Jateng

Sejarah dan Amanat Leluhur: Misteri Larangan Menanam Labu Hitam di Desa Suranenggala

Theo Adi Pratama | 23 Februari 2024, 12:00 WIB
Sejarah dan Amanat Leluhur: Misteri Larangan Menanam Labu Hitam di Desa Suranenggala

AKURAT.CO Sejarah, Desa Suranenggala, yang lebih dikenal dengan sebutan Bedulan, memiliki sejarah yang kaya akan legenda dan amanat leluhur yang masih dipegang teguh hingga saat ini.

Salah satu larangan yang masih diamalkan oleh warga adalah larangan menanam labu hitam, sebuah tanaman yang memiliki kaitan erat dengan sejarah leluhur desa ini.

Menurut cerita turun-temurun, Desa Suranenggala atau Bedulan memiliki asal-usulnya dari seorang tokoh bernama Nyi Mas Baduran.

Dalam pertarungan dahulu, Nyi Mas Baduran dikabarkan kalah karena terjerat pohon labu hitam.

Baca Juga: Menelusuri Tempat Bersejarah Nusantara: Mengungkap Sejarah Situs Keramat Cimandung di Kabupaten Cirebon

Sebelum meninggal, ia memberikan amanat kepada keturunannya untuk tidak menanam tanaman tersebut di wilayah Bedulan.

Larangan tersebut, hingga kini, masih dipegang teguh oleh warga Bedulan.

Tanaman labu hitam tidak akan ditemui di wilayah ini sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan sejarah leluhur mereka.

Sebelum menjadi Desa Suranenggala atau Bedulan, kawasan ini dulunya merupakan hutan rimba yang tidak berpenghuni.

Pada tahun 1556 Masehi, di bawah perintah Sunan Gunung Jati, wilayah ini merupakan bagian dari kekuasaan Kesultanan Cirebon, kerajaan Islam pertama di Jawa Barat.

Baca Juga: Kisah Pewayangan Dalam Perspektif Sejarah dan Budaya: Memahami Berbagai Sebutan dan Julukan Tokoh Wayang Anoman

Kesultanan Cirebon menjalin hubungan diplomatik dengan Kerajaan Demak, yang pada saat itu merupakan kerajaan Islam terbesar di Jawa.

Pada tahun 1562, Kesultanan Cirebon mengirim bantuan kepada Kerajaan Demak yang saat itu sedang memerangi Portugis di Sunda Kelapa (kini Jakarta).

Nyi Mas Baduran, seorang panglima wanita, ditugaskan untuk membantu persiapan pasukan Demak dengan membuka wilayah yang akan digunakan sebagai tempat persinggahan.

Dalam perjalanannya, Nyi Mas Baduran dibekali dengan sebuah selendang jimat oleh Mbah Kuwu Cirebon.

Setelah membuka wilayah tersebut dengan memanfaatkan selendang jimatnya, Nyi Mas Baduran kemudian berkelahi dengan seorang tokoh setempat bernama Ki Gede Bakung.

Baca Juga: Dunia Pewayangan Dalam Bingkai Sejarah dan Kebudayaan: Mengungkap Kelahiran Anoman, Asal Usul Tokoh Wayang yang Legendaris

Pertarungan antara keduanya berlangsung sengit, dan Nyi Mas Baduran akhirnya tewas akibat tertusuk oleh pohon labu hitam.

Sejak saat itu, larangan menanam labu hitam di wilayah Bedulan dipegang teguh oleh keturunan Nyi Mas Baduran.

Desa ini kemudian berkembang dari sebuah tempat persinggahan menjadi sebuah desa yang dikepalai oleh seorang kepala desa atau Kuwu Wertu.

Pada tahun-tahun berikutnya, Bedulan mengalami perubahan status dan pembagian wilayah, tetapi amanat leluhur untuk tidak menanam labu hitam tetap dijunjung tinggi oleh penduduknya.

Hingga kini, Desa Suranenggala atau Bedulan tetap menghormati dan menjaga larangan tersebut sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah mereka.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.