Perjalanan dan Perkembangan Masjid Darul Muttaqin: Jejak Sejarah dan Kebesaran di Purworejo

AKURAT.CO Sejarah, Purworejo, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan warisan budaya, menjadi tuan rumah bagi Masjid Darul Muttaqin, sebuah keajaiban arsitektur dan keagamaan yang terletak di depan alun-alun kota.
Masjid ini tidak hanya memancarkan keindahan seni ukir dan arsitektur klasik, tetapi juga menyimpan sejarah yang memukau.
Sejarah dan Pendiri Masjid
Menurut prasasti di atas pintu utama, Masjid Darul Muttaqin didirikan pada tanggal 2 Besar (Dzulhijjah) 1762 Jawa Tahun Alip atau 16 April 1834 M.
Bupati pertama Purworejo, Kanjeng Raden Adipati Cokronagoro, memerintahkan pembangunan masjid ini, dengan tanah wakaf dari Kiai Haji Baedhowi yang memiliki garis keturunan dari Sunan Giri.
Arsitektur yang Mengagumkan
Masjid Agung ini mengambil pola dari Masjid Agung Keraton Surakarta, mencerminkan hubungan erat antara Kanjeng Raden Adipati Cokronagoro I dan Raden Ngabehi Sodiwiryo atau Reksodiwiryo, abdi dalem Mantri Gladag Keraton Surakarta.
Arsitektur induk bangunan mengadopsi Tajuk Lawakan Lambang Teplok, sementara serambi masjid bertipe limasan trajumas.
Seni Ukir dan Detail Indah
Masuk ke dalam bangunan induk masjid, mata akan disuguhi mihrab dengan lengkungan indah yang bergambar Sangkalan Memet.
Sangkalan ini berbentuk ranting pohon srikaya dengan daun dan buahnya, membawa pesan "Pang Pinajang Srikaya Sagodhonge."
Tiang Agung atau sokoguru, terbuat dari kayu jati dari Dukuh Pendowo, memberikan kesan megah dan klasik.
Maksuroh dan Keunikan Lainnya
Di dalam bangunan induk, terdapat maksuroh, tempat shalat Jumat khusus untuk Bupati Purworejo tempo dulu dan mimbar khotbah bagi imam.
Bentuknya indah dengan ukiran bunga-bungaan dan bentuk geometris lainnya.
Prasasti dua kalimat syahadat terukir di plengkung depan, menambah keindahan masjid ini.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Masjid Mantingan: Pusaka Sejarah dan Kearifan Lokal di Jepara
Beduk Raksasa: Beduk Kiai Bagelan
Masjid Darul Muttaqin juga dikenal karena Beduk Kiai Bagelan, beduk raksasa yang dibuat dari bongkot pohon jati bang.
Beduk ini memiliki sejarah yang mencengangkan, dibuat atas perintah KRA Cokronagoro I pada tahun 1834-1840 M.
Beduk ini tidak hanya memukau dengan ukuran raksasanya, tetapi juga dengan bahan baku dari kayu jati bercabang lima yang disebut Jati Pendowo.
Pengangkatan Beduk yang Sulit
Proses pengangkatan Beduk Kiai Bagelan menjadi legenda tersendiri.
Selesai dibuat, pengangkatan beduk menjadi tantangan. Raden Tumenggung Prawironagoro, adik KRA Cokronagoro I yang memimpin pembuatan beduk, kesulitan mengangkatnya.
Akhirnya, Kiai Muhammad Irsyad, menantu KRA Cokronagoro I, yang memiliki keilmuan dan kesaktian, dipilih untuk mengangkat beduk raksasa ini.
Beduk Kiai Bagelan bahkan ditabuh oleh Bapak Presiden Soeharto pada acara Takbir Nasional di malam Idul Fitri tahun 1997.
Baca Juga: Mengungkap Keindahan Arsitektur dan Sejarah Perjalanan Klenteng Seng Hong Bio di Singaraja, Bali
Keberkahan dan Kesejahteraan
Masjid Darul Muttaqin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu berbagai peristiwa bersejarah dan simbol kebesaran.
Kehadirannya di tengah kota Purworejo menciptakan kesejukan spiritual di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Sebagai tempat ibadah yang sarat dengan sejarah dan nilai-nilai keagamaan, Masjid Darul Muttaqin terus menjadi penanda keberkahan dan kebesaran di Purworejo.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








