RDRM, Solusi Dari Mbak Ita untuk Konseling Kenakalan Remaja dan Anak Berkebutuhan Khusus

AKURAT.CO, Untuk mengurai persoalan mental, psikologi, dan masyarakat berkebutuhan khusus, terutama generasi muda dan siswa sekolah, Walikota Semarang Hevearita G Rahayu telah mewujudkan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) sebagai pusat layanan terpadu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramushinto mengatakan dirinya mendapatkan amanah untuk mengoprasionalkan layanan tersebut agar persoalan-persoalan yang tdak bisa dilayani secara umum bisa mendapat perlakuan yang dibutuhkan.
“RDRM ini adalah bentuk layanan yang diinisasi bu wali kepada masyarakat Kota Semarang, termasuk pelajar,” ujarnya usai launching Karya Literasi Multimodal di Gedung Theater Sekolah Karangturi Graha Padma pada Kamis (25/1/2024).
Baca Juga: Revitalisasi Pecinan Dapat Mendukung Kawasan Wisata Kota Lama, Ini Pendapat Dewan
Awalnya, kata Bambang, RDRM dibentuk untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Namun pada perkembangannya, adapula guru-guru dan orang tua yang mengeluhkan kenakalan remaja yang dilakukan oleh anak-anaknya.
“Jadi sekolah ini kan semuanya harus melayani anak-anak berkebutuhan khsusus, nah untuk memastikan anak-anak ini berkebutuhan khusus atau difabel kan perlu assessment. Nah bu wali ini berinisisasi untuk memberikan pelayanan itu. Ketika guru-guru membutuhkan satu bantuan assessment itu kemudian ada RDRM,” ungkapnya.
“Ternyata RDRM ini bukan hanya diakses oleh anak-anak dan guru-guru, tapi banyak juga para orang tua yang membutuhkannya untuk melakukan konseling saat anak-anaknya terlibat kenakalan remaja,” tambah Bambang.
Baca Juga: Temukan Taman Perkotaan Kurang Terawat, Mbak Ita Tekankan Koordinasi Antar-OPD
Oleh sebab itu, lanjut Bambang, layanan di RDRM terus meningkat seiring dengan banyaknya kebutuhan layanan yang ingin diakses masyarakat.
“Makanya sekarang tingkat layanannya semakin meningkat,” tandasnya.
Bambang melaporkan pada tahun 2023, jumlah layanan telah menyentuh angka 4000-an. Hal tersebut sebanding dengan semakin kenal dan nyamannya masyarakat dalam mengakses layanan ini.
“Sekarang ini jumlah yang kami layani sudah mencapai sekitar kurang lebih 4000-an setahun pada tahun 2023. Karena masyarakat semakin kenal dan semakin nyaman dengan layanan RDRM,” ujarnya.
“Apalagi kami menyediakan layanan gratis di RDRM. Termasuk konseling juga gratis,” tandasnya.
Bambang berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan yang disediakan dengan baik. Dirinya juga menambahkan bahwa di kemudian hari akan dikembangkan unit layanan disabilitas.
“Harapan saya masyarakat bisa memanfaatkan itu dengan baik. Insya Allah tahun ini kita kembangkan menjadi unit layanan disabilitas,” ujarnya.
Jadi nanti selain ada RDRM, kDinas Pendidikan Kota Semarang akan mengembangkan lagi menjadi ULP (Unit Layanan Publik) di satu lokasi untuk melakukan layanan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
“Kami juga akan memberdayakan guru pendamping khusus. Sambil kita nanti juga mengembangkan model-model sekolah inklusi,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






