Bukan Cuma Tumpukan Batu! Misteri Candi Induk Kedulan, Candi Kuno yang Pernah Terkubur dan Dibangun Ulang

JATENG.AKURAT.CO, Pernah dengar soal Candi Induk Kedulan? Candi yang terletak di Sleman, Yogyakarta ini, punya kisah unik.
Sempat terkubur dan baru ditemukan di akhir abad ke-20, candi ini adalah bukti nyata kejayaan Hindu di masa lalu.
Candi Induk Kedulan terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara.
Mari kita bedah lebih dalam Candi Induk Kedulan, bangunan utama yang menyimpan banyak rahasia!
Bangunan Kuno dengan Arsitektur Khas
Candi Induk Kedulan adalah candi Hindu yang menghadap ke timur. Materialnya unik, bagian luarnya terbuat dari batu andesit dan bagian dalamnya dari batu tufa.
Dulu, candi ini dilindungi oleh cungkup, terbukti dari adanya sisa-sisa batu umpak.
Secara vertikal, candi ini dibagi menjadi tiga bagian:
1. Kaki Candi: Bagian ini punya batur berbentuk bujur sangkar berukuran 13,70 m x 13,70 m. Di sisi timur, ada tangga masuk dengan pagar melengkung dan hiasan makara yang unik.
Bagian ini disusun dengan teknik interlocking connection, di mana setiap batu saling mengunci satu sama lain.
Di dalam kaki candi, ada sumuran yang kemungkinan berfungsi sebagai penyangga lingga-yoni.
2. Tubuh Candi: Tubuh candi punya selasar yang dikelilingi pagar. Pintu masuk ke bilik candi dihiasi Kala dengan rahang bawah, yang merupakan ciri khas candi Jawa Tengah.
Di dalam bilik, ada lingga-yoni, simbol Dewa Siwa dan pasangannya. Dindingnya juga punya relung yang berisi arca dewa-dewi, yaitu Agastya (selatan), Ganesa (barat), dan Durga (utara).
Uniknya, ada dua lantai yang berbeda ketinggian, menunjukkan bahwa candi ini pernah direnovasi dua kali di masa lampau.
3. Atap Candi: Atapnya disusun bertingkat tiga dan semakin mengecil ke atas. Setiap tingkat dihiasi ratna dan antefik, dengan ratna paling besar di puncaknya.
Candi Kedulan bukan sekadar tumpukan batu, tapi juga sebuah karya seni arsitektur yang megah.
Kisahnya yang terpendam selama berabad-abad dan proses pemugarannya menjadi bukti betapa kayanya sejarah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










