Menggali Keindahan Sejarah dan Mitos yang Menyelimuti Candi Plaosan di Klaten

AKURAT.CO Sejarah, Klaten, sebuah kabupaten yang memikat di Provinsi Jawa Tengah, tidak hanya memanjakan mata dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyuguhkan bangunan bersejarah yang memikat hati.
Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Candi Plaosan, sebuah situs yang tak hanya mempesona secara visual, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang kaya.
Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, Candi Plaosan menjadi destinasi yang tepat bagi para pecinta budaya dan sejarah.
Dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, seorang raja yang turut mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu, Candi Plaosan memancarkan pesona keindahan dan nilai-nilai sejarah yang mendalam.
Keunikan Arsitektur Candi Plaosan
Candi Plaosan terdiri dari dua candi induk dan mandapa yang digunakan untuk pelaksanaan ritual.
Mengelilingi kedua candi utama ini, terdapat 58 Candi Perwara (candi pendamping) dan 194 stupa.
Setiap elemen arsitektur ini membawa pesan sejarah yang kaya, memberikan gambaran tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat pada masa lalu.
Pada beberapa Candi Perwara, terdapat tulisan-tulisan pendek yang mengindikasikan bahwa bangunan-bangunan tersebut adalah sumbangan dari bawahan raja sebagai bentuk loyalitas dan penghormatan.
Sejarah mencatat bahwa Raja Pikatan, pada zamannya, memberikan persembahan kepada Pramuda Wardhani sebagai tanda cinta.
Baca Juga: Gunung Raung: Keindahan Alam yang Dibalut Misteri Sejarah dan Horor di Puncak Jawa Timur
Harmoni Dalam Perbedaan
Menggambarkan keharmonisan antara Hindu dan Buddha, Candi Plaosan menjadi simbol cinta beda agama.
Mitos yang berkembang menyatakan bahwa Candi Plaosan adalah bukti bahwa cinta sejati dapat menyatukan perbedaan keyakinan.
Seorang Raja Hindu, Rakai Pikatan, membangun Candi Plaosan sebagai persembahan cintanya kepada Pramuda Wardhani, seorang penganut Buddha.
Arkeologi dan Temuan Menarik
Keunikan Candi Plaosan juga terlihat dari parit berukuran 440m x 270m yang mengelilingi kompleks candi.
Parit ini menjadi saksi bisu sejarah, menyimpan ribuan fragmen gerabah dan keramik asing.
Dalam kepercayaan pada masa itu, unsur air, gunung, dan sawah dianggap suci, dan parit tersebut mungkin dimanfaatkan untuk menurunkan air tanah agar tanah di kompleks candi menjadi padat.
Pemugaran dan Perhatian Pemerintah
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kompleks Candi Plaosan melalui upaya pemugaran.
Candi Induk Utara, Stupa dan Candi Perwara, Candi Patok, Arca Dwarapala, Gapura, serta Mandapa telah mengalami pemugaran untuk menjaga keaslian dan keindahan kompleks ini.
Mitos dan Cerita Populer
Candi Plaosan juga dikelilingi mitos yang menarik, seperti kepercayaan bahwa pasangan yang berkunjung ke Candi Plaosan akan memiliki hubungan yang langgeng.
Mitos ini berlawanan dengan kepercayaan bahwa berkunjung ke Candi Prambanan justru dapat membuat hubungan tidak langgeng.
Baca Juga: Perjalanan Masjid Agung Kauman Semarang: Kekayaan Sejarah dan Keindahan Arsitektur Bangunan Ibadah
Penemuan oleh Mackenzie dan De Casparis
Sejarah Candi Plaosan menjadi terang benderang ketika utusan Gubernur Jenderal Thomas Raffles, Kolonel Colin Mackenzie, mengungkap sejumlah bangunan candi Buddha pada tahun 1813.
Johannes Gijsbertus de Casparis, seorang orientalis dan pengkaji Indologi Belanda, juga memberikan kontribusi besar dalam mengungkap sejarah Candi Plaosan.
Membuka Pintu Sejarah
Mengunjungi kompleks Candi Plaosan adalah seperti membuka pintu menuju sejarah Jawa Tengah yang begitu kaya.
Terlepas dari mitos dan cerita yang mengelilingi, Candi Plaosan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan dan menghayati kebesaran peradaban yang pernah ada.
Baca Juga: Pesona Mistis dan Sejarah Keharmonisan Candi Gedong Songo: Pemandian Belerang dan Legenda Rahwana
Lokasi dan Keadaan Saat Ini
Meskipun dekat dengan kompleks Candi Prambanan, Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Meskipun sebagian candi perwara belum direstorasi, keindahan dan keunikan Candi Plaosan tetap mempesona, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Candi Plaosan bukan hanya sebuah struktur batu kuno; itu adalah kisah cinta, harmoni antarkeyakinan, dan peninggalan berharga yang membawa kita kembali ke masa lalu yang penuh warna.
Sebuah perjalanan ke Candi Plaosan adalah pengalaman yang memperkaya pengetahuan, memancarkan keindahan, dan merajut benang sejarah yang terjalin dalam kekayaan budaya Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






