Buku Dawis Bikin Mamah Muda Semarang Nggak Bisa Rebahan, Ada Apa?

JATENG.AKURAT.CO, Buku Dawis yang seharusnya jadi catatan ringkas warga mendadak berubah jadi momok: mamah muda di Semarang sampai kewalahan, rebahan santai pun jadi barang langka.
Siapa sangka, buku tipis berwarna-warni yang biasa nangkring di meja rapat RT bisa bikin ibu-ibu muda Semarang kehilangan waktu istirahatnya.
Bukan karena isinya berat. Justru sebaliknya: buku itu minta diisi ulang, dirapikan, dan “dioprek” manual sampai berlembar-lembar. Sementara tuntutan hidup makin kompleks.
Baca Juga: Ibu-Ibu RT Jadi “Tulang Punggung” Kelurahan, Tapi Gajinya Cuma “Makasih”
Buku Dawis—singkatan dari Dasawisma—adalah administrasi wajib di level rukun tetangga. Isinya data keluarga: jumlah anggota, pekerjaan, kondisi rumah, sampai catatan ibu hamil dan balita. Versi cetaknya bermacam-macam warna.
Ada buku hijau, cokelat, pink. Semua harus diisi tangan, bukan lewat aplikasi.
Puji, kader PKK sekaligus warga Semarang, merasakan langsung getirnya. Sebagai pengurus baru, ia diwajibkan melengkapi buku Dawis untuk beberapa tahun ke belakang.
“Sebagai pengurus baru, itu agak membebani karena harus membuat administrasinya,” katanya, dikutip dari beritajateng.tv. Bayangkan: baru masuk kepengurusan, tapi harus “mewarisi” tumpukan dosa administrasi pendahulu.
Beban itu bukan cuma soal buku. Puji juga menyoroti kewajiban membawa minyak jelantah minimal 300 mililiter setiap pertemuan.
Yang tidak bawa kena denda seribu rupiah. Frekuensi kegiatan pemilahan sampah dan perawatan taman TOGA dinilai terlalu padat.
“Kami juga butuh waktu untuk istirahat,” ujar Sumiati, warga Pedurungan, di bataviapos.
Baca Juga: Geger Isu BPJS Kesehatan Mau Diganti? Warga Semarang Jangan Panik, Cek Faktanya di Sini!
Sumiati bukan nama asing di linimasa Semarang. Ia dan ibu-ibu lain di grup WhatsApp kampung harus menyusun sendiri jadwal Posyandu, mengatur alokasi waktu, sampai memastikan acara jalan.
Tugas yang seharusnya jadi ranah kelurahan atau puskesmas, kini mengalir deras ke pundak kader Dawis.
“Lama-lama merasa kalau sebenarnya ini semua tugas pegawai kelurahan/puskesmas, tp malah dilimpahkan ke RT/Dawis. Mereka tinggal menerima data jadi saja,” tulis akun @monicamundiii di Threads.
Puncaknya, protes itu nggak berhenti di media sosial. Farrah Diba menggagas petisi daring bertajuk “Mendorong Pemkot Semarang Menyederhanakan Kegiatan PKK agar Lebih Efektif & Efisien” pada 14 Oktober 2026. Dalam hitungan hari, petisi itu tembus ribuan tanda tangan.
Hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 3.866 warga telah menandatangani. Tuntutannya jelas: pangkas administrasi manual, longgarkan jadwal, dan berhenti memperlakukan kader sukarela seperti pegawai yang digaji.
Pemerintah Kota Semarang akhirnya buka suara. Ketua TP PKK Semarang menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan PKK bukan kewajiban setiap ibu rumah tangga.
PKK harus kembali jadi wadah gotong royong, bukan beban formal yang mengikat. Wali Kota juga meminta tata kelola dievaluasi.
Tapi sampai kini, buku-buku warna-warni itu masih ada. Masih menunggu diisi.
Dan mamah-mamah muda di Semarang masih berjuang keras untuk sekadar bisa rebahan santai di akhir pekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 2Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 3Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 4GEMPA LAMPUNG HARI INI! Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Getaran Dirasakan hingga Kotaagung dan Pringsewu
- 5Gempa GunungKidul 2 Menit Lalu, Gempa 5,2 M Guncang Gunung Kidul Malam Ini, Guncangan Terasa hingga Yogya, Bantul Sleman Pacitan Kediri
- 6Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Dunia Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 7GRATIS! Live Streaming Persib vs Melbourne Victory ACL Two Malam Ini, Tayang di RCTI dan Vision+
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Raih Peringkat Kedua Porprov Jateng 2026, Muaythai Semarang Bangga dengan Perjuangan Atlet
- 10Catatan Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Usai Cedera di Porprov Jateng 2026






