyakarta, bahkan rumah ini pernah dijadikan lokasi syuting film horor yang justru merusak beberapa bagian bangunan.
Kaharuddin Noor, Lurah Jagalan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap citra yang melekat pada Omah Indische.
Menurutnya, rumah bersejarah ini seharusnya dikenal sebagai bagian dari warisan budaya, bukan sebagai tempat yang menyeramkan.
Meskipun rumah ini sudah lama tidak dihuni, namun hingga kini status kepemilikan Omah Indische masih dipegang oleh ahli waris keluarga Atmosudigdo.
Ada seorang warga setempat yang secara sukarela membersihkan rumah ini setiap hari dengan izin dari ahli waris.
Omah Indische sebagai Destinasi Wisata Sejarah
Untuk menghilangkan kesan mistis yang melekat pada Omah Indische, Pemerintah Kalurahan Jagalan bersama dengan pegiat wisata setempat telah mengambil inisiatif menjadikan rumah ini sebagai salah satu objek wisata di Desa Wisata Jagalan.
Sebuah papan nama bertuliskan "Omah Indische" telah dipasang di depan rumah, dengan harapan bahwa para wisatawan yang berkunjung dapat mengenal sejarah rumah ini lebih dalam.
Meskipun sudah lama tidak ditempati, Omah Indische masih mempertahankan keindahannya dengan arsitektur kolonial yang khas.
Bangunan beratap tinggi dengan jendela besar yang memudahkan sirkulasi udara ini terdiri dari beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur, dan dapur.
Terdapat tiga kamar tidur yang masih utuh, yang dulu digunakan oleh pasangan suami istri Atmosudigdo dan anak-anak mereka.
Sayangnya, bagian dapur di belakang rumah telah rusak dimakan usia, namun taman di sekitarnya tetap terawat dengan baik.
Di dalam rumah, beberapa perabotan kuno seperti tempat tidur, kursi, mesin ketik, dan porselen masih dipajang, menambah kesan vintage dan membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
Keindahan dan keaslian arsitektur Omah Indische menjadikannya sebagai situs yang layak untuk dikunjungi dan dipelajari, bukan hanya untuk sekadar mencari sensasi dari cerita mistis.
Omah Indische di Desa Jagalan bukan sekadar rumah tua peninggalan zaman Belanda.
Rumah ini menyimpan sejarah penting tentang Mohammad Rasjidi, Menteri Agama pertama Indonesia, dan merupakan simbol dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Dengan upaya Pemerintah Kalurahan Jagalan dan pegiat wisata setempat, diharapkan Omah Indische dapat dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang mengedukasi, sekaligus menghilangkan stigma negatif yang melekat selama ini.
Bagi Anda yang berkunjung ke Yogyakarta, menyempatkan diri untuk mengunjungi Omah Indische bisa menjadi pengalaman yang berharga, mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang ada di balik dinding-dinding tua rumah ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 8Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 9TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah
- 10Jadwal Kalender F1 2026: Sisa 8 Balapan Setelah Baku, Ada Sprint di Singapura







