Tanggal Tua di Tembalang: Uang Rp10 Ribu Bisa Makan Sego Cumi dan Omelet Bakar, Kok Bisa?

JATENG.AKURAT.CO, Tanggal tua di Tembalang bukan akhir dari segalanya, karena di kawasan yang padat mahasiswa ini, uang sepuluh ribu rupiah masih bisa menyulap meja makan sederhana menjadi pengalaman bersantap yang terasa jauh lebih mewah dari nominalnya—asal tahu di mana harus mampir dan apa yang harus dipesan.
Bayangkan tanggal 25. Saldo dompet digital sudah menunjukkan angka yang bikin jantung berdebar. Sisa uang tunai di dompet tinggal lembaran biru dan beberapa koin.
Di grup WhatsApp, teman-teman sibuk mengirim tautan promo makanan yang harganya bikin geleng-geleng kepala. Sementara perut, seperti punya alarm sendiri, mulai berbunyi tepat pukul dua belas siang.
Di sinilah drama tanggal tua di Tembalang dimulai. Kawasan yang setiap hari dipadati mahasiswa Universitas Diponegoro dan Polines ini memang punya medan kuliner yang kejam: di satu sisi, kafe-kafe aesthetic dengan menu Rp35 ribu ke atas terus menawarkan godaan.
Di sisi lain, warung-warung kecil dengan spanduk lusuh justru menyimpan penyelamat yang tidak banyak orang tahu.
Seorang mahasiswa semester akhir di Undip, Rizky, punya filosofi sendiri soal tanggal tua. “Awal bulan aku bisa makan di tempat yang ada air conditioner-nya. Akhir bulan, aku makan di tempat yang ada kipas anginnya. Tapi rasanya nggak pernah kalah,” katanya, sambil tertawa.
Penyetan: dari Rp8 ribu sampai rasa yang bikin lupa saldo
Kalau ada satu kategori makanan yang paling setia menemani tanggal tua, itu adalah penyetan. Di Tembalang, penyetan bukan cuma soal ayam dan tahu. Ia sudah naik kelas menjadi seni menyulap lauk sederhana menjadi hidangan yang terasa mewah.
Penyet Bu Nur adalah nama yang paling sering disebut. Warung ini sudah menjadi legenda di kalangan mahasiswa selama satu dekade lebih. Harganya sangat ramah di kantong, mulai dari Rp8.000 hingga Rp20.000 untuk menu ramesan, gongso, dan tentu saja omelet bakar yang jadi primadona. Omelet bakarnya bukan telur dadar biasa. Prosesnya unik: setelah digoreng, telur setengah matang dipindahkan ke atas bara api, menciptakan aroma smoky khas arang yang meresap hingga ke lapisan terdalam.
Penyet Lesehan Mas Pur 2 juga tak mau kalah. Dengan harga mulai dari Rp8.000, warung ini menyajikan aneka penyetan seperti ayam, lele, telur, hingga bebek. Bagi yang ingin sensasi berbeda, Penyet Kuah Timoho menawarkan penyetan dengan kuah santan rempah. Harganya mulai dari Rp10.000 dan sudah termasuk nasi putih hangat.
Sego Cumi dan Sop Iwak: mewah di rasa, murah di harga
Kalau ingin sesuatu yang terasa lebih “nendang”, Sego Cumi Mbah Ginuk adalah jawabannya. Dengan harga Rp10.000, kamu sudah mendapatkan satu paket lengkap: nasi, sambal cumi, tahu, dan lalapan.
Rasanya? Cumi yang dimasak sambal dengan bumbu yang meresap, disantap dengan nasi hangat dan lalapan segar. Di tanggal tua, sensasi makan cumi terasa seperti kemewahan yang tidak seharusnya didapat dengan harga segitu.
Bagi yang lebih suka kuah, Sowak (Sop Iwak) di Jalan Banjarsari Selatan adalah tempatnya. Sop ikan kakap filet dengan kuah gurih kekuningan ini harganya mulai dari Rp8.000. Yang membuatnya istimewa: pengunjung bisa mengambil nasi sepuasnya.
Ikan kakapnya sudah dalam bentuk filet, jadi tidak perlu repot memisahkan duri—sebuah kemewahan tersendiri bagi mahasiswa yang sedang malas berurusan dengan hal-hal rumit.
