Jateng

Sejarah dan Perjalanan Situs Gua Siluman: Peninggalan Cagar Budaya yang Terlupakan di Yogyakarta

Theo Adi Pratama | 17 Januari 2024, 11:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Situs Gua Siluman: Peninggalan Cagar Budaya yang Terlupakan di Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Yogyakarta, kota dengan sejarah panjangnya, menyimpan banyak cagar budaya yang menceritakan kejayaan masa lalu.

Salah satunya adalah Situs Gua Siluman, sebuah pesanggrahan bekas pabrik senjata Sultan Hamengku Buwono II yang terletak di Jalan Wonocatur, Banguntapan, Bantul.

Baca Juga: Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

Sejarah Pesanggrahan Wonocatur

Sultan HB II dikenal sebagai pemimpin yang gemar membangun pesanggrahan.

Dari catatan sejarah, diketahui bahwa setidaknya ada 13 pesanggrahan yang dibangun olehnya, termasuk Pesanggrahan Wonocatur atau yang lebih dikenal sebagai Situs Gua Siluman.

Menurut Budianto, Juru Pelihara BPK Wilayah X Yogyakarta, pesanggrahan ini bukan hanya tempat peristirahatan, melainkan juga fungsi pabrik senjata pada masa Sultan HB II.

Keunikan Arsitektur dan Patung di Gua Siluman

Di dalam kompleks Situs Gua Siluman, terdapat kolam yang dulunya dialiri air dari sungai yang melintasi pesanggrahan.

Bangunan di tengah kompleks tersebut dulu menjadi saluran air yang mengalir ke kolam, memberikan nuansa sejuk dan indah.

Patung berbentuk naga dan burung beri, atau garuda, di pojok timur dan barat situs juga menjadi bagian dari keunikan arsitektur Gua Siluman.

Patung-patung tersebut dahulu mengeluarkan air dari mulutnya yang kemudian ditampung di dalam kolam.

Baca Juga: Peristiwa Sejarah 16 Januari 1950: Hari Pembubaran Nerkai dan Cikal Bakal Palang Merah Indonesia

Peran Gua Siluman sebagai Pabrik Senjata

Selain sebagai tempat istirahat, Gua Siluman juga memiliki sejarah sebagai pusat kegiatan militer.

Himawan Prasetyo, Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, mengungkapkan bahwa situs ini menjadi pabrik pembuatan senjata pada era Sultan HB II.

Dua meriam hasil produksi Gua Siluman dapat ditemukan di Keraton Yogyakarta, menjadi bukti sejarah penting yang diwariskan.

Terlupakan dan Terbengkalai

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Situs Gua Siluman mengalami masa terlupakan dan terbengkalai.

Pada tahun 2017, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) melakukan konsolidasi untuk memperkuat bangunan yang mulai rapuh.

Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada tahun 2018 untuk memulihkan situs bersejarah ini.

Baca Juga: Mengenang Momen Penting dan Bersejarah pada 16 Januari: Sejarah serta Makna Hari-Hari Khusus

Upaya Pemugaran dan Pelestarian

Pemugaran yang dilakukan pada 2018 difokuskan pada dinding gua yang mengalami kerusakan parah.

Upaya ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini.

Dengan adanya pemugaran tersebut, diharapkan Situs Gua Siluman dapat terus dijaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Saat ini, Situs Gua Siluman menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu, dan upaya pemugaran menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali keindahan dan makna sejarah yang terkandung di dalamnya.

Melalui pemeliharaan dan kesadaran kolektif, cagar budaya ini dapat terus menjadi bagian yang hidup dari identitas dan warisan budaya Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.