Jateng

Sejarah Penemuan dan Mitos Candi Songgoriti: Peninggalan Karya Bersejarah di Kota Batu

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 14:00 WIB
Sejarah Penemuan dan Mitos Candi Songgoriti: Peninggalan Karya Bersejarah di Kota Batu

AKURAT.CO Sejarah, Candi Songgoriti, salah satu situs bersejarah yang memikat, terletak di Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. Dibangun menggunakan batu andesit, candi ini memiliki posisi strategis dekat dengan sumber air panas.

Seiring berjalannya waktu, Candi Songgoriti menjadi bukti megahnya warisan budaya di tengah kota yang kaya akan destinasi wisata ini.

Baca Juga: Sejarah dan Misteri Makam Ragasemangsang di Purwokerto: Tempat Penuh Kesakralan

Sejarah Penemuan dan Restorasi

Candi Songgoriti pertama kali ditemukan oleh Van Ijsseldijk pada tahun 1799. Pada masa Hindia Belanda, Pemerintah setempat mengambil inisiatif untuk merestorasi candi ini.

Jonathan Rigg dan Brumund memimpin upaya restorasi pada tahun 1849 dan 1863.

Kemudian, pada tahun 1902, J. Knebel melakukan inventarisasi, yang diikuti oleh restorasi pada tahun 1921.

Bentuk candi yang kita lihat saat ini merupakan hasil dari restorasi yang dilakukan oleh Oudheidkundige Dienst Hindia Belanda pada tahun 1938-1944.

Arsitektur Candi Songgoriti

Candi Songgoriti mencakup berbagai elemen arsitektur yang mencengangkan.

Bagian yang masih ada melibatkan batur berbentuk persegi dengan ukuran 14,36 x 10 meter, kaki, badan, dan atap yang, sayangnya, telah mengalami kerusakan signifikan.

Penggunaan batu andesit memberikan kesan kokoh dan monumental pada candi ini.

Baca Juga: Keunikan dan Sejarah Makam Imogiri: Pemakaman Raja Mataram dan Misteri Terpancung Tiga

Mitos dan Legenda

Candi Songgoriti juga dikelilingi oleh mitos dan legenda menarik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut cerita yang diyakini oleh masyarakat sekitar, asal mula pembentukan candi ini terkait dengan perpindahan istana Medang Mataram pada abad ke-9 Masehi.

Pada saat itu, raja Mpu Sindok memutuskan untuk pindah ke Jawa Timur setelah istana di Jawa Tengah hancur akibat letusan Gunung Merapi dan gempa bumi.

Mpu Supo, yang diutus oleh Mpu Sindok, menemukan daerah pegunungan dengan sumber air panas dan dingin.

Untuk mengatasi masalah air panas yang sulit 'dijinakkan', Mpu Supo membangun candi yang menutupi aliran air panas.

Dengan pembangunan candi, terjadi pemisahan aliran air, dan tiga sumber air baru muncul: air panas, air dingin, dan air belerang.

Peran Penting Candi Songgoriti

Selain sebagai situs bersejarah, Candi Songgoriti juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitar.

Menurut Hadi Suyitno, juru pelihara Candi Songgoriti, lokasi ini digunakan sebagai tempat pemukiman sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Makam Gantung di Pesanggrahan Djojodigdan, Blitar: Pemilik Ilmu Pancasona

Candi Songgoriti bukan hanya sekadar struktur batu kuno; ia mencerminkan kearifan nenek moyang dalam mengatasi tantangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak.

Keseluruhan kompleks candi menciptakan suasana yang memukau dan sarat dengan nilai sejarah.

Kunjungan ke Candi Songgoriti bukan hanya perjalanan fisik melintasi waktu, tetapi juga perjalanan spiritual yang menghubungkan kita dengan jejak-jejak masa lalu yang penuh makna.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.