Jateng

Bukan Cuma Tumpukan Batu! Misteri Candi Induk Kedulan, Candi Kuno yang Pernah Terkubur dan Dibangun Ulang

Theo Adi Pratama | 8 September 2025, 15:00 WIB
Bukan Cuma Tumpukan Batu! Misteri Candi Induk Kedulan, Candi Kuno yang Pernah Terkubur dan Dibangun Ulang

JATENG.AKURAT.CO, Pernah dengar soal Candi Induk Kedulan? Candi yang terletak di Sleman, Yogyakarta ini, punya kisah unik.

Sempat terkubur dan baru ditemukan di akhir abad ke-20, candi ini adalah bukti nyata kejayaan Hindu di masa lalu.

Candi Induk Kedulan terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara.

Mari kita bedah lebih dalam Candi Induk Kedulan, bangunan utama yang menyimpan banyak rahasia!

Bangunan Kuno dengan Arsitektur Khas

Candi Induk Kedulan adalah candi Hindu yang menghadap ke timur. Materialnya unik, bagian luarnya terbuat dari batu andesit dan bagian dalamnya dari batu tufa.

Dulu, candi ini dilindungi oleh cungkup, terbukti dari adanya sisa-sisa batu umpak.

Secara vertikal, candi ini dibagi menjadi tiga bagian:

1. Kaki Candi: Bagian ini punya batur berbentuk bujur sangkar berukuran 13,70 m x 13,70 m. Di sisi timur, ada tangga masuk dengan pagar melengkung dan hiasan makara yang unik.

Bagian ini disusun dengan teknik interlocking connection, di mana setiap batu saling mengunci satu sama lain.

Di dalam kaki candi, ada sumuran yang kemungkinan berfungsi sebagai penyangga lingga-yoni.

2. Tubuh Candi: Tubuh candi punya selasar yang dikelilingi pagar. Pintu masuk ke bilik candi dihiasi Kala dengan rahang bawah, yang merupakan ciri khas candi Jawa Tengah.

Di dalam bilik, ada lingga-yoni, simbol Dewa Siwa dan pasangannya. Dindingnya juga punya relung yang berisi arca dewa-dewi, yaitu Agastya (selatan), Ganesa (barat), dan Durga (utara).

Uniknya, ada dua lantai yang berbeda ketinggian, menunjukkan bahwa candi ini pernah direnovasi dua kali di masa lampau.

3. Atap Candi: Atapnya disusun bertingkat tiga dan semakin mengecil ke atas. Setiap tingkat dihiasi ratna dan antefik, dengan ratna paling besar di puncaknya.

Candi Kedulan bukan sekadar tumpukan batu, tapi juga sebuah karya seni arsitektur yang megah.

Kisahnya yang terpendam selama berabad-abad dan proses pemugarannya menjadi bukti betapa kayanya sejarah Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.