Jateng

Menko Airlangga: Talenta Digital dan Penguasaan Teknologi Jadi Penentu Ekonomi Masa Depan

Muhammad Husni Mushonifi | 9 Oktober 2026, 14:47 WIB
Menko Airlangga: Talenta Digital dan Penguasaan Teknologi Jadi Penentu Ekonomi Masa Depan

JATENG.AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan pengembangan talenta muda yang memiliki literasi digital menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Indonesia perlu memperkuat transformasi digital, meningkatkan nilai tambah industri, serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum sekaligus menghadiri penyerahan beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Airlangga Hartarto Ingatkan Mahasiswa UNNES Hadapi Era AI, Soroti Beasiswa dan Investasi Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 tercatat mencapai 5,45 persen secara tahunan atau year-on-year (ctc), dengan konsumsi domestik dan investasi sebagai penopang utama.

Pemerintah terus berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut melalui penguatan stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, serta perlindungan daya beli masyarakat. Pada September 2026, inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,28 persen.

Airlangga mengatakan, upaya menjaga pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan penciptaan sumber pertumbuhan baru. Peningkatan produktivitas, penguatan sektor industri, dan penyiapan tenaga kerja berkualitas menjadi bagian penting dari strategi menghadapi perubahan ekonomi global.

“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang terus dikembangkan pemerintah adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, Indonesia diharapkan dapat memperkuat industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan ekspor produk mineral dan logam. Nilai ekspornya naik dari sekitar 1,4 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 35 miliar dolar AS pada 2025.

Diversifikasi produk turunan kelapa sawit juga mengalami perkembangan, dari 54 jenis produk menjadi 208 jenis. Sementara itu, pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor produk kelapa hingga mencapai pertumbuhan 50 persen.

Selain hilirisasi, transformasi digital menjadi peluang besar untuk mendorong produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia didorong tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan produk digital dengan nilai tambah tinggi.

Airlangga menilai, keterhubungan antara industri pusat data (data center), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan talenta digital akan berperan besar dalam menentukan daya saing industri Indonesia ke depan.

Karena itu, penguasaan teknologi perlu diperkuat melalui pembangunan ekosistem industri, kolaborasi internasional, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah menjalin kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan desain semikonduktor sekaligus menyiapkan tenaga ahli yang dibutuhkan industri. Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok teknologi global.

Dalam pengembangan kecerdasan buatan, Indonesia juga memperkuat keterlibatan internasional melalui partisipasi sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Organisasi ini menjadi wadah kerja sama antarnegara dalam pengembangan dan tata kelola AI.

Di tingkat regional, pemerintah mendorong integrasi ekonomi digital ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas peluang usaha, meningkatkan konektivitas ekonomi digital, serta membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Pengembangan ekonomi digital tersebut turut diiringi berbagai program untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Pemerintah mendorong pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem perusahaan rintisan digital, pemberian insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen bagi kegiatan tertentu sesuai ketentuan, serta pelaksanaan program Digital Talent Scholarship.

Airlangga menekankan, generasi muda memiliki keunggulan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Potensi tersebut harus dioptimalkan agar Indonesia mampu bersaing dalam struktur ekonomi yang semakin mengandalkan kemampuan digital dan inovasi.

“Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semi-conductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal,” jelasnya.

Di luar transformasi digital, pemerintah juga menempatkan transisi energi dan pengembangan industri hijau sebagai bagian dari agenda pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan listrik nasional diperkirakan meningkat pada 2030 seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan perkembangan sektor industri.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Presiden mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga kapasitas 100 gigawatt. Pengembangan energi surya juga perlu disertai sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system agar pasokan listrik dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih optimal.

Pemerintah turut memperluas akses pasar internasional melalui penguatan kerja sama perdagangan dengan sejumlah negara dan kawasan, antara lain Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss.

Perjanjian perdagangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, serta komoditas pertanian dan perikanan. Perluasan pasar dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperkuat kontribusi perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Beasiswa DPP UNNES Jangkau 531 Mahasiswa

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan.

Pada 2026, program bantuan Dewan Penyantun Pendidikan UNNES menjangkau 531 mahasiswa dengan dukungan selama empat tahun masa perkuliahan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 376 mahasiswa pada 2024 dan 506 mahasiswa pada 2025.

Peningkatan jumlah penerima beasiswa tersebut mencerminkan upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi dan memberikan kesempatan lebih luas kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi mereka.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan penyampaian informasi kebijakan ekonomi kepada masyarakat, termasuk kalangan akademisi, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan publik dalam mengawal agenda pembangunan nasional.

Menurut Haryo, mahasiswa juga perlu terus mengembangkan kemampuan akademik dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.

“Tadi juga Bapak Menko Airlangga berpesan agar mahasiswa ini terus menguasai keilmuan utama, terus belajar, lifelong learning, meningkatkan literasi digital, pengolahan data, serta pemanfaatan AI,” ungkap Haryo.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Rektor UNNES beserta jajaran, Majelis Wali Amanat, serta Dewan Penyantun Pendidikan UNNES.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.