Mengulas Sejarah Rumah Kalang di Kotagede Yogyakarta: Warisan Arsitektur Eropa dengan Sentuhan Budaya Jawa

JATENG.AKURAT.CO, Salah satu bangunan cagar budaya yang menarik wisatawan di Yogyakarta adalah Rumah Kalang yang terletak di Kotagede.
Rumah ini memadukan arsitektur Eropa dengan budaya dan alam sekitar, menciptakan estetika yang unik dan menarik.
Dengan tiang Corinthia-Romawi, kaca patri berwarna-warni, serta keramik bermotif di bagian lantai dan dinding bawah, Rumah Kalang memiliki pesona yang tak bisa diabaikan.
Sejarah dan Keunikan Arsitektur Rumah Kalang
Rumah Kalang didirikan oleh para saudagar kelompok Kalang yang terkenal kaya-raya di Kotagede pada masanya.
Rumah-rumah ini awalnya hanya boleh dibangun di sebelah barat jembatan Tegalgendhu, namun sejak tahun 1905, pemilik Rumah Kalang diizinkan membangun di sebelah timur jembatan juga.
Arsitektur Rumah Kalang adalah kombinasi dari model arsitektur Jawa dan Indis.
Sementara penataan ruang mengikuti tradisi Jawa, ornamen dan hiasan interior mengadopsi gaya Eropa.
Pemilik rumah ini adalah keluarga Kalang, yang pada masa Sultan Agung, diposisikan di sebelah barat Sungai Gajah Wong, yang sudah di luar wilayah Mataram.
Kelompok Kalang ini awalnya adalah undagi kayu, namun kemudian beralih profesi menjadi pedagang, saudagar, dan pengusaha sukses.
Karena itu, rumah-rumah mereka pun tampak mewah dan indah, mencerminkan kekayaan mereka.
Baca Juga: Mengulas Sejarah dan Pesona Wisata Sendang Seliran: Permata Tersembunyi di Kotagede, Yogyakarta
Asal Usul Nama Kalang
Asal mula penyebutan Kalang belum diketahui secara pasti.
Kelompok ini merupakan warga Jawa keturunan Jaka Sasana, seorang ahli ukir dari Bali, dan Putri Ambarlulung, ahli tenun, saudara perempuan Sultan Agung. Keturunan mereka disebut Wong Kalang.
Ciri Khas Arsitektur Rumah Kalang
Eksistensi Rumah Kalang mudah dikenali berkat arsitekturnya yang unik.
Bagian depan rumah biasanya menonjol dengan penekanan pada pintu masuk utama yang dikanopi.
Penekanan ini dimaksudkan untuk menonjolkan status sosial pemilik rumah, yang berasal dari kelompok pinggiran namun kemudian memperoleh status sosial tinggi karena keberhasilan ekonominya.
Penempatan unsur-unsur arsitektur eksklusif ini membedakan Rumah Kalang dari rumah-rumah tradisional Jawa lainnya di Kotagede.
Rumah-rumah Kalang menonjol lebih mencolok, menandakan status tinggi pemiliknya dibandingkan dengan rumah-rumah lain di sekitarnya.
Perawatan dan Pelestarian Rumah Kalang
Rumah Kalang yang masih berdiri kokoh hingga sekarang telah mengalami berbagai renovasi akibat desakan kebutuhan saat ini, kejadian alam, atau pergeseran nilai-nilai masyarakat.
Gempa Yogyakarta pada Mei 2006 menyebabkan banyak kerusakan, termasuk pada Rumah Kalang dan rumah tradisional lainnya.
Namun, beberapa perbaikan telah mengubah bagian-bagian arsitektur aslinya.
Ada kekhawatiran bahwa pemilik rumah yang tidak menyadari nilai historis dan filosofis bangunan, beserta cara perawatannya, bisa menghilangkan karakter dan citra Rumah Kalang.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga keaslian arsitektur dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bangunan cagar budaya ini.
Rumah Kalang di Kotagede bukan hanya sebuah bangunan, tetapi sebuah warisan yang mengandung sejarah panjang dan cerita tentang kejayaan masa lampau.
Arsitekturnya yang megah dengan perpaduan gaya Eropa dan Jawa, serta nilai historisnya yang tinggi, menjadikan Rumah Kalang sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi.
Pelestarian dan perawatan yang tepat akan memastikan bahwa keindahan dan sejarah Rumah Kalang tetap terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 8Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 9TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah
- 10Jadwal Kalender F1 2026: Sisa 8 Balapan Setelah Baku, Ada Sprint di Singapura







