Sejarah Perjalanan Mercusuar Willem III: Peninggalan Bersejarah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Mercusuar Willem III, sebuah keajaiban arsitektur yang menjadi saksi sejarah Kota Semarang, muncul sebagai peninggalan kolonial Belanda yang megah dan monumental.
Terletak di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, mercusuar ini mengangkat deretan kisah tentang kejayaan kota sebagai pusat perdagangan internasional di masa lalu.
Baca Juga: Misteri dan Keangkeran Gunung Alas Gumitir: Legenda dan Sejarah yang Selalu Memikat
Keberadaan Mercusuar Willem III
Mercusuar Willem III menjulang di Jalan Yos Sudarso, Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, menjadi penanda sejarah kuat yang mencerminkan masa kejayaan Kota Semarang.
Dibangun pada tahun 1879 dan selesai pada 1884, mercusuar ini dihadirkan untuk merayakan kemajuan kota sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan yang berkembang.
Simbol Kota Perdagangan
Menara setinggi 32 meter ini, terbuat dari besi cetak dan baja, menjadi simbol keberhasilan Kota Semarang sebagai pusat perdagangan.
Nama "Willem III" diambil dari nama Raja Belanda pada masa pembangunan.
Mercusuar ini tidak hanya menjadi pemandangan megah di pelabuhan, tetapi juga berfungsi sebagai panduan untuk kapal-kapal laut yang merapat ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Cahaya Mercusuar yang Dahulu
Dulu, cahaya lampu mercusuar Willem III dapat terlihat dari puncak Gunung Merbabu, memberikan panduan yang kuat untuk kapal-kapal yang berlayar di sekitar perairan Semarang.
Meskipun sekarang hanya memiliki daya lampu sekitar 1.000 watt dengan jarak cahaya sekitar 20 mil, mercusuar ini tetap memainkan peran penting dalam navigasi kapal laut di kawasan pelabuhan.
Peran dalam Pembangunan Pelabuhan
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dimulai sejak abad ke-16.
Untuk memastikan kelancaran akses kapal-kapal besar, Pemerintah Kolonial Belanda bekerja sama melakukan pengerukan di sekitar area pelabuhan.
Seiring dengan berkembangnya produksi gula di Jawa Tengah, Kota Semarang menjadi pusat perdagangan yang vital.
Mercusuar Willem III pun dibangun sebagai respons terhadap meningkatnya lalu lintas kapal di Pelabuhan Tanjung Emas.
Keterikatan Mercusuar dan Pelabuhan
Mercusuar Willem III dan Pelabuhan Tanjung Emas saling terkait dalam sejarah Kota Semarang.
Keduanya menjadi saksi bisu majunya kota ini dalam perdagangan dan peradaban.
Kini, mereka masih berdiri tegak, masing-masing membawa nilai historis yang tak ternilai.
Peran Saat Ini
Meskipun tenggelam sedikit karena penurunan air tanah, Mercusuar Willem III tetap berdiri kokoh sebagai saksi bisu masa lalu Kota Semarang.
Dikelola oleh Kantor Distrik Navigasi (Disnav) kelas 1 Semarang, mercusuar ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran di bidang pelayaran, menginspirasi siswa-siswi untuk menggali lebih dalam sejarah pelaut dan perdagangan.
Baca Juga: Perjalanan Gedung De Javasche Bank Surabaya: Jejak Sejarah Perbankan yang Hadir di Indonesia
Melalui keberadaannya, Mercusuar Willem III terus mengajarkan dan mengingatkan kita akan kekayaan sejarah Kota Semarang sebagai pusat perdagangan yang berpengaruh pada masa lalu.
Terlepas dari perubahan zaman, mercusuar ini tetap menjadi ikon monumental yang membangkitkan kejayaan dan kebanggaan kota yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan terkemuka di Nusantara.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah
- 10PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam







