Sejarah Masjid Gholo atau Masjid Ki Ageng Pandanaran: Keindahan Masjid Bersejarah di Puncak Jabalakat

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Gholo, yang dikenal juga sebagai Masjid Ki Ageng Pandanaran, merupakan sebuah keajaiban bersejarah di atas perbukitan tandus di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Meskipun berdiri di atas tanah yang tandus, masjid ini menjadi saksi perkembangan Islam dan mempertahankan keasliannya sejak abad ke-16.
Baca Juga: Sejarah Masjid Tua Jerrae Allakuang: Cagar Budaya Berusia 414 Tahun di Sulawesi Selatan
Legenda Nama "Gholo"
Menurut cerita turun-temurun, awalnya masjid ini didirikan di puncak Jabalakat (Gunung Jabalakat) untuk menghindari pengusiran dan gangguan.
Namun, masyarakat sekitar kesulitan menyebutkan kata "golok" (yang dilemparkan dan menancap di tanah). Akhirnya, mereka menyebutnya dengan nama "gholo".
Mesjid ini, yang terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi tempat ibadah dan pusat aktivitas keagamaan yang penting.
Keberlanjutan dan Kekokohan Bangunan
Meskipun usianya sudah mencapai abad ke-16, kekokohan bangunan Masjid Gholo tetap terlihat jelas.
Dengan ukuran 8 x 8 meter, masjid ini telah mengalami dua kali renovasi.
Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1980 oleh Departemen Agama dan Dinas Purbakala Depdikbud.
Meskipun terletak 300 meter dari makam Ki Ageng Pandanaran, persis di tepi jalan dari Klaten ke Bayat, ketinggiannya sekitar 20 meter dari jalan.
Baca Juga: Perjalanan Masjid Tua Katangka: Pusaka Sejarah dan Kecantikan Arsitektur di Sulawesi Selatan
Jejak Sejarah dan Peninggalan
Masjid Gholo, selain dikenal sebagai tempat ibadah, juga diyakini masih dihuni oleh jin bernama Muhammad Harun menurut cerita masyarakat setempat.
Beberapa peninggalan sejarah yang masih asli, seperti beduk dan gentong untuk tempat air wudhu, menjadi bukti keaslian masjid ini.
Keberadaan jin Muhammad Harun masih menjadi kepercayaan dan cerita menarik bagi masyarakat sekitar.
Pertemuan Wali Songo dan Keajaiban Sunan Kalijaga
Konon, Masjid Gholo menjadi saksi sejarah pertemuan Wali Songo di Masjid Agung Demak.
Saat itu, Sunan Kalijaga memberikan usul untuk menyetujui Bupati Semarang sebagai pengganti Syekh Siti Jenar.
Meskipun mendapat kegaduhan, usul tersebut diterima dengan syarat pendekatan dari Sunan Kalijaga.
Ki Ageng Pandanaran, yang kemudian diangkat sebagai mubalig, menjadi figur kunci dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Masjid Jami Tua Palopo: Saksi Abad Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan
Legenda Sunan Tembayat dan Penyebaran Islam
Ki Ageng Pandanaran, yang dikenal sebagai Sunan Tembayat, menjadi figur rohani bagi kaum bangsawan.
Ia mematuhi syarat-syarat Islam dan menjadi anggota Wali Songo.
Sunan Tembayat meninggalkan jabatan dan harta benda untuk menyebarkan Islam di Desa Tembayat, yang awalnya merupakan daerah miskin.
Kehidupannya mempengaruhi banyak santri, termasuk Bengawan Wasibango yang memainkan peran penting dalam syiar Islam.
Masjid Gholo atau Masjid Ki Ageng Pandanaran tidak hanya sebuah bangunan bersejarah.
Ia adalah saksi hidup perkembangan Islam dan keajaiban sejarah di puncak Jabalakat.
Keberadaannya yang tetap kokoh dan penuh dengan legenda membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan spiritual di Jawa Tengah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 3Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 7Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 8Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 9Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 10UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin









