Jateng

Menelusuri Tempat Bersejarah Nusantara: Mengungkap Sejarah Situs Keramat Cimandung di Kabupaten Cirebon

Theo Adi Pratama | 22 Februari 2024, 15:00 WIB
Menelusuri Tempat Bersejarah Nusantara: Mengungkap Sejarah Situs Keramat Cimandung di Kabupaten Cirebon

AKURAT.CO Sejarah, Kabupaten Cirebon, seperti Kota dan Kabupaten Tegal, memiliki banyak situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Salah satunya adalah Situs Keramat Cimandung, yang terkenal dengan pohon raga saktinya.

Situs ini memiliki sejarah yang kaya, dipercaya sebagai tempat petilasan Raden Walangsungsang dan menjadi bagian penting dari sejarah awal terbentuknya Cirebon.

Baca Juga: Menghayati Filosofi, Sejarah dan Keunikan Candi Sukuh: 5 Fakta Tersembunyi dari Candi yang Menyerupai Piramida Kuno

Keajaiban Pohon Raga Sakti

Pohon raga sakti adalah salah satu daya tarik utama Situs Keramat Cimandung.

Pohon ini diyakini berasal dari tongkat milik Raden Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi, yang ditinggalkan di tempat tersebut.

Konon, pohon ini memiliki kekuatan magis untuk menangkal marabahaya dan mencegah orang-orang dengan niat buruk untuk masuk ke situs ini.

Tujuh Sumur Keramat

Selain pohon raga sakti, Situs Keramat Cimandung juga terkenal dengan tujuh sumur keramatnya.

Masing-masing sumur memiliki nama dan manfaat yang berbeda-beda.

Salah satunya adalah Sumur Kahuripan, yang dipercaya membawa ketentraman dalam kehidupan berkeluarga.

Baca Juga: Jejak Sejarah yang Belum Terungkap di Gunung Kidul: Mengenal 4 Tempat Pelarian Brawijaya dan Candi Terkenal

Tempat Wisata Religi

Situs Keramat Cimandung kini telah menjadi salah satu tujuan wisata religi di Cirebon.

Meskipun belum dikenakan tiket masuk, pengunjung dapat menyumbang seikhlasnya untuk biaya perawatan situs ini.

Tempat ini juga sering digunakan untuk tirakat oleh masyarakat setempat maupun dari luar kota, meskipun mayoritas yang bertirakat di sini adalah laki-laki karena kondisi tempat yang masih berbentuk hutan.

Petilasan Raden Walangsungsang

Menurut penjelasan dari Junaedi, wakil kuncen dari Cimandung, situs ini merupakan salah satu tempat belajar Raden Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi.

Setelah memilih untuk memeluk agama Islam, Raden Walangsungsang melakukan perjalanan ke Cirebon untuk mencari jati diri dan mempelajari Islam.

Di Cimandung, ia bertemu dengan seorang resi atau Brahmana dan berguru tentang etika dan tata krama.

Baca Juga: Membongkar Sisi Misteri Candi Bratawali: Peninggalan Hindu Kuno yang Menyimpan Sejarah Panjang

Sejarah Situs Keramat Cimandung

Cimandung diyakini telah ada sejak zaman kerajaan Indraprahasta, sebuah kerajaan Hindu yang berada di daerah sebelum terbentuknya Cirebon.

Namun, referensi sejarah yang menghubungkan Cimandung dengan Kerajaan Indraprahasta sulit ditemukan.

Hal ini kemungkinan karena kerajaan tersebut telah musnah oleh Rahyang Sanjaya setelah kalah perang, sehingga peninggalan-peninggalannya pun hancur.

Situs Keramat Cimandung menjadi bagian penting dari warisan sejarah Cirebon dan tetap menjadi tempat yang dikunjungi oleh wisatawan untuk merasakan aura spiritual dan keindahan alamnya.

Dengan segala keunikannya, Situs Keramat Cimandung tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dieksplorasi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.