Jateng

Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik

Theo Adi Pratama | 25 Oktober 2026, 14:18 WIB
Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik
Foto Ilustrasi: proses pembelajaran dasar ketajaman intuisi - dokumen pribadi

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan, upaya menjaga keseimbangan diri menjadi perhatian banyak orang. Selain menjaga kesehatan fisik, masyarakat juga semakin tertarik mengenal pendekatan holistik yang memandang manusia sebagai kesatuan antara tubuh, pikiran, dan aspek batin.

Salah satu konsep yang diperkenalkan dalam pendekatan tersebut adalah sel energy prana.

Master Susie, specialist holistic sel energy prana universe, memperkenalkan konsep sel energi prana sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk membantu masyarakat mengenal diri, memahami keseimbangan energi, serta mengembangkan kesadaran terhadap kondisi tubuh dan pikiran.

Menurut Master Susie, energi adalah inti dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Setiap detak jantung, setiap pikiran dan setiap emosi adalah manifestasi dari energi yang mengalir dalam diri kita.

"Saat kita mulai memahami dan menghargai kekuatan energi ini, kita menyadari bahwa kita bukan hanya individu yang terpisah, tetapi bagian dari jaringan kosmik yang saling terhubung," kata Master Susie di Ungaran, Ahad (25/10/2026).

Lantas, apa yang dimaksud sel energi prana?. Master Susie mengatakan, prana adalah energi kehidupan, energi cinta kasih. Prana atau energi chi adalah teknik penyembuhan yang didasarkan atas struktur keseluruhan tubuh manusia yang terdiri dari tubuh fisik dan tubuh energi yang tidak tampak yang disebut tubuh bioplasmik.

"Penyembuhan dengan memanfaatkan energi prana merupakan metode penyembuhan berdasarkan ilmiah. Bukan mistis dan dapat dipelajari sesuai dengan tingkatannya. Ketika energi tubuh diperbaiki, tubuh fisik pun menjadi baik, sehat, segar dan bahagia," jelas Master Susie.

Dalam berbagai kesempatan, banyak orang bertanya, bisakah dua orang bertukar energi?. Dijelaskan Master Susie, bahwa hal itu sangat mungkin terjadi. Pasalnya, diantara dua orang dapat merasakan energi.

Hal ini, kata Master Susie, seringkali terwujud sebagai rasa keterhubungan yang kuat, pemahaman intuitif, atau sensasi fisik seperti kehangatan atau kesemutan.

"Berbagi energi dengan seseorang dapat membuat interaksi terasa lebih mendalam dan bermakna," ujarnya.

Dikatakan Master Susie, pengenalan terhadap konsep energi prana juga dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan pentingnya kesadaran diri dan pengembangan potensi manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, menurut Master Susie, seseorang kerap dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, hingga tuntutan sosial.

Situasi tersebut membutuhkan kemampuan mengelola emosi, berpikir jernih, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

"Melalui pendekatan holistik, masyarakat diajak menyediakan ruang untuk memahami kebutuhan diri, menjaga ketenangan, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih seimbang," ujarnya.

Selain itu, penting bagi manusia mengasah intuisi dalam kecerdasan. Intuisi adalah tanpa mengetahui bagaimana anda mengetahuinya. Ini adalah cara mengetahui yang melampaui fakta, logika dan analisis rasional.

"Dengan intuisi bisa untuk kuat, tangguh, tahu semuanya, sehat bahagia, serta baik untuk menuju sukses gemilang dan bersinar," ujarnya.

Master Susie menekankan bahwa pengenalan terhadap diri sendiri merupakan proses yang membutuhkan latihan, kedisiplinan, dan keterbukaan untuk terus belajar.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih sadar dan bertanggung jawab.

Melalui pengenalan konsep energi prana, Master Susie berharap masyarakat semakin tertarik memahami hubungan antara tubuh, pikiran, kesadaran diri, dan kualitas kehidupan.

"Upaya menjaga keseimbangan diri bukan hanya tentang mengenal sebuah konsep, melainkan juga membangun kebiasaan yang mendukung kehidupan yang lebih sehat, sadar, dan bermakna," pungkasnya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.