Tokoh NU dan Muhammadiyah Sukoharjo Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Kedepankan Tabayyun

JATENG.AKURAT.CO, Tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah menyikapi peristiwa yang terjadi di Kecamatan Mojolaban.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengedepankan klarifikasi atau tabayyun terhadap informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat mengganggu kerukunan dan ketenteraman masyarakat.
Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, H. Khomsun Nur Arif menyampaikan imbauan kepada seluruh jamaah dan warga NU agar senantiasa menjaga kehidupan beragama dan bermasyarakat yang kondusif. Ia mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran informasi dengan mencari sumber yang tepat sebelum menyikapi berbagai peristiwa yang berkembang.
“Untuk selalu menjaga kondusivitas di tengah-tengah kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Terkait dengan beberapa informasi yang beredar di tengah masyarakat, saya berharap seluruh jamaah tetap berpedoman kepada prinsip-prinsip tabayyun, mengklarifikasi, dan mencari sumber informasi yang tepat atas seluruh kejadian yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh ajakan yang berpotensi menimbulkan kemudaratan bagi kehidupan bermasyarakat. Khomsun mengajak warga untuk mempercayakan penanganan peristiwa tersebut kepada pemerintah dan aparat kepolisian agar diproses secara prosedural sesuai hukum yang berlaku.
Senada, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo, H. Djumari, mengajak warga Muhammadiyah, khususnya di Kecamatan Mojolaban, untuk turut menjaga ketenteraman dan kondusivitas wilayah. Ia juga meminta jajaran pimpinan Muhammadiyah menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran.
“Berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di Mojolaban, kami mengimbau kepada warga Muhammadiyah untuk bisa menjaga kondusivitas wilayah di Mojolaban pada khususnya dan umumnya di Kabupaten Sukoharjo. Kepada para pimpinan Muhammadiyah se-Kabupaten Sukoharjo untuk bisa menjaga ketenteraman dan kesejahteraan warga masyarakat,” ungkapnya.
Djumari turut menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan Kapolres untuk membangun komunikasi dan bersama-sama menyikapi persoalan tersebut. Ia berharap masyarakat memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk menangani proses yang sedang berjalan, sembari tetap menjaga suasana aman dan tenteram di lingkungan masing-masing.
Kedua tokoh agama tersebut berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun ajakan yang dapat memperkeruh keadaan. Dengan mengedepankan tabayyun, menjaga komunikasi, dan memperkuat kebersamaan, kehidupan beragama serta bermasyarakat di Kabupaten Sukoharjo diharapkan tetap harmonis dan kondusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 4APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 5Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 6PPP Kota Semarang Mulai Panaskan Mesin Politik, Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029
- 7Lampion Terangi Langit Borobudur, Andrea Bocelli Hadirkan Konser Penuh Warna
- 8Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
- 9Xreal Aura Resmi Meluncur, Kacamata XR Android dengan Gemini Dibanderol Rp18 Jutaan
- 10Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas




