Jateng

Take Home Pay Pekerja Pabrik Salatiga 2027: UMK Rp2,96 Juta, Gaji Bersih Cuma Rp2,85 Juta

Theo Adi Pratama | 2 November 2026, 04:33 WIB
Take Home Pay Pekerja Pabrik Salatiga 2027: UMK Rp2,96 Juta, Gaji Bersih Cuma Rp2,85 Juta
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Menghitung potensi take home pay pekerja pabrik di Salatiga 2027 bukan sekadar angka UMK di slip gaji, karena setelah dipotong BPJS Kesehatan, JHT, dan JP, gaji bersih yang benar-benar masuk rekening bisa jadi cuma sekitar Rp2,8 juta.

Bayangkan seorang pekerja pabrik di Salatiga bernama Bambang. Setiap tanggal muda, ia membuka aplikasi mobile banking dan melihat angka yang masuk.

Angka itu bukan angka yang tertulis di berita. Angka itu bukan UMK. Angka itu adalah sisanya—setelah dipotong iuran wajib yang tidak pernah ia negosiasikan.

Pada 2027, ketika UMK Salatiga diusulkan naik 10 persen menjadi sekitar Rp2,968 juta, pertanyaannya sederhana: berapa yang benar-benar sampai ke rekening Bambang?

UMK Salatiga 2026: Rp2.698.273, Titik Berangkat

Sepanjang 2026, UMK Kota Salatiga ditetapkan Rp2.698.273,24. Angka ini lebih rendah dari Kota Semarang yang menyentuh Rp3,7 juta, tapi lebih tinggi dari Kota Surakarta yang hanya Rp2,57 juta. Bagi pekerja pabrik di Salatiga, angka ini adalah dasar—bukan hasil akhir.

Pemerintah Kota Salatiga melalui Disperinnaker sudah menegaskan bahwa tidak ada penangguhan pembayaran UMK 2026.

Semua perusahaan wajib membayar sesuai ketentuan, dan pengawasan tetap berjalan.

Simulasi 2027: Naik 10 Persen, Tapi Tetap di Bawah Rp3 Juta

Buruh di Salatiga berharap UMK 2027 naik 10 persen. Jika harapan itu terwujud, UMK Salatiga 2027 menjadi sekitar Rp2.968.000—naik sekitar Rp269.827 dari tahun sebelumnya.

Angka ini belum final. Disperinnaker Salatiga menyebut belum ada angka resmi, dan penetapan paling lambat 25 November 2026.

Untuk simulasi, kita pakai dua skenario: kenaikan 10 persen (harapan buruh) dan kenaikan 7,28 persen (mengikuti pola UMP Jateng 2026).

Skenario

UMK 2026

Kenaikan

UMK 2027 (Simulasi)

Harapan Buruh (10%)

Rp2.698.273

+Rp269.827

±Rp2.968.100

Pola UMP (7,28%)

Rp2.698.273

+Rp196.434

±Rp2.894.707

Sumber: simulasi berdasarkan UMK Salatiga 2026 dan usulan kenaikan 10 persen.

Potongan Wajib: BPJS, JHT, dan JP

Inilah bagian yang jarang masuk berita. Setiap bulan, gaji bruto pekerja dipotong untuk tiga program:

Potongan

Persentase Karyawan

Batas Upah (2026)

BPJS Kesehatan

1%

Rp12.000.000

JHT

2%

Tanpa batas

JP

1%

Rp11.086.300

Sumber: aturan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026.

JKK dan JKM tidak dipotong dari gaji pekerja. Keduanya ditanggung perusahaan. Jadi, kalau kamu melihat potongan “JKK” atau “JKM” di slip gaji, itu bukan potongan untukmu.

Tabel: Take Home Pay Pekerja Pabrik Salatiga 2027

Mari kita hitung. Pekerja lajang, baru setahun bekerja, gaji bruto mengikuti UMK 2027 simulasi 10 persen: Rp2.968.100.