Pecel Perjuangan: Rp6 ribu yang terasa seperti warisan budaya
Nama Pecel Perjuangan Bu Mar terdengar seperti nama pasukan, tapi rasanya benar-benar juang. Seporsi pecel dibanderol mulai dari Rp6.000.
Isinya sayuran segar—kol, bayam, tauge—disiram bumbu kacang yang legit, dengan gorengan sebagai pendamping.
Harganya memang sempat naik turun dari tahun ke tahun. Pada 2023, sepiring pecel dan gorengan dihargai Rp11.000. Kini, beberapa sumber menyebut harga seporsinya sekitar Rp12.000.
Tapi dibandingkan dengan rasa dan porsi yang didapat, angka itu tetap terasa seperti keajaiban di tengah inflasi yang tidak pernah tidur.
Bubur Ayam dan Nasi Kuning: sarapan yang tidak mengenal tanggal tua
Tanggal tua bukan cuma soal makan siang. Pagi hari juga bisa jadi medan tempur. Bubur Ayam Gaul 3 di Jalan Lingkar Utara Undip menyajikan bubur dengan kuah kuning rasa kari dan isian lengkap seharga Rp10.000 per porsi.
Porsinya cukup untuk menahan lapar sampai jam makan siang, dan harganya tidak berubah meski dompet sedang kritis.
Nasi Kuning Pasundan 1 di Bulusan buka 24 jam. Seporsi nasi kuning dengan aneka lauk dibanderol mulai dari Rp8.500 hingga Rp15.000. Bagi mahasiswa yang begadang mengerjakan tugas atau baru pulang dari kegiatan kampus tengah malam, nasi kuning ini terasa seperti pelukan hangat yang tidak pernah menolak.
Ramen Rp10 ribu dan sushi murah: tanggal tua dengan gaya
Mungkin terdengar berlebihan, tapi Nara Ramen di Jalan Jatimulyo benar-benar menawarkan ramen mulai dari Rp10.000.
Tempatnya di lantai dua dan tiga di atas bengkel AHASS, dengan area rooftop yang menghadap ke kota.
Fasilitas free refill ocha dan kondimen sepuasnya membuat pengalaman makan di sini terasa seperti restoran Jepang yang sesungguhnya—tanpa harus menguras isi dompet.
Untuk yang ingin sedikit lebih “bergaya”, Mitsu Cafe menyediakan sushi seperti Tamago Sushi dan California Roll mulai dari Rp10.000. Makan sushi di tanggal tua? Kenapa tidak. Yang penting bukan harganya, tapi cara kita menikmatinya.
Burjo: penyelamat terakhir yang tidak pernah tidur
Ketika semua tempat sudah tutup dan dompet benar-benar hanya menyisakan koin, Burjo “Sari Rasa” Patra di Jalan Galang Sewu adalah jawaban terakhir.
Satu porsi nasi ayam bali lengkap dengan orek tempe kering dihargai Rp8.000.
Buka 24 jam penuh, dengan fasilitas internet gratis yang katanya cepat.
Di sinilah tanggal tua dan tugas yang menumpuk bertemu, dan entah bagaimana, semuanya terasa bisa dilewati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Prediksi Skor Madura United vs Persib: Ketajaman Dimitar Mitkov Jadi Ancaman, Ini yang Diwaspadai Igor Tolic
- 3Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 4Pentingnya Ketajaman Intuisi untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan
- 5Hapkido Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Raih Lima Emas dan Sabet Gelar Juara Umum
- 6Apel Hari Santri 2026 di Kendal, Gus Rozin Ajak Santri Perkuat Persatuan dan Kuasai Era Digital
- 7Gempa BENGKULU Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Lebong Bengkulu, BMKG Catat Kedalaman 120 Km
- 8Ponpes Al-Insaniyyah Salatiga Raih Penghargaan Pelopor Moderasi Beragama
- 9Hari Santri, Baznas Jateng Salurkan Rp697,89 Juta untuk 97 Jamban dan Empat Rumah Tidak Layak Huni
- 10Cek NIK Sekarang: Kamu Masuk Desil Berapa? Kalau 6 ke Atas, Jangan Berharap Bansos




