Jejak Sejarah di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon: Mengungkap Warisan Bersejarah dari Abad ke-16 hingga Pasca Kemerdekaan

JATENG.AKURAT.CO, Jalan Siliwangi, yang terletak di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, adalah salah satu jalur yang penuh dengan bangunan peninggalan sejarah.
Mulai dari abad ke-16 hingga pasca kemerdekaan, jalur ini memegang peranan penting dalam sejarah kota tersebut.
Fungsi Jalan Siliwangi sebagai jalur tertua di Cirebon telah mengilhami banyak pegiat sejarah, termasuk Putra Lingga Pamungkas dari komunitas Cirebon History.
Menurut Putra Lingga Pamungkas, rute Jalan Siliwangi mungkin sudah ada sejak abad ke-15.
Rute ini telah menjadi penghubung antara Keraton Cirebon dengan Astana Gunung Sembung, mencerminkan pentingnya jalur ini dalam sejarah pertukaran budaya dan komunikasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sinopsis Film Laga Asia The Myth dan Project A, Serta Jadwal Siaran TV Indosiar Kamis 18 April 2024
Jalur ini dipenuhi dengan berbagai bangunan bersejarah yang menceritakan kisah masa lalu Cirebon.
Pada masa Hindia Belanda, Jalan Siliwangi menjadi lokasi banyak bangunan seperti rumah, sekolah, hotel, dan bangunan pemerintah.
Beberapa bangunan tersebut masih berdiri tegak hingga sekarang, meskipun ada yang telah mengalami kerusakan.
Salah satu landmark yang terdapat di Jalan Siliwangi adalah tugu proklamasi, didirikan untuk memperingati pembacaan naskah proklamasi pada tanggal 15 Agustus 1945.
Tugu ini memiliki bentuk yang unik mirip pensil dengan tinggi sekitar 3 meter, dan warna dominan putih.
Tak jauh dari tugu proklamasi, terdapat bangunan SMP Negeri 1 Kota Cirebon yang dahulu merupakan sekolah Belanda.
Bangunan ini, yang dulunya dikenal sebagai Meer Uitgebreid Lager Oderwijs (MULO) dan dibangun pada tahun 1925, tetap berdiri sebagai bagian penting dari sejarah pendidikan di kota ini.
Namun, tidak semua bangunan di Jalan Siliwangi masih bertahan.
Beberapa telah hilang, seperti Hotel Green yang kini hanya menjadi tanah kosong.
Begitu juga dengan rumah-rumah kolonial yang telah berubah fungsi menjadi toko-toko.
Meskipun demikian, beberapa bangunan bersejarah tetap kokoh berdiri di Jalan Siliwangi, seperti gedung Balai Kota Cirebon.
Bangunan ini, yang berusia lebih dari seratus tahun dan memiliki gaya arsitektur art deco, masih menjadi pusat pemerintahan kota.
Dibangun antara tahun 1924 dan 1927 oleh Gammente Cirebon dengan arsiteknya JJ. Jiskoot, gedung Balai Kota Cirebon adalah salah satu penanda penting dari sejarah perkembangan pemerintahan di Kota Cirebon.
Dengan berbagai bangunan peninggalan sejarahnya, Jalan Siliwangi tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Kota Cirebon.
Melangkah di jalur ini, kita dapat menyelami lebih dalam akan kisah masa lalu yang masih hidup di antara bangunan-bangunan bersejarah yang berdiri tegak.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






