JAS MERAH! Fakta Unik Persib vs Madura United, Derbi Bandung vs Eks Saudara Muda di Final Championship Series Liga 1

AKURAT.CO, Laga Persib Bandung vs Madura United tersaji dalam final Championship Series Liga 1 2023/2024, yang akan digelar pada 26 Mei dan 31 Mei 2024 mendatang
Menariknya, pertemuan Persib Bandung vs Madura United pada final ini, layaknya debi Bandung, antara saudara tua vs mantan saudara muda
Fakta ini merujuk pada sejarah tim Persib Bandung, dan terutama Madura United yang telah bertransformasi dari klub sebelumnya, Pelita Bandung Raya
Persib Bandung memastikan lebih awal, untuk lolos ke final Championship Series Liga 1 2023/2024, usai mengalahkan Bali United di leg kedua, pada Sabtu 18 Mei 2024
Bertanding dihadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Si Jalak Harupat, Persib mampu melumat Bali United dengan skor 3-0
Hasil tersebut membuat agregat gol menjadi 4-1 untuk kemenangan Persib Bandung atas Bali United, usai di leg pertama bermain imbang
Sehari kemudian, Minggu 19 Mei 2024, Madura United yang memastikan diri lolos ke final untuk berjumpa Persib Bandung
Di laga semifinal leg kedua, yang digelar di Stadion Batakan Balikpapan, Madura United menjungkalkan perlawanan tuan rumah Borneo FC dengan skor 4-2
Borneo FC sempat unggul 2-1 atas Madura United di babak pertama, namun kena comeback di babak kedua, hingga tertinggal 2-4
Atas hasil tersebut Borneo FC pun kalah telak, sebab di leg pertama di kandang Madura United, Borneo juga menyerah kalah
Kemenangan Madura United tersebut mengantarkan mereka berjumpa Persib Bandung di laga final
Menariknya, jika ditelusuri ke belakang, cikal bakal klub Madura United ini sebelumnya merupakan saudara muda, Persib Bandung, yakni Pelita Bandung Raya (PBR)
Di awal tahun 2000-an, sepak bola Indonesia menjadi saksi kebangkitan dan kejatuhan berbagai klub yang ikut serta dalam perhelatan kompetisi domestik.
Salah satunya adalah PS Bandung Raya, klub sepak bola semi-profesional yang berbasis di kota kembang, Bandung, Indonesia.
PS Bandung Raya, atau yang akrab disapa dengan Pendekar Rajawali, memulai perjalanannya pada tahun 1985, di era kompetisi Galatama.
Keberadaannya semakin bersinar ketika bergabung dalam kompetisi Liga Indonesia pada tahun 1994.
Di tengah gemerlapnya sorotan publik, klub ini berhasil meraih perhatian yang cukup besar, tidak hanya karena performa tim, tetapi juga karena seringnya diidentikan dengan karakter burung rajawali, terutama saat meraih trofi Liga Dunhil II.
Namun, seperti halnya banyak klub lainnya, PS Bandung Raya harus merasakan pahit getirnya krisis keuangan.
Setelah kompetisi Liga Indonesia 1996/97 berakhir, klub ini terpaksa membubarkan diri.
Namun, semangat dan harapan tidak pernah padam.
Pada tahun 2007, nama Bandung Raya kembali muncul dalam kancah sepak bola Indonesia, meskipun pada tingkat yang lebih rendah, yaitu Divisi Tiga Zona Jawa Barat.
Sayangnya, upaya mereka untuk melangkah lebih jauh gagal, setelah tidak berhasil lolos ke tingkat Antarzona se-Jawa.
Pada tahun 2012, sepak bola Indonesia dikejutkan dengan transformasi yang signifikan ketika Ari D. Sutedi, pemilik mayoritas saham Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya FC, mengganti namanya menjadi Pelita Bandung Raya.
Ini adalah langkah monumental yang membawa angin segar bagi klub dan penggemarnya.
Perjalanan Gemilang di Liga Indonesia
Prestasi Bandung Raya dalam kancah sepak bola Indonesia patut diacungi jempol.
Dalam sejarah Liga Indonesia, klub ini telah mencatat beberapa pencapaian luar biasa yang masih dikenang hingga saat ini.
Pada musim 1994/95 Liga Indonesia, Bandung Raya berhasil mencapai babak 8 besar.
Meskipun terhenti di fase grup selanjutnya, namun penampilan gemilang striker seperti Peri Sandria dengan 34 gol dari 37 pertandingan mengukuhkan posisi Bandung Raya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan.
Prestasi tertinggi Bandung Raya terjadi pada musim berikutnya, 1995/96, ketika mereka tampil sebagai juara.
Kemenangan tersebut memunculkan kebanggaan baru bagi klub dan penggemarnya.
Pada musim ini, Dejan Gluscevic menjadi bintang dengan mencetak 30 gol dari 33 pertandingan, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah klub.
Kiprah Bandung Raya tidak berhenti di situ. Pada musim 1996/97, mereka kembali menembus grand final, meskipun kali ini harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan oleh Persebaya.
Namun, Nuralim, salah satu pemain belakang Bandung Raya, dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 1996/97, menambah deretan prestasi gemilang klub ini.
Prestasi di Tingkat Asia
Bandung Raya juga tidak absen dalam kancah internasional.
Mereka pernah mewakili Indonesia dalam Piala Winners Asia (Asian Cup Winners Cup) sebagai juara Liga Indonesia 1995/96.
Meskipun mengalami kekalahan dari South China asal Hong Kong, namun keberanian mereka menempuh perjalanan internasional menjadi catatan penting dalam sejarah klub.
Di balik kesuksesan Bandung Raya terdapat sosok-sosok yang tak terlupakan. Herry Kiswanto, Peri Sandria, Dejan Gluscevic, dan Olinga Atangana adalah beberapa nama yang menjadi ikon dalam sejarah klub.
Mereka tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga pemimpin di lapangan yang membimbing Bandung Raya meraih prestasi gemilang.
Pelatih seperti Henk Wullems dan manajer seperti Tri Gustoro juga memiliki peran yang tak terbantahkan dalam membentuk tim yang kompetitif dan sukses.
Akhir Perjalanan PBR
Akan tetapi pada Januari 2016 pemilik Pelita Bandung Raya, Ari D. Sutedi kemudian menjual lisensi klubnya kepada Achsanul Qosasi, seorang pengusaha sukses dan tokoh publik terkemuka di Pulau Madura.
PBR kemudian bertransformasi menjadi Madura United FC
Klub ini resmi didirikan pada 10 Januari 2016, Madura United FC saat ini telah menjelma menjadi salah satu tim di kompetisi kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia, Liga 1
Kini eks PBR yang sudah menjelma menjadi Madura United akan ditantang Persib Bandung di final Championship Series Liga 1 musim ini
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









