Mengungkap Keindahan Sejarah dan Perjalanan: Jejak Candi Ngempon di Kabupaten Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Kabupaten Semarang, yang kaya akan warisan budaya Hindu kuno, menjadi destinasi yang menarik bagi para penggemar arkeologi.
Situs-situs seperti Candi, Situs Bebatuan, pertirtaan kuno, Arca Ganesha, Yoni, dan lainnya tersebar dari lereng Gunung Ungaran hingga daerah Tengaran, Jambu, dan Karang Jati.
Mungkin pada masa lalu, Kabupaten Semarang adalah tempat berkembangnya peradaban maju.
Baca Juga: Perjalanan Gedung Marba: Merahnya Jejak Sejarah yang Masih Tertinggal di Kota Lama Semarang
Salah satu peninggalan arkeologi yang memukau di Kabupaten Semarang, khususnya di daerah Karangjati, adalah Candi Ngempon, yang sering dikenal sebagai Candi Muncul.
Candi ini, yang bercorak Hindu, diperkirakan dibangun pada masa dinasti Sanjaya pada abad ke-8.
Asal Nama dan Lokasi Candi
Candi Ngempon mengambil nama dari desa di mana candi ini berada, yaitu desa Ngempon.
Terdapat dua versi asal nama desa ini. Pertama, mungkin Candi ini telah ada sebelum desa Ngempon muncul, dan nama desa diambil dari keberadaan Candi tersebut pada masa lalu.
Versi kedua menyatakan bahwa "Ngempon" berasal dari bahasa Jawa kuno "impun," yang artinya "kumpul," merujuk pada berkumpulnya masyarakat untuk bersembahyang di candi ini.
Rute Menuju Candi Ngempon
Dari Pusat Kota Semarang, perjalanan ke Candi Ngempon membutuhkan sekitar 56 menit dengan mobil atau sepeda motor.
Setelah melewati pasar Karangjati dan polsek Karangjati, pengunjung diarahkan ke pemandian air panas Derekan.
Dari sana, melalui jalan setapak, pengunjung akan sampai di Candi Ngempon.
Pengalaman Menjelajahi Candi
Untuk mencapai Candi Ngempon, pengunjung harus melewati Pemandian Air Panas Derekan, namun tidak ditarik biaya kecuali jika ingin mandi di pemandian tersebut.
Setelah itu, perjalanan melibatkan melewati jembatan besi Sungai Kedung Dowo dan berjalan sekitar 400 meter melintasi sawah menuju kompleks Candi Ngempon.
Candi ini, dengan luas 2.250 m2, dikelilingi oleh pagar besi setinggi 2 meter.
Keunikan dan Detail Candi
Candi Ngempon terdiri dari sembilan bangunan, namun hanya empat yang telah direstorasi.
Meskipun tampak serupa, satu di antara mereka lebih besar.
Relief dinding Candi Ngempon menggambarkan hewan-hewan yang ada di sekitarnya, seperti burung, sapi, dan kancil.
Penemuan dan Restorasi
Candi Ngempon pertama kali ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1951.
Setelah dilaporkan kepada pemerintah setempat, dilakukan penelitian dan restorasi pada tahun 1952 oleh Dinas Purbakala.
Pada tahun 2006, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah membangun kembali sebuah candi kecil di kompleks ini.
Beberapa arca, seperti Durga, Ganesha, Kinara-Kinari, dan Nandi, juga ditemukan dan disimpan di Museum Ronggowarsito Semarang.
Keterikatan dengan Pertirtaan Kuno
Pengunjung yang mencintai wisata arkeologi dapat menikmati Candi Ngempon kapan saja.
Lokasinya yang dekat dengan pertirtaan kuno menambah daya tariknya.
Pertirtaan ini memperkuat hubungan antara Candi Ngempon dan aspek spiritual pada masa lalu.
Candi Ngempon adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta sejarah dan arkeologi.
Dengan keindahan lanskap dan nilai sejarahnya, Candi Ngempon mengajak pengunjung untuk merenung dan mengapresiasi kekayaan budaya yang terkandung dalam reruntuhan kuno ini.
Jelajahi Candi Ngempon dan temukan pesona Kabupaten Semarang yang mengajak kita untuk memahami jejak sejarah leluhur kita.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik








