Langgar Merdeka di Kampoeng Batik Laweyan: Jejak Sejarah dan Keberlanjutan Kearifan Lokal

AKURAT.CO Sejarah, Langgar Merdeka di Kampoeng Batik Laweyan tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Islam yang bersejarah tetapi juga sebuah simbol penting bagi masyarakat setempat.
Terletak di jalan Dr. Radjiman No. 565 Surakarta, Langgar Merdeka bukan hanya ikon Kampoeng Batik Laweyan, tetapi juga penunjuk arah bagi mereka yang hendak menuju destinasi tersebut.
Menurut Surat Keputusan Walikota Surakarta no. 646/116/1/1997 tentang Peraturan Daerah Cagar Budaya, Langgar Merdeka diakui sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kampoeng Batik Laweyan yang wajib untuk dilindungi, dipelihara, dan dilestarikan.
Dengan tanah wakaf seluas 179 m2 dan sertifikat tanah wakaf no. 06 tertanggal 06 September 2007, Langgar Merdeka menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan sejarah lokal.
Baca Juga: Perjalanan Gedung Djoeang Solo: Menelusuri Jejak Sejarah di Tengah Kota
Sejarah Langgar Merdeka bermula dari wakaf lisan Almarhun Bapak H. Imam Mashadi dan Almarhumah Ibu Hj. Aminah Imam Mashadi.
Pembangunan Langgar dimulai pada tahun 1942 dan selesai pada tanggal 26 Februari 1946.
Resmi diresmikan oleh Menteri Sosial pertama, Almarhum Bapak Mulyadi Joyo Martono, Langgar Merdeka berdiri sebagai simbol kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, Langgar Merdeka adalah rumah milik orang Cina yang digunakan untuk berjualan candu (ganja) dan kemudian dibeli oleh Almarhun Bapak H. Imam Mashadi.
Baca Juga: Sejarah dan Juga Perjalanan Kampung Kauman Solo: Jejak Religi dan Kebudayaan yang Abadi
Nama "Langgar Merdeka" diambil untuk memperingati kemerdekaan RI, tetapi selama Agresi Militer Belanda ke II tahun 1949, namanya diganti menjadi Langgar "Al Ikhlas" karena larangan penggunaan kata "Merdeka" oleh pemerintah pendudukan Belanda.
Setelah berakhirnya Agresi Militer Belanda ke II, nama "Langgar Merdeka" kembali digunakan pada tahun 1950.
Tak hanya menjadi saksi sejarah, Langgar Merdeka juga mengalami ujian pada masa Agresi Militer Belanda ke II, di mana dua bom dilepaskan oleh militer Belanda ke arah langgar.
Namun, berkat pertolongan Allah SWT, bom tidak mengenai langgar dan tidak meledak.
Baca Juga: Perjalanan Loji Gandrung Solo: Jejak Sejarah dan Makna Budaya yang Mendalam
Selama perjalanan sejarahnya, Langgar Merdeka mengalami perubahan dalam pengelolaannya.
Dimulai oleh Almarhum Bapak H. Muntasir dan dilanjutkan oleh Almarhum Bapak KH. Ghufron, serta Almarhum Bapak KH. Ahmad Musanni bersama keluarganya, pengelolaan Langgar Merdeka kemudian dilanjutkan oleh putra menantu Almarhum KH. Ahmad Musanni, yaitu Bapak H. M. Sholeh.
Pada tanggal 4 Desember 2006, Langgar Merdeka resmi dikelola oleh Yayasan Langgar Merdeka Kampoeng Batik Laweyan, sebuah yayasan non-profit yang dibentuk oleh masyarakat Laweyan.
Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan Langgar Merdeka serta menjadikannya pusat kegiatan syiar Agama Islam yang memberikan warna nuansa religius di Kampoeng Batik Laweyan.
Dengan semua perubahan dan tantangan yang dihadapinya, Langgar Merdeka tetap menjadi jantung spiritual dan pusat kegiatan keagamaan yang memperkaya kehidupan masyarakat Laweyan.
Kesinambungan pengelolaan dan pelestarian Langgar Merdeka adalah bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan kearifan lokal yang berakar kuat di tengah-tengah mereka.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 9CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 10Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik








