Jateng

Gedung Lawas Bank Indonesia Solo: Jejak Sejarah yang Terwujud dalam Arsitektur Modern

Theo Adi Pratama | 13 Januari 2024, 13:00 WIB
Gedung Lawas Bank Indonesia Solo: Jejak Sejarah yang Terwujud dalam Arsitektur Modern

AKURAT.CO Sejarah, Gedung Lawas Bank Indonesia Solo, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No.15, Pasar Kliwon, Surakarta, menyimpan sejarah panjang yang mencerminkan perjalanan ekonomi dan revolusi kemerdekaan Indonesia.

Dengan arsitektur modern yang memesona, gedung ini menjadi pusat perhatian anak muda yang sering berkumpul di sekitarnya, terutama saat senja tiba.

Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo menempati gedung lama di sisi utara sebelum berpindah ke gedung baru yang terletak di sisi selatan.

Baca Juga: Perjalanan Batik Laweyan: Melangkah dari Sejarah Menuju Kebangkitan Baru

Namun, gedung lama tersebut bukanlah sembarang bangunan; pada zaman kolonial Belanda, gedung tersebut merupakan kantor De Javasche Bank (DJB) Agentschap Soerakarta.

Gedung DJB, yang dibangun pada tahun 1910 dengan arsitektur khas Eropa, memiliki peran strategis sebagai tempat mencetak dan mengedarkan uang oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung perekonomian.

Meskipun bank sentral sudah ada di Solo sejak 1867, Gedung Agentschap Soerakarta ini menjadi unik karena berada di wilayah non-pesisir, sebuah kebijakan yang berbeda dari kebanyakan kantor cabang DJB pada masa itu.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Bunker Kuno di Kota Solo, Tempat Wisata Bersejarah yang Menarik

Pentingnya gedung ini tidak hanya sebatas pada fungsi ekonomi, namun juga sebagai saksi sejarah perjuangan bangsa.

Pada era kemerdekaan Indonesia, Gedung Bank Indonesia di Solo menjadi tempat pertemuan penting antara Perdana Menteri Sutan Sjahrir, kabinetnya, Sri Susuhunan Pakubuwono XII, dan Sri Mangkoenegoro VIII untuk membahas rencana strategis revolusi kemerdekaan.

Setelah dinasionalisasi pada 1951, gedung DJB resmi menjadi Bank Indonesia pada 1953.

Keberadaannya tidak hanya memberikan kontribusi dalam perjalanan revolusi kemerdekaan, tetapi juga memajukan perekonomian pada masa itu.

Baca Juga: Mengenang Sejarah di Tanggal 12 Januari: 21 Peristiwa Bersejarah dari Berbagai Belahan Dunia

Pentingnya Gedung Bank Indonesia di Solo diabadikan dalam buku "Sejarah dan Heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo" yang diterbitkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo pada 2014.

Buku ini mencatat transformasi DJB menjadi Bank Indonesia serta potret perekonomian pada masa tersebut.

Saat ini, kawasan Gedung Lawas Bank Indonesia Solo tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga tempat favorit anak muda.

Kawasan ini sering digunakan sebagai latar belakang untuk konten media sosial dan prewedding.

Salah satu spot favorit adalah di depan tulisan Bank Indonesia pada gedung baru, dengan latar belakang Gedung Bank Indonesia lama di sisi utara.

Dengan demikian, Gedung Lawas Bank Indonesia Solo terus menjadi bagian yang hidup dan berkembang dalam jejak sejarah dan keindahan arsitektur modernnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.