Jateng

Peninggalan Bangunan Bersejarah: Candi Risan, Jejak Agama Buddha di Tepian Sejarah Yogyakarta

Theo Adi Pratama | 28 Januari 2024, 12:00 WIB
Peninggalan Bangunan Bersejarah: Candi Risan, Jejak Agama Buddha di Tepian Sejarah Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Situs Candi Risan, yang berlatarbelakang agama Buddha, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah agama dan kebudayaan di wilayah Yogyakarta.

Salah satu indikasi kuat terkait agama Buddha adalah temuan arca Avalokitesvara, sebuah artefak yang kini disimpan di Kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta DIY.

Struktur Bangunan Candi Risan

Situs Candi Risan terdiri dari dua struktur bangunan yang berderet utara-selatan, dinamakan Candi Risan A (utara) dan Candi Risan B (selatan).

Baca Juga: Mengungkap Misteri Sejarah Situs Arca Gupolo di Sekitar Candi Prambanan

Candi Risan A:

  • Kondisinya tidak utuh lagi dengan bagian pondasi dan profil candi yang aus.
  • Ruang inti Candi Risan A berbentuk persegi panjang (3,6 m x 4,6 m).
  • Selasar diperkirakan berbentuk segi duapuluh dengan ukuran (9,8 m x 8,8 m).
  • Temuan makara, dorpel, dan fragmen kala mengindikasikan orientasi Candi Risan A ke arah barat.

Candi Risan B:

  • Berada di selatan Candi Risan A dan berdiri pada permukaan tanah yang lebih rendah.
  • Denah persegi dengan ukuran (11,99 m x 11,69 m).
  • Profil kaki candi terdiri dari tiga lapis batu dengan lapisan pertama berupa susunan batu rata, di atasnya halfround, dan lapisan teratas berupa susunan batu-batu tuff.
  • Berdiri di atas bedrock, menunjukkan pemanfaatan alam sebagai landasan pondasi.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Sonopakis: Jejak Sejarah yang Terabaikan

Jejak Sejarah Candi Risan

Penduduk sekitar memberi nama Candi Risan, yang konon berasal dari kata "irisan," terkait dengan batas daerah kekuasaan Kerajaan Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Mangkunegaran.

Catatan tertua mengenai Candi Risan berasal dari dokumentasi Rogier Diederik Marius Verbeek pada tahun 1891.

Indikasi agama Buddha muncul dari temuan arca Avalokitesvara, yang diuraikan Verbeek sebagai bodhisattva.

Catatan lain oleh Hoepermans (1913), Bosch (1915a), dan Laporan Peninjauan Situs Semin, Playen, dan Karangmojo (1985) juga memberikan informasi tambahan.

Analisis Arkeologis Candi Risan

Dalam disertasi Veronuque Myriam Yvonne Degroot, tidak secara spesifik membahas Candi Risan, tetapi menyertakan deskripsi singkat dalam konteks keruangan candi di Jawa Tengah.

Baca Juga: Sejarah 27 Januari: Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Epik Perjuangan Selama Revolusi Fisik Indonesia

Pencarian Makna Melalui Artefak dan Foto Lama

Artefak berupa arca Avalokitesvara menjadi penanda kuat keberadaan agama Buddha di Candi Risan.

Sumber informasi tambahan didapat dari foto-foto lama di situs website KITLV, yang mencakup periode tahun 1941 hingga 1953.

Membaca Jejak Agama Buddha di Yogyakarta

Candi Risan menjadi pintu gerbang untuk memahami keberadaan agama Buddha di Yogyakarta pada masa lalu.

Temuan arca Avalokitesvara, analisis arkeologis, dan catatan sejarah menjadi saksi bisu perjalanan panjang agama dan kebudayaan di situs ini.

Pelestarian dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya warisan bersejarah ini dan mempertahankannya bagi generasi mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.