Indonesia Ramah Difabel! Rekomendasi Destinasi Wisata Inklusif di 4 Kota Besar, Ajak Warga Difabel Buat Merasakan Liburan

JATENG.AKURAT.CO, Indonesia, dengan kekayaan alam dan budayanya yang mempesona, merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun, masih banyak tempat wisata di Indonesia yang belum ramah difabel, sehingga menyulitkan mereka untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia.
Memahami hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong terciptanya destinasi wisata yang inklusif dan ramah difabel.
Berikut rekomendasi destinasi wisata inklusif di 4 kota besar di Indonesia yang ramah difabel:
Jakarta
Konsep Jakarta Smart City turut mengubah wajah ibu kota menjadi salah satu kota ramah difabel.
Bukan hanya transportasi umumnya, Jakarta juga memiliki ragam destinasi wisata ramah disabilitas.
Salah satu destinasi wisata yang ramah difabel di Jakarta adalah Monumen Nasional (Monas).
Fasilitas difabel di tempat ini dapat dilihat di dekat pintu masuk utama.
Terdapat kursi roda yang bisa digunakan pengunjung dengan disabilitas. Selain kursi roda, Monas juga menyiapkan ramp atau bidang miring untuk menuju toilet khusus difabel.
Tak hanya itu, Monas memiliki fasilitas lift khusus bagi pengguna kursi roda untuk menjangkau lantai paling atas.
Bandung
Bergeser ke Jawa Barat, peluncuran bus ramah difabel pada 2019 memberikan sinyal jika Bandung siap berbenah untuk menjadi kota ramah disabilitas.
Tidak hanya fasilitas publik, Bandung juga memiliki ragam destinasi wisata ramah difabel. Beberapa destinasi tersebut antara lain:
- Taman Inklusi
- Babakan Siliwangi
- Fairy Garden
Daya tarik wisata ini telah memenuhi syarat untuk disebut sebagai destinasi wisata ramah difabel.
Fairy Garden misalnya, taman edukasi yang terletak di Kabupaten Bandung Barat ini menyediakan berbagai fasilitas ramah difabel.
Yogyakarta
Nama Yogyakarta sempat naik daun karena disebut sebagai kota paling inklusif di Indonesia.
Salah satunya karena berhasil menjadi kota ramah difabel, terutama dalam penyediaan fasilitas di tempat-tempat umum dan destinasi wisata.
Destinasi wisata ramah difabel di Yogyakarta antara lain:
Museum Benteng Vredeburg, tempat wisata ini disebut sebagai destinasi wisata ramah difabel karena penyediaan fasilitas yang lumayan komplet.
Tidak hanya kursi roda dan jalur khusus kursi roda, area ini juga memiliki guiding block untuk memandu teman tunanetra.
- Malioboro
- Gembira Loka
- Keraton Yogyakarta
- Pantai Slili Gunung Kidul
- Taman Pelangi Monjali
- Taman Pintar
Taman Pintar menjadi salah satu lokasi wisata di Yogyakarta yang juga ramah difabel. Terbukti dari keberadaan ramp dan toilet ramah difabel.
Sebagai wujud dukungan, Taman Pintar juga menggratiskan tiket masuk bagi pelajar difabel.
Malang
Malang di Jawa Timur tak mau kalah. Kota ini juga jadi salah satu yang terkenal dengan fasilitas pelayanan publiknya inklusifnya.
Kota apel ini memiliki kebijakan khusus untuk memudahkan difabel dalam menggunakan layanan publik.
Malang juga memiliki beberapa destinasi wisata ramah difabel. Destinasi wisata tersebut antara lain:
- Taman Wisata Pinus Bendosari
- Batu Secret Zoo Jatim Park 2
- Batu Night Spectacular
- Museum Angkut
Museum Angkut menjadi destinasi wisata ramah difabel karena fasilitas penunjangnya yang sangat baik.
Selain didesain mudah dilalui pengguna kursi roda, Museum Angkut juga memiliki lift dan toilet khusus difabel.
Dengan adanya peningkatan fasilitas yang inklusif dan ramah difabel di berbagai destinasi wisata, diharapkan semakin banyak wisatawan dengan disabilitas yang dapat menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia.
Pemerintah dan pengelola destinasi wisata terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan aksesibel bagi semua kalangan, sehingga semua orang dapat merasakan keindahan dan pesona yang ditawarkan oleh negeri ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Daftar Gunung Terbakar Dalam 24 Jam Terakhir Hingga Senin 19 Oktober 2026: Dari Bromo sampai Latimojong
- 2Prediksi Madura United vs Persib: Balsa Sekulic Starter, Mitkov Kembali Jadi Ancaman
- 3Prediksi Skor Madura United vs Persib: Ketajaman Dimitar Mitkov Jadi Ancaman, Ini yang Diwaspadai Igor Tolic
- 4Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 5Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo 19 Oktober 2026: Piere Tendean Masih Ditutup! Ini Titik Macet dan Jalur Selamat Hari Ini
- 6Pentingnya Ketajaman Intuisi untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan
- 7Kebakaran Gunung Lawu Capai 140 Hektare, Bagana dan Relawan terus Berjibaku
- 8Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Demak, Grobogan, dan Semarang, Saldo Rekening Rp2,46 Miliar Diblokir
- 9Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Ungkap Transformasi Tata Kelola Pupuk yang Berpihak Pada Petani
- 10iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Tersedia, Telkomsel Tawarkan Bundling Halo dan SIMPATI hingga Diskon Rp1 Juta








