Jateng

Jatim Vibes! Mengenal Sekilas Bendungan Rolak Songo: Warisan Kolonial yang Menghidupkan Pertanian dan Ekosistem di Mojokerto

Theo Adi Pratama | 7 November 2024, 11:00 WIB
Jatim Vibes! Mengenal Sekilas Bendungan Rolak Songo: Warisan Kolonial yang Menghidupkan Pertanian dan Ekosistem di Mojokerto

JATENG.AKURAT.CO, Terletak di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Bendungan Rolak Songo bukan sekadar bangunan tua yang berdiri teguh di tepi Sungai Brantas.

Dibangun pada tahun 1857 di masa kolonial Belanda, bendungan ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Dengan sembilan pintu air yang menginspirasi namanya, "Rolak Songo"—berarti “pintu sembilan” dalam bahasa Jawa—bendungan ini memegang peran vital dalam mengelola irigasi dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga: Kuliner Vibes! Yuk Mengenal Lebih Dekat Klepon Pasuruan: Jejak Sejarah hingga Menjadi Kudapan Khas Nusantara yang Mendunia

Warisan Sejarah yang Penting Bagi Mojokerto

Sejak pertama kali dibangun, Bendungan Rolak Songo memiliki fungsi utama untuk mengatur debit air Sungai Brantas yang mengalir ke daerah-daerah penting seperti Kali Mas di Surabaya dan Kali Porong di Sidoarjo.

Dengan kemampuannya mengendalikan aliran air, bendungan ini telah menjadi tulang punggung irigasi bagi ratusan hektar lahan pertanian di sekitar Mojokerto.

Tanpa bendungan ini, pertanian lokal akan kesulitan berkembang, mengingat ketergantungan lahan pertanian terhadap pasokan air yang stabil dan teratur.

Namun, sejarah panjang bendungan ini bukanlah perjalanan yang selalu mulus.

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, bendungan Rolak Songo mengalami kerusakan parah akibat konflik bersenjata, yang menyebabkan banjir besar melanda kawasan Sidoarjo dan Surabaya.

Setelah perang usai, pemerintah dan masyarakat bahu-membahu melakukan rekonstruksi, meski harus merelakan satu dari sembilan pintu airnya.

Bendungan ini pun kembali berfungsi sebagai pengatur irigasi yang vital bagi pertanian dan masyarakat.

Baca Juga: Nostalgia Kereta Wisata Heritage Ambarawa, Menyusuri Jejak Sejarah Berlatar Belakang Keindahan Danau Rawa Pening

Kebangkitan Ekonomi dan Potensi Wisata

Setelah direnovasi, Bendungan Rolak Songo tak hanya kembali berfungsi untuk irigasi, namun juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.

Kawasan sekitar bendungan kini semakin ramai dengan aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan dan kuliner.

Lokasi strategis ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menyaksikan langsung keunikan bendungan bersejarah ini.

Berkat peran bendungan ini, banyak warga sekitar yang kini memiliki sumber pendapatan baru, baik dari usaha kecil di sektor pariwisata maupun perdagangan lokal.

Masyarakat mulai memanfaatkan area di sekitar Bendungan Rolak Songo sebagai tempat rekreasi yang menarik.

Tersedia berbagai fasilitas, termasuk warung makanan dan tempat duduk, yang menjadikan bendungan ini lebih dari sekadar infrastruktur irigasi.

Bendungan Rolak Songo menjadi destinasi wisata yang membawa nuansa historis, alam, dan kebudayaan yang menyatu, memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Jogja Vibes! Jelajahi Yogyakarta dengan Segala Kekayaannya di Bulan November 2024! Ikuti Walking Tour Bersama Bersukariawalk yang Penuh Sejarah

Upaya Konservasi dan Keberlanjutan Ekosistem dengan Fishway

Sebagai bendungan yang besar, Rolak Songo tentunya membawa tantangan bagi ekosistem lokal.

Salah satu dampak negatif yang kerap muncul dari keberadaan bendungan adalah terputusnya jalur migrasi alami bagi ikan.

Hal ini bisa mengancam keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Namun, Bendungan Rolak Songo memiliki solusi inovatif yang disebut fishway atau jalur migrasi ikan.

Fishway ini dirancang khusus untuk membantu berbagai spesies ikan air tawar melanjutkan siklus hidupnya dengan aman.

Fishway di Bendungan Rolak Songo berfungsi sebagai jalur migrasi yang memungkinkan ikan untuk bergerak melewati bendungan.

Dengan adanya jalur ini, ikan tidak lagi terhalang oleh struktur fisik bendungan, sehingga dapat berkembang biak dan menjaga keseimbangan populasi.

Selain itu, fishway ini memberikan solusi efektif untuk mempertahankan ekosistem perairan, yang menjadi penting dalam upaya konservasi di wilayah Sungai Brantas.

Lebih dari sekadar alat bantu migrasi, fishway di Bendungan Rolak Songo juga menjadi aset berharga dalam penelitian konservasi.

Dengan adanya jalur khusus ini, para peneliti dapat memantau perilaku ikan dan memahami kebutuhan habitat mereka dengan lebih baik.

Fishway ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk pemahaman yang lebih dalam tentang ekologi ikan air tawar di Indonesia.

Menjaga Warisan Budaya dan Alam untuk Generasi Mendatang

Bendungan Rolak Songo adalah bukti nyata dari perpaduan antara teknologi, sejarah, dan budaya.

Sebagai bangunan berusia lebih dari 150 tahun, bendungan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pertanian masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem sungai melalui inovasi fishway.

Keberadaan bendungan ini sekaligus menjadi simbol pentingnya menjaga warisan budaya dan alam untuk kesejahteraan generasi mendatang.

Bagi para wisatawan yang berkunjung, Bendungan Rolak Songo menawarkan pengalaman yang unik: sebuah perjalanan melintasi sejarah, menyaksikan keindahan alam, dan melihat upaya manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Di balik setiap pintu air yang terbuka, terdapat kisah perjuangan masyarakat, rekayasa teknologi, dan cinta akan lingkungan yang tetap terjaga hingga saat ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.