Jateng

Kuliner Vibes! Yuk Mengenal Lebih Dekat Klepon Pasuruan: Jejak Sejarah hingga Menjadi Kudapan Khas Nusantara yang Mendunia

Theo Adi Pratama | 6 November 2024, 12:32 WIB
Kuliner Vibes! Yuk Mengenal Lebih Dekat Klepon Pasuruan: Jejak Sejarah hingga Menjadi Kudapan Khas Nusantara yang Mendunia

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tak kenal dengan klepon? Kudapan kecil berbentuk bulat dengan gula merah cair di dalamnya ini selalu berhasil memikat lidah siapa saja yang mencobanya.

Klepon diyakini berasal dari Pulau Jawa, tepatnya dari daerah Pasuruan, Jawa Timur, dan memiliki sejarah yang panjang dalam budaya kuliner masyarakat Jawa.

Keberadaan klepon sebagai bagian dari warisan kuliner Jawa dapat dilacak hingga abad ke-19.

Hal ini tercatat dalam karya sastra klasik "Serat Centhini," yang ditulis antara tahun 1814 dan 1823.

Dalam kitab ini, klepon disebutkan sebagai salah satu hidangan yang kerap disajikan dalam jamuan makan dan ritual perayaan adat.

Catatan tersebut menunjukkan betapa klepon sudah mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Jawa pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu, klepon mulai menyebar ke luar Jawa, bahkan hingga ke mancanegara.

Salah satu momen bersejarah dalam perjalanan klepon adalah ketika kudapan ini dibawa ke Eropa, tepatnya ke Belanda, pada tahun 1950-an oleh seorang imigran asal Pasuruan.

Dalam buku "Indisch leven in Nederland" karya J.M. Meulenhoff, disebutkan bahwa klepon mulai dikenal di kalangan masyarakat Belanda sebagai makanan khas Indonesia.

Sejak itu, klepon pun mendapat tempat di hati masyarakat Eropa dan menjadi simbol kelezatan kuliner Indonesia di luar negeri.

Tidak hanya di Belanda, klepon juga dikenal di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Singapura, di mana kudapan serupa dikenal dengan nama "buah Malaka."

Namun, di Indonesia sendiri, klepon memiliki variasi sebutan dan bentuk tergantung wilayahnya.

Di Sumatra dan Sulawesi, misalnya, kudapan ini sering disebut sebagai "onde-onde," meskipun di Jawa, "onde-onde" merujuk pada makanan berbentuk bulat dengan isian kacang hijau dan lapisan wijen.

Di Pasuruan, Jawa Timur, klepon menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Sentra penjualannya tersebar di sepanjang Jalur Pantura, terutama di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Harga klepon Pasuruan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per porsi, membuatnya terjangkau sebagai oleh-oleh khas.

Ciri khas klepon Pasuruan terletak pada teksturnya yang lebih kenyal dan rasanya yang gurih dibandingkan klepon dari daerah lain.

Para pedagang di sana tetap setia menggunakan resep tradisional dengan bahan-bahan alami, seperti tepung ketan, gula merah, dan pewarna alami dari daun pandan.

Proses pembuatan klepon Pasuruan yang teliti menghasilkan cita rasa unik dan autentik yang membedakannya dari klepon di tempat lain.

Banyak pengunjung yang menyatakan bahwa klepon dari Pasuruan memiliki kenikmatan yang sulit ditemukan di daerah lain, menjadikannya sebagai oleh-oleh wajib saat berkunjung ke sana.

Dengan sejarah yang kaya dan rasa yang autentik, klepon Pasuruan bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga cerminan warisan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.

Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Pasuruan, jangan lupa untuk mencicipi klepon khas ini sebagai bagian dari perjalanan kuliner Anda!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.