Jateng

Carb Loading Borobudur Marathon: 8–12 Gram per Kg, Bukan Satu Piring Nasi Goreng

Theo Adi Pratama | 1 November 2026, 14:05 WIB
Carb Loading Borobudur Marathon: 8–12 Gram per Kg, Bukan Satu Piring Nasi Goreng
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Carb loading bukan ajakan makan sepiring besar nasi goreng jam sebelas malam sebelum lomba; protokolnya berjalan tiga hari, 8–12 gram karbohidrat per kilogram berat badan per hari, dan buat pelari 70 kilogram itu berarti 560–840 gram karbohidrat setiap hari—bukan satu piring, tapi sepanjang hari.

Bayangkan malam sebelum Borobudur Marathon. Kamu sudah menyiapkan jersey, sepatu, dan race pack.

Lalu kamu membuka aplikasi pesan antar, memesan porsi besar nasi goreng, dan berpikir, “Ini carb loading-nya.”

Besok pagi, perutmu terasa penuh, kembung, dan di kilometer lima kamu sudah mulai bernegosiasi dengan lambung sendiri.

Itu bukan carb loading. Itu makan malam berlebihan yang dibungkus istilah olahraga.

Carb loading yang benar bukan soal satu kali makan besar. Ia adalah strategi tiga hari yang dirancang untuk mengisi penuh glikogen di otot dan hati, sehingga tubuh punya bahan bakar cukup saat berlari 42 kilometer di rute Magelang yang naik-turun. Dan seperti semua strategi, ia butuh hitungan, bukan nafsu.

Baca Juga: Half Marathon Borobudur: Strategi Pace untuk Pelari yang Ingin Finis, Bukan Cuma Start

Kenapa Harus Tiga Hari, Bukan Semalam?

Otot manusia menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen. Jumlahnya terbatas—sekitar 500 gram—dan cukup untuk berlari 75–90 menit dengan intensitas sedang hingga tinggi. Setelah itu, tubuh mulai membakar lemak.

Lemak bekerja lebih lambat, dan di situlah tembok itu muncul: kaki terasa berat, pace turun, dan kepala mulai menghitung sisa kilometer.

Carb loading memperlambat kedatangan tembok itu dengan menambah stok glikogen sebelum tembakan mulai. Protokol modern tidak lagi memakai fase “pengosongan” yang menyiksa.

Penelitian menunjukkan bahwa satu hingga tiga hari asupan karbohidrat tinggi sudah cukup untuk meningkatkan cadangan glikogen secara signifikan.

Untuk Borobudur Marathon 2026 yang digelar Minggu, 15 November, H-3 jatuh pada Kamis, 12 November.

Di titik itu, latihan sudah memasuki tapering, dan yang perlu dilakukan bukan menambah kilometer, melainkan menambah porsi karbohidrat dengan cara yang terukur.

Angka yang Perlu Kamu Hafal: 8–12 Gram per Kilogram

Panduan umum carb loading untuk lomba yang berlangsung lebih dari 90 menit adalah 8–12 gram karbohidrat per kilogram berat badan per hari, dimulai dua sampai tiga hari sebelum lomba.

Angka itu terdengar abstrak. Mari kita terjemahkan.

Berat Badan

Target Harian (8 g/kg)

Target Harian (12 g/kg)

50 kg

400 g

600 g

60 kg

480 g

720 g

70 kg

560 g

840 g

80 kg

640 g

960 g

Sumber: panduan carb loading untuk lomba >90 menit .

Bagi pelari 70 kilogram, 840 gram karbohidrat bukan satu piring nasi. Itu lebih dari 10 centong nasi putih (satu centong sekitar 40 gram karbohidrat), ditambah roti, pisang, dan minuman manis.

Itu sebabnya carb loading disebut “makan sepanjang hari”, bukan “makan besar sekali”.

Menu Lokal yang Masuk Akal (dan Enak)

Kabar baiknya: kamu tidak perlu mencari pasta impor atau energy bar mahal. Makanan di sekitar Magelang dan Jawa Tengah sudah cukup untuk memenuhi target, asalkan porsinya diatur.

Karbohidrat utama:

  • Nasi putih (satu centong sekitar 40 g karbohidrat)

  • Bakmi godog atau bakmi goreng

  • Kentang rebus atau ubi

  • Roti tawar atau roti gandum

  • Oatmeal

Tambahan yang mudah dicerna:

  • Pisang (satu buah sekitar 27 g karbohidrat)

  • Madu atau selai pada roti

  • Jus buah tanpa gula tambahan

Protein rendah lemak:

  • Ikan bakar atau kukus

  • Ayam tanpa kulit

  • Tahu dan tempe

Siti Atikoh, istri Ganjar Pranowo, pernah memilih nasi dengan lauk ikan sebagai menu carb loading-nya sebelum Borobudur Marathon.

Pilihannya masuk akal: nasi memberi karbohidrat, ikan memberi protein yang tidak terlalu berat di lambung.

Yang perlu dihindari: gorengan berat, makanan bersantan kental, dan hidangan pedas pada H-3 dan H-2.

Bukan karena berbahaya, tapi karena memperlambat pencernaan dan meningkatkan risiko kembung di lintasan.

Jangan Lupa Air: Glikogen Butuh Teman

Setiap gram glikogen yang disimpan membawa serta air. Artinya, carb loading tanpa hidrasi yang cukup hanya akan menghasilkan urine yang lebih gelap dan otot yang tetap kosong.

Di cuaca Magelang yang lembap, ini penting. Minum air secara teratur sepanjang hari, dan tambahkan elektrolit setelah keringat keluar banyak.

Jangan menunggu haus. Rasa haus datang setelah dehidrasi mulai terjadi.

Tiga Kesalahan yang Sering Dilakukan

1. Menumpuk semua karbohidrat di malam terakhir.
Ini membuat perut penuh, tidur terganggu, dan pagi harinya tubuh terasa berat.

Sebarkan asupan sepanjang hari: sarapan, makan siang, camilan sore, dan makan malam.

2. Mencoba makanan baru di H-3.
H-3 bukan waktu untuk bereksperimen dengan menu atau suplemen baru. Kalau belum pernah kamu makan saat long run, jangan dimulai sekarang.

Sistem pencernaan punya kebiasaan sendiri, dan lomba bukan waktu yang tepat untuk mengujinya.

3. Mengabaikan serat dan lemak.
Serat tinggi dan lemak berat memperlambat pengosongan lambung.

Di H-3 dan H-2, pilih karbohidrat yang lebih mudah dicerna: nasi putih, roti tawar, kentang rebus. Simpan sayur dan buah berserat tinggi untuk setelah lomba.

Carb loading bukan tentang makan sebanyak-banyaknya. Ia tentang makan dengan angka yang jelas, di waktu yang tepat, dengan makanan yang sudah kamu kenal.

Bagi pelari Borobudur Marathon 2026, H-3 adalah Kamis, 12 November. Mulai hari itu, piringmu berubah: dua pertiga karbohidrat, sepertiga protein dan lemak baik.

Bukan karena kamu sedang diet, tapi karena kamu sedang mengisi tangki.

Tanjakan Cinta di kilometer 35 tidak peduli seberapa mahal sepatumu. Yang ia uji adalah seberapa penuh glikogenmu.

Dan glikogen itu diisi bukan di malam terakhir, tapi tiga hari sebelumnya—dengan nasi, ikan, pisang, dan kesabaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.