Jateng

Untuk Palestina, Udin Larahan Sampaikan Rasa Duka Mendalam Untuk Tragedi Genosida Dalam Doa Bersama Pelita

Theo Adi Pratama | 10 November 2023, 13:47 WIB
Untuk Palestina, Udin Larahan Sampaikan Rasa Duka Mendalam Untuk Tragedi Genosida Dalam Doa Bersama Pelita

AKURAT.CO SEMARANG – Selebgram sekaligus komedian asal Kota Semarang, Fahrudin Faharso menyampaikan rasa duka mendalam untuk korban genosida yang dilakukan Israel di Palestina.

Pria yang akrab dengan nama panggung Udin Larahan (@udin_lar) itu mengingatkan semua pihak bahwa perang yang terjadi di Palestina harus dihentikan.

Baca Juga: Pembukaan Queen City Mall Semarang, Berbelanja dan Nikmati Acara Hiburan Seru di Pusat Perbelanjaan Terbesar

“Bicara tentang perdamaian dunia, perdamaian bagi setiap bangsa, di Palestina terjadi pembantaian kedzoliman. Entah apapun itu, kita tetap memikirkan nasib kehidupan setiap manusia di manapun berada,” ujarnya seusai menghadiri acara Doa Bersama Untuk Palestina yang digelar oleh Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang pada Kamis (9/11/2023) malam.

Udin mengajak setiap orang untuk membayangkan jika genosida di Palestina terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Kita coba membayangkan, jika genosida itu terjadi pada anak cucu kita atau tetangga kita sendiri. Bahkan untuk mencari makan aja nggak bisa, untuk ibadah aja nggak bisa,” jelasnya.

“Coba kita renungkan dalam hati yang paling dalam, bagaimana rasanya kita berada dalam posisi seperti mereka. Kehidupan mencekam tidak bisa berbuat apa-apa,” sambungnya.

Baca Juga: Ekuador, Lawan Pertama Indonesia di Piala Dunia U-17: Profil dan Ambisi

Udin mengajak semua pihak saling menyambungkan hati nurani untuk berdoa semoga dunia ini selalu damai dan saling menjaga, tidak saling membantai.

“Mudah-mudahan untuk semua negara di dunia menyerukan kemerdekaan untuk Palestina,” bebernya.

“Aku paling tidak tega kalau melihat postingan-postingan anak kecil yang dibantai itu ya. Kesannya membayangkan kalau anak-anak kita kebebasannya direnggut dan tidak bisa bermain sebagaimana anak pada umumnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Berikut 5 Tips Persiapan Dalam Mengerjakan Soal Test SKD CPNS 2023 dengan Baik dan Benar

“Anak-anak seumuran mereka harus melihat negaranya digempur sampai di masa anak-anak nggak punya cita-cita karena perang seperti itu,” tutupnya.

Sementara itu, Setiawan Budi selaku penggerak Pelita mengatakan bahwa kekerasan dan konflik yang terus terjadi di Palestina mengundang rasa duka bagi setiap orang tanpa memandang agama.

“Ini adalah keprihatinan kita semua. Tidak memandang apa pun agama kita, pada malam hari ini kami bersama-sama berdoa dan berharap semoga peperangan segera berakhir supaya tidak lagi menimbulkan banyak korban,” ujar Setiawan.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Fase Grup Match 1: Jum'at 10 November 2023

Setiawan juga menegaskan bahwa acara ini bertujuan menekan para pihak yang berkonflik untuk segera melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan.

“Kami mendorong kepada para pihak yang bertikai supaya segera melakukan gencatan senjata, menemukan solusi yang terbaik, sehingga warga sipil tidak lagi menjadi korban,” ujar Setiawan.

Menurut keterangan Setiawan, acara malam itu dihadiri dari berbagai kalangan umat beragama mulai dari umat Islam, Budha, Kristen, Katolik hingga Hindu. Juga dari beberapa komunitas seperti Gusdurian Semarang dan juga Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.