Jateng

UMK Semarang 2027 Rp4,05 Juta: Gaji Pokok 100% vs 75%, Siapa yang Lebih Untung?

Theo Adi Pratama | 1 November 2026, 04:12 WIB
UMK Semarang 2027 Rp4,05 Juta: Gaji Pokok 100% vs 75%, Siapa yang Lebih Untung?
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Simulasi UMK Jateng 2027 memang bikin angka di slip gaji naik, tapi komposisi gaji pokok versus tunjangan tetap bisa membuat dua pekerja dengan UMK sama menerima THR, lembur, dan pesangon yang berbeda—dan di sinilah “naik” berubah jadi ilusi yang rapi.

Bayangkan dua pekerja di Semarang. Namanya Rina dan Slamet. Keduanya bekerja di perusahaan yang berbeda, sama-sama lajang, sama-sama baru setahun bekerja. Tahun 2027, UMK Kota Semarang naik ke Rp4.053.371.

Rina menerima gaji pokok Rp4.053.371 tanpa tunjangan. Slamet menerima gaji pokok Rp3.040.028 plus tunjangan tetap Rp1.013.343. Totalnya sama: Rp4.053.371.

Di rekening, angka yang masuk sama. Di slip gaji, ceritanya berbeda.

Baca Juga: Pekerja Kontrak vs Tetap di Jateng 2027: UMK Sama, Tapi Gaji Bisa Beda Rp1 Juta

UMK 2027: Angka yang Sama, Struktur yang Beda

Pembahasan UMK 2027 masih berlangsung. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen. Kalau skenario 9,5 persen dipakai, beberapa daerah bergerak seperti ini:

Daerah

UMK 2026

Simulasi 2027 (9,5%)

Kota Semarang

Rp3.701.709

Rp4.053.371

Kab. Demak

Rp3.122.805

±Rp3.419.471

Kab. Kendal

Rp2.992.994

±Rp3.277.328

Kab. Banjarnegara

Rp2.327.813

±Rp2.548.955

Sumber: simulasi berdasarkan UMK 2026 dan usulan KSPI .

Angka ini berlaku untuk semua pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Setelah setahun, yang berlaku bukan lagi UMK, melainkan struktur skala upah yang disusun perusahaan.

PP 49/2025: Gaji Pokok Boleh 75 Persen, Tapi Ada Jebakannya

Di sinilah komposisi jadi penting. PP No. 49/2025 mengatur bahwa upah minimum terdiri dari upah pokok tanpa tunjangan atau upah pokok plus tunjangan tetap.

Kalau perusahaan memilih struktur upah pokok plus tunjangan tetap, ada aturan tambahan: upah pokok minimal 75 persen dari total upah pokok dan tunjangan tetap.

Artinya, untuk UMK Rp4.053.371, perusahaan boleh menetapkan:

  • Gaji pokok 100 persen: Rp4.053.371, tunjangan tetap Rp0.

  • Gaji pokok 75 persen: Rp3.040.028, tunjangan tetap Rp1.013.343.

Dua-duanya sah. Dua-duanya memenuhi UMK. Tapi dampaknya ke dompet pekerja tidak sama.

Tabel: Simulasi Gaji Pokok vs Tunjangan Setelah UMK 2027 Naik

Komponen

Struktur A: Gaji Pokok 100%

Struktur B: Gaji Pokok 75% + Tunjangan Tetap 25%

Gaji Pokok

Rp4.053.371

Rp3.040.028

Tunjangan Tetap

Rp0

Rp1.013.343

Total (UMK)

Rp4.053.371

Rp4.053.371

Basis THR

Rp4.053.371

Rp4.053.371

Basis Lembur

Rp4.053.371

Rp4.053.371

Basis Pesangon

Rp4.053.371

Rp4.053.371

Kenaikan gaji tahunan (asumsi 5% dari gaji pokok)

Rp202.669

Rp152.001

Ilustrasi berdasarkan PP 49/2025 dan aturan komposisi upah pokok minimal 75 persen .

Perhatikan baris terakhir. Kalau perusahaan menaikkan gaji berdasarkan persentase dari gaji pokok, pekerja dengan Struktur A mendapat kenaikan Rp202.669, sementara Struktur B hanya Rp152.001. Selisihnya Rp50.668 per tahun. Kecil? Mungkin. Tapi dalam sepuluh tahun, selisihnya cukup untuk uang muka motor.

Tunjangan Tetap vs Tunjangan Tidak Tetap: Bedanya di Sini

Yang sering luput: tunjangan tetap masuk hitungan UMK. Tunjangan tidak tetap tidak. Uang makan, uang transport, dan uang kehadiran sering dikategorikan sebagai tunjangan tidak tetap. Artinya, perusahaan bisa menetapkan gaji pokok persis UMK, lalu menambahkan tunjangan tidak tetap di atasnya. Total yang diterima pekerja lebih besar, tapi basis THR, lembur, dan pesangon tetap hanya gaji pokok.

Bagi pekerja, struktur ini terasa lebih “cair” karena uang yang masuk lebih banyak. Tapi jangan salah: tunjangan tidak tetap bisa dicabut kapan saja, tergantung kebijakan perusahaan. Tunjangan tetap tidak.

“Kami Diberi Gaji Pokok UMK, Tunjangan Dianggap Bonus”

Seorang pekerja kontrak di Semarang, yang minta namanya tidak ditulis, mengaku perusahaannya memakai pola gaji pokok persis UMK dan tunjangan tidak tetap untuk uang makan dan transport. “Kalau lembur, hitungannya dari gaji pokok. THR juga dari gaji pokok. Tunjangan itu dianggap bonus, padahal saya butuh setiap bulan,” katanya.

Ia tidak menuntut gaji lebih tinggi. Ia hanya ingin komposisinya jelas. “Kalau tunjangan tetap, kami tahu itu hak. Kalau tidak tetap, kami tahu itu bisa hilang,” ujarnya.

Jadi, Naik atau Cuma “Naik di Kertas”?

UMK 2027 akan menaikkan angka di slip gaji. Tapi komposisi gaji pokok versus tunjangan menentukan seberapa besar kenaikan itu benar-benar terasa dalam THR, lembur, pesangon, dan kenaikan gaji tahunan.

Pekerja dengan gaji pokok 100 persen UMK mendapat basis perhitungan yang lebih tinggi. Pekerja dengan gaji pokok 75 persen dan tunjangan tetap 25 persen mendapat total yang sama, tapi basis THR, lembur, dan pesangon tetap sama—hanya kenaikan persentase yang lebih kecil.

Selama perusahaan memilih struktur yang menguntungkan mereka, dan pekerja tidak memahami bedanya, UMK 2027 hanya akan menjadi angka baru di baris paling atas slip gaji. Bukan jaminan bahwa kesejahteraan ikut naik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.