Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Sonopakis: Jejak Sejarah yang Terabaikan

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 11:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Sonopakis: Jejak Sejarah yang Terabaikan

AKURAT.CO Sejarah, Pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II, keberadaan Pesanggrahan Sonopakis menjadi salah satu bukti gemilang dari warisan budaya Jawa.

Dalam Serat Rerenggan Kraton, disebutkan bahwa masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II menyaksikan pembangunan beberapa pesanggrahan yang kini menjadi saksi bisu sejarah, antara lain Pesanggrahan Rejowinangun, Pesanggrahan Ngarjokusumo atau Rejakusuma, Pesanggrahan Purworejo, Pesanggrahan Pengawatrejo, Pesanggrahan Tanjungtirto, Pesanggrahan Sonosewu, Pesanggrahan Sonopakis, Pesanggrahan Ambarketawang, Pesanggrahan Toya Tumpang, Pesanggrahan Kanigoro, Pesanggrahan Krapyak, dan Pesanggrahan Madyo Ketawang.

Namun, sayangnya, jejak sejarah yang terkandung di dalam Pesanggrahan Sonopakis semakin terancam kepunahan.

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Aramba, Keajaiban Alat Musik Nusantara yang Terlupakan

Lingkungan sekitar pesanggrahan, yang dahulu mungkin sunyi, kini telah dipenuhi oleh permukiman penduduk.

Akibatnya, banyak bangunan pesanggrahan yang menghilang tanpa bekas, tenggelam dalam lautan perkembangan urban.

Beberapa bagian dari situs ini telah hilang karena pemanfaatan bangunan oleh penduduk setempat.

Banyaknya bangunan pesanggrahan yang tak lagi bisa ditemukan disebabkan oleh praktik pemanfaatan yang kurang terjaga.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Kesenian: Gendang: Alat Musik Tradisional yang Memukau dari Pelbagai Nusantara

Pagar keliling pesanggrahan dipotong atau dirobohkan untuk memudahkan lalu lintas di dusun.

Pemotongan ini bukan hanya mengancam integritas fisik bangunan, tetapi juga merusak nilai sejarah dan estetika tempat tersebut.

Tak hanya itu, sebagian bata Pesanggrahan Sonopakis juga menjadi sasaran penduduk untuk membangun rumah, pagar halaman, dan kebutuhan lainnya.

Proses ini, tanpa disadari, semakin merenggut sebagian besar sejarah yang tersimpan di dalam dinding-dinding bangunan tersebut.

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Bonang, Keunikan Alat Musik Gamelan Jawa yang Memukau

Meski demikian, Pesanggrahan Sonopakis masih mempertahankan beberapa sisa-sisa kejayaannya.

Tembok pagar keliling luar dan pagar keliling dalam menjadi saksi bisu dari keberadaan pesanggrahan ini.

Tembok-tembok ini menunjukkan kekokohan dan keindahan arsitektur Jawa yang dibangun pada zamannya.

Langkah-langkah pelestarian perlu segera diambil untuk menyelamatkan Pesanggrahan Sonopakis dari kepunahan total.

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Kolintang, Harmoni Tradisi Sulawesi Utara yang Tetap Berdentum

Upaya ini dapat melibatkan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, masyarakat setempat, dan organisasi kebudayaan.

Pencatatan, dokumentasi, dan konservasi harus menjadi prioritas agar jejak sejarah ini dapat tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

Pentingnya pelestarian Pesanggrahan Sonopakis tidak hanya berkaitan dengan warisan sejarah lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang harus dijaga bersama.

Dengan langkah-langkah yang tepat, Pesanggrahan Sonopakis dapat tetap menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Jawa, mencerminkan keagungan dan keindahan masa lampau.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.