Jateng

BI Jateng Ajak 246 Pelajar Semarang Kenali Rupiah, LINTAS CBP 2026 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Arixc Ardana | 3 November 2026, 08:09 WIB
BI Jateng Ajak 246 Pelajar Semarang Kenali Rupiah, LINTAS CBP 2026 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

SEMARANG, JATENG.AKURAT.CO – Sebanyak 246 siswa dari 123 sekolah negeri dan swasta di Kota Semarang mengikuti Lomba Intelektual dan Tantangan Antar Siswa (LINTAS) CBP Rupiah 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat literasi keuangan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sejak usia dini.

Melalui kompetisi tersebut, BI mendorong pelajar tidak sekadar mengenal uang sebagai alat transaksi, tetapi juga memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga dan dihargai.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, mengatakan LINTAS CBP Rupiah merupakan program edukasi rutin yang telah diselenggarakan selama empat tahun.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana bagi BI untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Edukasi tersebut mencakup pengenalan uang Rupiah, cara memperlakukan uang dengan benar, hingga pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Materi lomba mencakup Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, mulai dari mengenali keaslian uang, memahami Rupiah sebagai lambang kedaulatan negara, hingga pengelolaan uang dan literasi keuangan,” kata Anggis.

Ia menjelaskan, pengenalan Rupiah kepada pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemahaman yang diperoleh tidak berhenti pada pengetahuan teoritis.

Lebih dari itu, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan keuangan yang baik serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan menghargai mata uang nasional.

Dengan melibatkan ratusan siswa dari berbagai sekolah, LINTAS CBP Rupiah diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang mendorong pelajar memahami pentingnya Rupiah.

Untuk memastikan edukasi yang diberikan berjalan efektif, Bank Indonesia juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program CBP Rupiah.

Evaluasi tersebut dilakukan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS, termasuk melalui peninjauan materi pembelajaran dan kurikulum yang diterapkan di sekolah.

Langkah ini bertujuan memastikan materi mengenai Rupiah dapat dipahami siswa secara tepat dan relevan dengan proses pembelajaran di sekolah.

Selain melalui kompetisi, BI turut mendukung penguatan literasi Rupiah lewat kegiatan edukasi langsung di sekolah maupun kunjungan siswa ke kantor Bank Indonesia.

“BI turut mendukung pembelajaran CBP Rupiah melalui kegiatan edukasi di sekolah maupun kunjungan siswa ke kantor BI. Dengan demikian, pelajar dapat memperoleh pemahaman lebih nyata mengenai Rupiah dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Anggis.

Pendekatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada pelajar.

Dengan mengenal Rupiah dari berbagai sisi, siswa dapat memahami bahwa uang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai kebangsaan dan menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Dalam LINTAS CBP Rupiah 2026, para siswa berkesempatan menguji pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai Rupiah melalui materi yang berkaitan dengan keaslian uang, kedaulatan negara, serta literasi keuangan.

Para pemenang memperoleh hadiah berupa uang tunai dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Anggis menjelaskan, sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari portofolio prestasi siswa. Dokumen itu juga berpotensi mendukung penilaian tambahan ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi pelajar untuk terus mendalami materi CBP Rupiah sekaligus mendorong partisipasi sekolah dalam kegiatan edukasi keuangan.

BI berharap LINTAS CBP Rupiah tidak hanya melahirkan siswa berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga generasi muda yang mampu mengenali keaslian uang, mengelola keuangan secara bijak, dan memiliki kebanggaan terhadap Rupiah.

Pelajar Diharapkan Jadi Agen Edukasi Rupiah

Lebih jauh, BI ingin menjadikan para peserta sebagai perpanjangan tangan edukasi Rupiah di lingkungan masing-masing.

Siswa yang telah memperoleh pemahaman mengenai CBP Rupiah diharapkan dapat membagikan pengetahuannya kepada teman sebaya, keluarga, serta masyarakat sekitar.

Dengan demikian, edukasi mengenai cara mengenali keaslian uang, memperlakukan Rupiah dengan baik, dan mengelola keuangan dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Siswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi bagi teman, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan menghargai Rupiah,” pungkas Anggis.

Melalui penyelenggaraan LINTAS CBP Rupiah 2026, Bank Indonesia berharap semangat cinta, bangga, dan paham Rupiah semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar yang cerdas secara finansial dan memiliki kesadaran untuk menjaga simbol kedaulatan bangsa.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.