Gedung Lawas Bank Indonesia Solo: Jejak Sejarah yang Terwujud dalam Arsitektur Modern

AKURAT.CO Sejarah, Gedung Lawas Bank Indonesia Solo, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No.15, Pasar Kliwon, Surakarta, menyimpan sejarah panjang yang mencerminkan perjalanan ekonomi dan revolusi kemerdekaan Indonesia.
Dengan arsitektur modern yang memesona, gedung ini menjadi pusat perhatian anak muda yang sering berkumpul di sekitarnya, terutama saat senja tiba.
Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo menempati gedung lama di sisi utara sebelum berpindah ke gedung baru yang terletak di sisi selatan.
Baca Juga: Perjalanan Batik Laweyan: Melangkah dari Sejarah Menuju Kebangkitan Baru
Namun, gedung lama tersebut bukanlah sembarang bangunan; pada zaman kolonial Belanda, gedung tersebut merupakan kantor De Javasche Bank (DJB) Agentschap Soerakarta.
Gedung DJB, yang dibangun pada tahun 1910 dengan arsitektur khas Eropa, memiliki peran strategis sebagai tempat mencetak dan mengedarkan uang oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung perekonomian.
Meskipun bank sentral sudah ada di Solo sejak 1867, Gedung Agentschap Soerakarta ini menjadi unik karena berada di wilayah non-pesisir, sebuah kebijakan yang berbeda dari kebanyakan kantor cabang DJB pada masa itu.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Bunker Kuno di Kota Solo, Tempat Wisata Bersejarah yang Menarik
Pentingnya gedung ini tidak hanya sebatas pada fungsi ekonomi, namun juga sebagai saksi sejarah perjuangan bangsa.
Pada era kemerdekaan Indonesia, Gedung Bank Indonesia di Solo menjadi tempat pertemuan penting antara Perdana Menteri Sutan Sjahrir, kabinetnya, Sri Susuhunan Pakubuwono XII, dan Sri Mangkoenegoro VIII untuk membahas rencana strategis revolusi kemerdekaan.
Setelah dinasionalisasi pada 1951, gedung DJB resmi menjadi Bank Indonesia pada 1953.
Keberadaannya tidak hanya memberikan kontribusi dalam perjalanan revolusi kemerdekaan, tetapi juga memajukan perekonomian pada masa itu.
Baca Juga: Mengenang Sejarah di Tanggal 12 Januari: 21 Peristiwa Bersejarah dari Berbagai Belahan Dunia
Pentingnya Gedung Bank Indonesia di Solo diabadikan dalam buku "Sejarah dan Heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo" yang diterbitkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo pada 2014.
Buku ini mencatat transformasi DJB menjadi Bank Indonesia serta potret perekonomian pada masa tersebut.
Saat ini, kawasan Gedung Lawas Bank Indonesia Solo tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga tempat favorit anak muda.
Kawasan ini sering digunakan sebagai latar belakang untuk konten media sosial dan prewedding.
Salah satu spot favorit adalah di depan tulisan Bank Indonesia pada gedung baru, dengan latar belakang Gedung Bank Indonesia lama di sisi utara.
Dengan demikian, Gedung Lawas Bank Indonesia Solo terus menjadi bagian yang hidup dan berkembang dalam jejak sejarah dan keindahan arsitektur modernnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









