Sejarah dan Perjalanan Situs Gua Siluman: Peninggalan Cagar Budaya yang Terlupakan di Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Yogyakarta, kota dengan sejarah panjangnya, menyimpan banyak cagar budaya yang menceritakan kejayaan masa lalu.
Salah satunya adalah Situs Gua Siluman, sebuah pesanggrahan bekas pabrik senjata Sultan Hamengku Buwono II yang terletak di Jalan Wonocatur, Banguntapan, Bantul.
Baca Juga: Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan
Sejarah Pesanggrahan Wonocatur
Sultan HB II dikenal sebagai pemimpin yang gemar membangun pesanggrahan.
Dari catatan sejarah, diketahui bahwa setidaknya ada 13 pesanggrahan yang dibangun olehnya, termasuk Pesanggrahan Wonocatur atau yang lebih dikenal sebagai Situs Gua Siluman.
Menurut Budianto, Juru Pelihara BPK Wilayah X Yogyakarta, pesanggrahan ini bukan hanya tempat peristirahatan, melainkan juga fungsi pabrik senjata pada masa Sultan HB II.
Keunikan Arsitektur dan Patung di Gua Siluman
Di dalam kompleks Situs Gua Siluman, terdapat kolam yang dulunya dialiri air dari sungai yang melintasi pesanggrahan.
Bangunan di tengah kompleks tersebut dulu menjadi saluran air yang mengalir ke kolam, memberikan nuansa sejuk dan indah.
Patung berbentuk naga dan burung beri, atau garuda, di pojok timur dan barat situs juga menjadi bagian dari keunikan arsitektur Gua Siluman.
Patung-patung tersebut dahulu mengeluarkan air dari mulutnya yang kemudian ditampung di dalam kolam.
Baca Juga: Peristiwa Sejarah 16 Januari 1950: Hari Pembubaran Nerkai dan Cikal Bakal Palang Merah Indonesia
Peran Gua Siluman sebagai Pabrik Senjata
Selain sebagai tempat istirahat, Gua Siluman juga memiliki sejarah sebagai pusat kegiatan militer.
Himawan Prasetyo, Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, mengungkapkan bahwa situs ini menjadi pabrik pembuatan senjata pada era Sultan HB II.
Dua meriam hasil produksi Gua Siluman dapat ditemukan di Keraton Yogyakarta, menjadi bukti sejarah penting yang diwariskan.
Terlupakan dan Terbengkalai
Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Situs Gua Siluman mengalami masa terlupakan dan terbengkalai.
Pada tahun 2017, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY) melakukan konsolidasi untuk memperkuat bangunan yang mulai rapuh.
Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada tahun 2018 untuk memulihkan situs bersejarah ini.
Baca Juga: Mengenang Momen Penting dan Bersejarah pada 16 Januari: Sejarah serta Makna Hari-Hari Khusus
Upaya Pemugaran dan Pelestarian
Pemugaran yang dilakukan pada 2018 difokuskan pada dinding gua yang mengalami kerusakan parah.
Upaya ini merupakan bagian dari usaha untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini.
Dengan adanya pemugaran tersebut, diharapkan Situs Gua Siluman dapat terus dijaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Saat ini, Situs Gua Siluman menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu, dan upaya pemugaran menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali keindahan dan makna sejarah yang terkandung di dalamnya.
Melalui pemeliharaan dan kesadaran kolektif, cagar budaya ini dapat terus menjadi bagian yang hidup dari identitas dan warisan budaya Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time








