Jateng

Sejarah dan Perjalanan Masjid Jami Tua Palopo: Saksi Abad Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan

Theo Adi Pratama | 3 Februari 2024, 09:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Masjid Jami Tua Palopo: Saksi Abad Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Jami Tua Palopo, berusia 419 tahun, memegang peran penting sebagai saksi sejarah penyebaran Islam di Tana Luwu, Sulawesi Selatan.

Berlokasi di Jalan Andi Djemma, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga cagar budaya yang memancarkan keagungan dan kearifan sejarah.

Baca Juga: Eksplorasi Sejarah serta Keunikan Masjid Al Irsyad: Perpaduan Desain Megah dan Makna Filosofis

1. Sejarah yang Tersimpan di Dinding-dinding Masjid

Dibangun pada tahun 1604 Masehi oleh Datu Luwu ke-16, Pati Pasaung, Masjid Jami Palopo menjadi pintu masuk resmi Islam di Luwu.

Keberadaan masjid ini dianggap sebagai simbol penerimaan agama Islam di wilayah ini.

Sebagai bangunan bersejarah, masjid ini telah melalui masa-masa berubah sepanjang sejarahnya dan diakui sebagai cagar budaya.

2. Penyebaran Islam di Luwu Melalui Masjid Jami

Islam memasuki Luwu pada abad ke-16 melalui upaya tiga ulama asal Minangkabau, Sumatera Barat, yang berlabuh di Luwu.

Datok Sulaiman (Datuk Patimang), Abdul Makmur (Datuk ri Bandang), dan Abdul Jawad (Datuk ri Tiro) membawa dan menyebarkan ajaran Islam di wilayah ini.

Masjid Jami Palopo menjadi lambang kehadiran Islam di Luwu dan tempat berlangsungnya peristiwa bersejarah penyebaran agama tersebut.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Sejarah dan Keagungan Arsitektur Masjid Agung An Nur di Pekanbaru

3. Pusat Penyebaran Islam dan Ibadaht di Luwu

Datu Luwu ke-16, Pati Pasaung, memerintahkan pembangunan Masjid Jami sebagai pusat penyebaran Islam dan tempat ibadah di Luwu.

Keberadaan masjid ini menjadi penting ketika pusat Kerajaan Luwu dipindahkan dari Pattimang Malangke ke Palopo.

Sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat penyebaran Islam, masjid ini dibangun sebagai wujud komitmen Datu Luwu terhadap keislaman di Luwu.

4. Keaslian Masjid yang Tetap Terjaga

Masjid Jami Palopo tetap memancarkan keindahan dan keasliannya sejak 419 tahun silam.

Dengan bentuk bangunan dan tekstur yang sama sekali tidak berubah, masjid ini menjadi bukti hidup sejarah penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.

Keaslian masjid ini terlihat dari gapura berwarna pink yang menyambut pengunjung, dinding-dinding yang masih menyimpan gambar-gambar dan tulisan Tionghoa, hingga detail-detail ornamen asli yang tidak tergoyahkan oleh waktu.

Baca Juga: Masjid Raya Sumatera Barat: Jejak Sejarah, Kebesaran Arsitektur, hingga Perjalanan Saat Ini

5. Destinasi Wisata Religi yang Favorit di Kota Palopo

Masjid Jami Palopo tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi favorit di Kota Palopo.

Wisatawan sering mengunjungi masjid ini untuk menelusuri sejarah Islam di Luwu.

Pengurus Masjid Tua Jami Palopo, Usman Abdul Malla, menyatakan bahwa masjid ini masih terawat dengan baik dan menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menyelami sejarah Islam di Sulawesi Selatan.

Masjid Jami Tua Palopo tetap menjadi simbol keberagaman budaya dan sejarah di wilayah ini.

Dengan berbagai nilai kearifan yang terkandung di dalamnya, masjid ini terus menjadi tempat bersejarah yang memperkaya khasanah budaya Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.