Jateng

XL Axiata Dukung Pemanfaatan Teknologi Biometrik untuk Registrasi Pelanggan, Wujudkan Ruang Digital Aman dan Bertanggung Jawab

Arixc Ardana | 12 April 2025, 18:50 WIB
XL Axiata Dukung Pemanfaatan Teknologi Biometrik untuk Registrasi Pelanggan, Wujudkan Ruang Digital Aman dan Bertanggung Jawab

JATENG.AKURAT.CO, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan baru pemerintah yang mengedepankan pemanfaatan teknologi biometrik dan Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) dalam proses pemutakhiran data pelanggan.

Dukungan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekosistem digital nasional yang aman, terpercaya, dan bertanggung jawab.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Teknologi eSIM dalam Penyelenggaraan Telekomunikasi serta Surat Edaran Dirjen Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025 mengenai registrasi pelanggan telekomunikasi dengan menggunakan data kependudukan biometrik.

Baca Juga: Duel Smartphone Android Kelas Atas: OnePlus 13 vs Google Pixel 9 Pro XL, Siapa yang Terbaik di 2025?

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam acara sosialisasi yang digelar Jumat (11/4), menekankan pentingnya langkah ini sebagai upaya kolektif untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital.

“Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap aman, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang rentan,” ujarnya.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa XL Axiata telah siap sepenuhnya mengadopsi kebijakan ini.

“Kami terus berinovasi dalam teknologi layanan, termasuk implementasi eSIM dan registrasi berbasis biometrik. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyediakan layanan yang aman dan terpercaya, sekaligus mendukung transformasi digital nasional,” jelas Rajeev.

Dengan menggunakan teknologi biometrik seperti pengenalan wajah (face recognition), proses registrasi akan divalidasi langsung melalui database Direktorat Jenderal Dukcapil.

Kebijakan ini juga membatasi satu NIK hanya bisa terhubung dengan maksimal tiga nomor telepon, untuk meningkatkan akurasi dan mencegah penyalahgunaan data.

Rajeev menambahkan bahwa integrasi teknologi eSIM dan biometrik merupakan langkah penting dalam peta jalan digital XL Axiata.

“Kami siap memimpin transformasi industri ini dengan infrastruktur yang kuat dan fokus pada keamanan data pelanggan.”

Penerapan teknologi ini tak hanya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelanggan, tapi juga memperkuat sistem pertahanan terhadap tindak kriminal seperti penyebaran hoaks, penipuan, dan kejahatan siber lainnya.

XL Axiata juga telah menjadi operator pertama yang menguji coba registrasi berbasis biometrik sejak September 2024, dengan sistem yang fleksibel dan bisa diakses dari berbagai perangkat, kapan saja dan di mana saja.

Pada acara tersebut juga dilakukan uji coba registrasi kartu menggunakan teknologi biometrik, yang menunjukkan kemampuan sistem dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi pengguna serta akurasi tinggi dalam verifikasi data.

Kehadiran operator-operator seluler lain dalam acara ini turut menandai semangat sinergi lintas industri dalam mendukung kebijakan pemerintah, demi menciptakan ruang digital nasional yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Melalui langkah ini, XL Axiata kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam digitalisasi layanan telekomunikasi di Indonesia, dan terus berkomitmen menjaga keamanan serta kenyamanan pelanggan dalam era digital-first.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.