Gedung Bersejarah: Omah Demamit, Jejak Sejarah di Pekarangan Bapak Agus Subiyanto

AKURAT.CO Sejarah, Omah Demamit, sebuah bangunan bersejarah yang berdiri megah di pekarangan rumah Bapak Agus Subiyanto, mengundang kita untuk menjelajahi kisah masa lalu yang penuh misteri dan keberanian.
Berdasarkan cerita dari Ibu Sukari, seorang warga setempat berusia 75 tahun, bangunan ini memiliki peran strategis pada masa perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Sejarah dan Nama "Omah Demamit"
Omah Demamit, begitu warga sekitar menyebutnya, dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan bahan peledak pada era penjajahan Belanda.
Kompleks bangunan ini, yang kini hanya menyisakan beberapa struktur, awalnya merupakan bagian dari kompleks bangunan besar yang dimiliki oleh orang Belanda.
Pagar tembok setinggi orang dewasa dulunya melingkupi kompleks ini, meskipun sisa pagar kini sudah tidak terlihat di permukaan.
Perjalanan Kepemilikan yang Panjang
Menurut Ibu Sukari, bekas rumah Belanda ini pernah ditempati oleh Lurah Jagabaya bernama Sukarjo, kemudian diturunkan kepada anaknya Zainal.
Selanjutnya, rumah ini mengalami perpindahan kepemilikan hingga berada di tangan Agus Subiyanto.
Ketika dipimpin oleh orang Belanda, pekarangan sekitarnya bahkan berubah menjadi pasar setiap kali mereka menerima gaji, menandakan kemakmuran pemiliknya saat itu.
Namun, nama dan profesi orang Belanda yang pernah tinggal di sini masih menjadi misteri, dan tidak ada catatan pasti tentang kapan rumah ini dihuni atau kapan orang Belanda meninggalkan tempat tersebut.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Situs Gua Siluman: Peninggalan Cagar Budaya yang Terlupakan di Yogyakarta
Arsitektur Unik Omah Demamit
Omah Demamit menunjukkan keunikan arsitekturnya dengan bentuk persegi dan atap melengkung.
Bangunan ini memiliki dimensi panjang 288 cm, lebar 288 cm, tinggi atap 335 cm, tinggi dinding 230 cm, dan tebal dinding 33 cm.
Kusen pintu yang menghadap ke timur memiliki ukuran panjang 78 cm dan lebar 58 cm, dengan plat logam pada bagian luar berukuran panjang 69 cm dan lebar 5 cm.
Di dalam ruang Omah Demamit, terdapat profil tiga susun yang berbentuk piramida terbalik di keempat sudutnya.
Meskipun fungsinya belum diketahui, profil ini menambah misteri keberadaan bangunan ini.
Fondasi Bekas Bangunan Belanda
Sebagai tambahan, sekitar 10 meter sebelah timur Omah Demamit, terdapat fondasi bekas bangunan Belanda yang oleh masyarakat setempat disebut "loji".
Fondasi ini, sebagian tertutup oleh bangunan rumah penduduk saat ini, memiliki struktur bata kuno dengan undakan berplester bligon.
Ukuran struktur sisi barat panjang 18,7 m, sisi selatan 4,9 m, dan tebal 30 cm menunjukkan kekokohan bangunan Belanda pada masanya.
Gudang Senjata Peninggalan Belanda di Lokasi Lain
Selain Omah Demamit yang berada di Bantul ini, ternyata ada juga di tempat lain tepatnya di Klaten yakni Omah Demit.
Omah Demit yang berdiri kokoh di ujung bukit ini membawa kita pada jejak sejarah masa lalu.
Lokasi ini, dikenal sebagai Bukit Patrum Photorium, dahulu merupakan kawasan pertambangan kapur yang aktif pada zaman kolonial Belanda.
Bangunan ini, yang sekarang dijuluki Omah Demit, merupakan peninggalan bersejarah dari masa itu.
Meskipun bangunan ini terlihat jelas dari mata, kebanyakan warga setempat percaya bahwa memasuki rumah ini tidak sembarangan.
Faktanya, tak ada akses jalan yang menuju ke rumah tersebut, dan tempat ini tidak dapat diakses karena tidak tersambung dengan kawasan bukit di sekitarnya.
Menurut Kepala Desa Krakitan, Nurdin, dulu ada akses yang menyambungkan, tetapi karena faktor alam dan dampak dari kegiatan pertambangan, akses tersebut ambrol. Hal ini membuat Omah Demit berdiri sendiri di atas bukit dengan dimensi tak lebih dari 2 x 2 meter.
Selain itu ada juga gudang tempat penyimpanan senjata yang ada di Situ Bagendit Garut.
Selain karena pesona alam yang indah ternyata Situ bagendit juga menyimpan rahasia yaitu adanya bangunan bekas gudang senjata.
Salah satu daya tarik utama di Situ Bagendit adalah bangunan bekas gudang senjata peninggalan penjajahan Belanda, yang memberikan nuansa sejarah yang mendalam.
Bangunan ini, berukuran sekitar 2-3 meter persegi, menghadirkan nuansa sejarah yang kental.
Dilengkapi dengan pintu baja dan ventilasi udara yang terpasang jeruji besi, gudang ini dahulu menjadi tempat penyimpanan senjata, amunisi, dan peralatan perang pada masa penjajahan.
Pembangunan dua bangunan gudang dipercayai terjadi selama pertempuran di daerah Desa Cimareme pada masa pemerintahan KH Hasan Arif, sang juragan padi.
Baca Juga: Keindahan dan Sejarah Omah Demit: Rumah Peninggalan Belanda di Bukit Patrum Photorium, Klaten
Meski kondisinya telah berubah seiring waktu, eksistensi gudang-gudang ini tetap menjadi daya tarik yang memikat pengunjung.
Selain bangunan gudang, di Situ Bagendit juga ditemukan peninggalan sejarah lainnya, termasuk meriam dan dermaga bekas tambatan kapal amfibi.
Peninggalan ini, berasal dari masa penjajahan sekitar tahun 1919, menciptakan lapisan kedalaman dalam pengalaman berkunjung ke destinasi ini.
Dengan banyaknya tempat bersejarah seperti Omah Demamit, Omah Demit dan gudang penyimpan persenjataan di Situ Bagendit semoga bisa menarik perhatian pemerhati sejarawan di Indonesia atau mereka yang peduli dengan sejarah untuk bisa menjaga keutuhan cagar budaya ini.
Karena dengan kita tetap menjaga cagar budaya ini, maka kita bisa membantu memberikan pemahaman mendalam terkait sejarah yang ada kepada generasi penerus agar nanti mereka tidak melupakan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik








