Jateng

Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026: Neptu Tertinggi Ada di Kamis Pahing

Theo Adi Pratama | 19 Oktober 2026, 07:13 WIB
Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026: Neptu Tertinggi Ada di Kamis Pahing
Kalender Oktober 2026. - Kemenag

JATENG.AKURAT.CO, Buat kamu yang masih rutin ngecek weton sebelum bikin acara atau ambil keputusan penting, ini rangkuman lengkapnya untuk tujuh hari ke depan.

Data ini diolah dari kalender Jawa yang dikutip langsung dari Kompas.com dan Detik.com, dengan penanggalan Hijriah yang berbarengan di pertengahan Jumadil Awal 1448 H.

Baca Juga: Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo 19 Oktober 2026: Piere Tendean Masih Ditutup! Ini Titik Macet dan Jalur Selamat Hari Ini

Hari & Tanggal

Weton

Tanggal Jawa

Hijriah

Neptu

Senin, 19 Okt

Senin Wage

8 Jumadilawal 1960

7 Jumadil Awal 1448

8

Selasa, 20 Okt

Selasa Kliwon

9 Jumadilawal 1960

8 Jumadil Awal 1448

11

Rabu, 21 Okt

Rabu Legi

10 Jumadilawal 1960

9 Jumadil Awal 1448

13

Kamis, 22 Okt

Kamis Pahing

11 Jumadilawal 1960

10 Jumadil Awal 1448

17

Jumat, 23 Okt

Jumat Pon

12 Jumadilawal 1960

11 Jumadil Awal 1448

10

Sabtu, 24 Okt

Sabtu Wage

13 Jumadilawal 1960

12 Jumadil Awal 1448

12

Minggu, 25 Okt

Minggu Kliwon

14 Jumadilawal 1960

13 Jumadil Awal 1448

13

Catatan: beberapa sumber menulis tanggal Jawa dengan varian “Jumadilawal” vs “Jumadil Awal”, dan Hijriah dengan “Jumadil Awal” vs “Jumadilawal”.

Intinya sama—kita sedang berada di pertengahan bulan kelima tahun Jawa 1960 dan bulan kelima tahun Hijriah 1448.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 19 Oktober 2026: Semarang 36 Derajat, Solo 37, Awal Pekan Ini Panasnya Bikin Ngipas Terus

Wuku Dhukut: Dewa Sakri, Rezeki Lancar, Tapi…

Sepanjang pekan ini, kalender Jawa berada dalam naungan Wuku Dhukut. Menurut Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo, wuku ini punya karakter yang menarik untuk dibedah.

“Wuku Dhukut, lambang dewanya Bethara Sakri, berwatak tegas, berwajah rupawan, berpotensi banyak keturunan,” ujar Ki Totok, dikutip Detik.com.

Tapi ada catatan penting: dalam wuku ini, hari Senin Wage adalah hari yang baik untuk bepergian—dengan catatan akan mendapat rezeki yang banyak.

Bayi yang lahir pada hari ini dipercaya kelak rezekinya lancar, terutama dalam hal pangan. Namun, hari ini tidak baik untuk menyemai biji atau menanam.

Satu hal lagi yang perlu diingat: Kala ada di Barat Daya selama tujuh hari di wuku ini. Artinya, kalau kamu punya urusan sangat penting, sebaiknya hindari pergi ke arah barat daya.

Neptu dan Watak Weton: Siapa yang Paling “Berat” Pekan Ini?

Neptu adalah angka hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Angka ini sering dipakai untuk menghitung kecocokan, menentukan hari baik, atau sekadar memahami watak seseorang.

Neptu tertinggi pekan ini dipegang oleh Kamis Pahing (17). Kombinasi Kamis (8) dan Pahing (9) menghasilkan angka yang besar—cocok buat kamu yang ingin memulai sesuatu yang “berat” atau butuh energi ekstra.

Neptu terendah ada di Senin Wage (8). Bukan berarti buruk, kok. Neptu kecil sering dikaitkan dengan watak yang lebih luwes dan mudah bergaul. Tapi dalam primbon, neptu tetap dipakai sebagai salah satu pertimbangan, bukan patokan mutlak.

Untuk urusan hajatan, Minggu Kliwon (25 Oktober) disebut-sebut sebagai hari yang baik untuk acara besar, dengan neptu 13. Sementara Jumat Pon (23 Oktober) cocok untuk syukuran.

Yang Sedang Ramai di Jagat Budaya Jawa

Kalender Jawa bukan cuma soal angka dan neptu. Pekan ini juga bertepatan dengan sejumlah perhelatan budaya yang sayang untuk dilewatkan.

Gandrung Sewu 2026, Banyuwangi

Meski Banyuwangi ada di Jawa Timur, gaung Gandrung Sewu selalu terasa sampai ke mana-mana. Rangkaian acara dimulai 22 Oktober 2026 dengan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk, dilanjutkan Musik Jalanan serta Gandrung Terob pada 23 Oktober. Puncaknya digelar 24 Oktober di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark—ribuan penari akan tampil menyala dalam kegelapan.

Festival Bukit Jatiwayang, Semarang

Di Semarang, Festival Bukit Jatiwayang baru saja digelar pada 18 Oktober dengan tema “Ngrumat”. Kirab budaya ini melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk melestarikan dan memperkenalkan tradisi kepada generasi muda—termasuk penampilan barongan dan gunungan hasil bumi.

Haul Solo

Masjid Riyadh Pasar Kliwon, Solo, juga menjadi tuan rumah Haul Solo dalam rangkaian event Jawa Tengah Oktober 2026. Ini adalah momen spiritual yang rutin digelar oleh masyarakat Solo dan sekitarnya.

Gimana Cara “Ngoprek” Pekan Ini?

Kalau kamu tipe orang yang suka memanfaatkan kalender Jawa untuk merencanakan aktivitas, ini beberapa saran yang bisa dicoba—tanpa harus jadi ahli primbon.

1. Manfaatkan Senin Wage untuk cari rezeki. Menurut primbon, bepergian pada hari ini membawa rezeki lancar. Kalau ada urusan bisnis atau pekerjaan yang butuh mobilitas, ini waktu yang pas.

2. Tunda menanam atau menyemai. Kalau kamu hobi bercocok tanam atau punya kebun, sebaiknya jangan memulai penyemaian benih pada pekan ini. Tunggu wuku berikutnya.

3. Hindari arah barat daya untuk urusan krusial. Ini bukan larangan mutlak, tapi lebih ke hati-hati. Kalau ada meeting atau negosiasi penting, pertimbangkan arah dan lokasinya.

4. Catat tanggal 23 dan 25 untuk hajatan. Jumat Pon cocok untuk syukuran, sementara Minggu Kliwon bagus untuk acara besar. Kalau kamu sedang merencanakan acara keluarga, dua tanggal ini bisa masuk pertimbangan.

5. Jangan lupa: kalender Jawa itu alat bantu, bukan kitab suci. Pada akhirnya, keputusan tetap di tangan kamu. Weton dan neptu hanyalah salah satu cara membaca “cuaca” kehidupan—bukan penentu mutlak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.