Jateng

Airlangga Hartarto Ingatkan Mahasiswa UNNES Hadapi Era AI, Soroti Beasiswa dan Investasi Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

Muhammad Husni Mushonifi | 9 Oktober 2026, 14:45 WIB
Airlangga Hartarto Ingatkan Mahasiswa UNNES Hadapi Era AI, Soroti Beasiswa dan Investasi Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (9/10/2026).

JATENG.AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) agar mampu beradaptasi dengan tantangan global, terutama perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan transformasi digital. Mahasiswa juga didorong untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja.

Pesan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (9/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia menghadapi revolusi industri berbasis teknologi, sekaligus peluang ekonomi yang terbuka di tengah dinamika global.

Menurut Airlangga, perkembangan AI merupakan salah satu perubahan besar dalam sejarah industri setelah penemuan mesin uap. Karena itu, teknologi tersebut tidak seharusnya dihindari, melainkan dipelajari dan dimanfaatkan secara tepat.

“Revolusi yang namanya AI ini bukan untuk dijauhkan, bukan untuk dihindari, tetapi untuk dimanfaatkan dan dipersiapkan,” ujarnya.

Ia menekankan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Airlangga juga mengingatkan mahasiswa bahwa proses belajar tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana. Kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan menjadi bekal penting di tengah perubahan kebutuhan industri dan dunia kerja.

“Pembelajaran di universitas itu adalah belajar untuk disiplin, untuk long learning. Jadi, sesudah mendapat ijazah, itu bukan berarti berhenti. Dunia terus berubah. Salah satu kunci untuk bisa beradaptasi adalah dengan terus belajar,” katanya.

Beasiswa Dorong Akses Pendidikan

Selain membahas tantangan global, kegiatan tersebut juga berlangsung di tengah upaya perguruan tinggi memperluas akses pendidikan melalui penyaluran beasiswa bagi mahasiswa.

Dalam sesi wawancara, Airlangga mendapat pertanyaan mengenai jumlah beasiswa yang disalurkan Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) UNNES. Namun, ia mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Rektor UNNES dan Ketua Dewan Penyantun karena keduanya dinilai lebih mengetahui secara terperinci jumlah bantuan pendidikan yang diberikan.

Penyaluran beasiswa menjadi salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan, agar dapat melanjutkan studi dan mengembangkan kapasitas akademiknya.

Dukungan tersebut penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Terlebih, persaingan global menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta perubahan struktur ekonomi.

Hilirisasi Nikel Buka Peluang Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menyinggung perkembangan investasi industri di Maluku Utara, terutama sektor hilirisasi nikel yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menyampaikan bahwa investasi di Maluku Utara telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan pengembangan industri baru senilai sekitar 7 miliar dolar AS.

Adapun nilai proyek hilirisasi nikel yang menjadi perhatian mencapai sekitar 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp180 triliun. Besarnya nilai investasi tersebut menggambarkan skala pengembangan industri pengolahan mineral yang berpotensi memperkuat struktur industri nasional.

Hilirisasi nikel merupakan salah satu sektor strategis karena mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Pengembangan industri ini juga berkaitan dengan kebutuhan rantai pasok kendaraan listrik dan industri berbasis baterai.

Di tengah perkembangan tersebut, kesiapan tenaga kerja terampil menjadi faktor penting agar peluang investasi dapat diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Airlangga menekankan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi maupun industri.

Melalui kuliah umum di UNNES, ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.