Tidak ada tunjangan. Tidak ada lembur. Tidak ada potongan pajak (penghasilan di bawah PTKP).

Komponen

Nominal

Gaji Bruto (UMK 2027)

Rp2.968.100

Potongan BPJS Kesehatan (1%)

Rp29.681

Potongan JHT (2%)

Rp59.362

Potongan JP (1%)

Rp29.681

Total Potongan

Rp118.724

Gaji Bersih (Take Home Pay)

±Rp2.849.376

Ilustrasi berdasarkan aturan potongan BPJS karyawan 2026 dan simulasi UMK 2027.

Gaji bersihnya sekitar Rp2,85 juta. Bukan Rp2,97 juta. Selisihnya Rp118.724—setara dengan uang makan selama seminggu, atau satu bulan kuota internet, atau dua kali servis motor.

Kalau skenario 7,28 persen yang dipakai (Rp2.894.707), gaji bersihnya menjadi sekitar Rp2.779.001. Selisih dari gaji bruto sekitar Rp115.706.

PPh 21: Kapan Mulai Memotong?

Untuk pekerja lajang dengan gaji di kisaran UMK, PPh 21 biasanya nol.

Penghasilan setahun sekitar Rp35,6 juta, sementara PTKP untuk lajang (TK/0) adalah Rp54 juta.

Artinya, belum ada pajak yang perlu dipotong. Bagi pekerja pabrik yang gajinya pas UMK, potongan BPJS-lah yang lebih terasa.

“Kok Gajiku Nggak Pernah Sampai Angka di Berita?”

Karena berita selalu menyebut gaji bruto. Berita menyebut UMK, bukan take home pay.

Berita menyebut angka sebelum potongan, bukan angka yang masuk rekening.

Pekerja pabrik di Salatiga dengan UMK 2027 simulasi 10 persen akan melihat slip gaji dengan angka Rp2.968.100 di baris paling atas.

Tapi di baris paling bawah, angka yang ditransfer ke rekening adalah Rp2.849.376.

Bagi pekerja yang tinggal di kos Rp600 ribu, makan Rp900 ribu, transportasi Rp200 ribu, dan listrik Rp150 ribu, sisa uangnya sekitar Rp999 ribu.

Itu sebelum kuota internet, laundry, dan keperluan darurat. Kalau ada potongan lain dari perusahaan—misalnya iuran koperasi atau pinjaman—sisa itu bisa lebih kecil lagi.

KHL: Rp3 Juta, dan Gap yang Tidak Pernah Selesai

Buruh Salatiga sudah lama menyuarakan bahwa biaya hidup layak di kota ini berada di kisaran Rp3 juta.

Dengan UMK 2027 simulasi 10 persen, gaji bruto Rp2,968 juta masih di bawah angka itu. Gaji bersihnya, Rp2,85 juta, bahkan lebih jauh lagi.

Pekerja pabrik di Salatiga, Bambang (26), mengatakan bahwa UMK idealnya mampu menyesuaikan kebutuhan hidup.

“Kalau usulan UMK sesuai KHL, buruh bisa hidup secara layak,” katanya, dikutip Lingkarjateng.id. Rekan kerjanya, Imam, menambahkan: “Kalau upah yang didapat setiap bulan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup, bagaimana kami bisa hidup layak?”.

Jadi, berapa take home pay pekerja pabrik Salatiga 2027? Jawabannya: sekitar Rp2,85 juta dengan skenario kenaikan 10 persen.

Angka itu bukan angka yang bisa dipakai untuk hidup mewah. Tapi setidaknya, sekarang kamu tahu: yang masuk rekening bukan UMK. Yang masuk rekening adalah UMK setelah dipotong BPJS.

Dan selama berita terus menyebut angka bruto, pekerja akan terus bertanya, “Kok gajiku nggak pernah sampai angka di berita?”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.