Jateng

Eksplorasi Keindahan Sejarah dan Keagungan Arsitektur Masjid Agung An Nur di Pekanbaru

Theo Adi Pratama | 2 Februari 2024, 15:00 WIB
Eksplorasi Keindahan Sejarah dan Keagungan Arsitektur Masjid Agung An Nur di Pekanbaru

AKURAT.CO Sejarah, Pekanbaru, sebagai salah satu kota di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya, memiliki destinasi wisata yang menarik perhatian.

Salah satunya adalah Masjid Agung An Nur, sebuah tempat ibadah yang tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga objek wisata bersejarah dengan arsitektur yang memukau.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang keelokan dan keistimewaan Masjid Agung An Nur di Pekanbaru.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Kelenteng Boen Tek Bio: Jejak Peranakan Tionghoa dan Cagar Budaya di Tangerang

Sejarah yang Mengakar: Pembangunan Masjid Agung An Nur

Masjid Agung An Nur Pekanbaru, yang didirikan pada tahun 1962 dan selesai pada 1968, memancarkan pesona sejarah yang mengakar kuat. Ir. Roseno, seorang arsitek terkemuka, merupakan perancang utama masjid ini.

Masa pembangunannya yang melewati dua periode kepemimpinan gubernur Riau, Kaharuddin Nasution dan Arifin Achmad, mencerminkan tekad dan dedikasi dalam membangun infrastruktur kota, termasuk masjid ini.

Pada awalnya, pembangunan masjid ini sejalan dengan pembangunan Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau pada tahun 1960-an.

Renovasi signifikan dilakukan pada tahun 2000, saat Gubernur Riau Saleh Djasit memimpin, memberikan sentuhan baru pada keagungan Masjid Agung An Nur.

Perpaduan Budaya dalam Arsitektur Megah

Masjid Agung An Nur tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebuah karya seni arsitektur yang memikat hati.

Arsitekturnya memperlihatkan perpaduan harmonis empat budaya, yakni Melayu, Arab, Turki, dan India.

Desainnya yang megah, menyerupai keagungan Taj Mahal, menjadikan masjid ini sebagai destinasi wisata unggulan di Pekanbaru.

Baca Juga: Sejarah Klenteng Kim Tek Le (Jin De Yuan): Keindahan dan Kebijaksanaan yang Abadi di Tengah Jakarta

Taj Mahal ala Melayu: Sentuhan Khas dalam Desain

Walaupun terinspirasi oleh kemegahan Taj Mahal, Masjid Agung An Nur tetap memelihara keunikan khas budaya Melayu.

Pemilihan warna hijau sebagai warna utama mencerminkan keindahan alam dan kearifan lokal Melayu.

Keberandaan, suatu elemen langka pada masjid, menambah nuansa keakraban dan kebersamaan di antara jamaah sebelum atau setelah ibadah.

Wisata Religi di Bulan Suci Ramadan

Masjid Agung An Nur menjadi destinasi utama selama bulan suci Ramadan.

Pengunjung, baik dari kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal, meramaikan kegiatan keagamaan seperti pengajian dan tausiah.

Aura Ramadan yang kental membuat pengalaman wisata religi di masjid ini semakin berkesan.

Baca Juga: Sejarah Tarian Barongsai: Tradisi Penuh Makna dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Filosofi Bangunan yang Memukau

Setiap elemen bangunan Masjid Agung An Nur memiliki makna filosofis yang mendalam.

Keempat menara melambangkan empat sahabat Nabi Muhammad SAW, sementara lima kubah merepresentasikan lima rukun Islam.

Filosofi ini memberikan dimensi spiritual dan edukatif kepada pengunjung, menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran.

Akses Mudah Menuju Kekayaan Sejarah Pekanbaru

Masjid Agung An Nur terletak di Jalan Hangtuah, Kelurahan Sumahilang, Pekanbaru, dengan luas mencapai 12,6 hektar.

Lokasinya yang sentral memudahkan pengunjung untuk mencapainya, baik menggunakan taksi, taksi online, Trans Metro, atau berjalan kaki.

Aksesibilitas ini semakin diperkuat oleh keberadaan BATIQA Hotel Pekanbaru, hotel strategis dekat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Menginap di sini memungkinkan wisatawan untuk dengan cepat mengeksplorasi keindahan Masjid Agung An Nur dan destinasi wisata lainnya di sekitar Pekanbaru.

Dengan keelokan arsitektur, kekayaan sejarah, dan nuansa keagamaan yang kental, Masjid Agung An Nur menjadi destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pekanbaru.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.