Jateng

Prakiraan Cuaca Hari Ini 19 Oktober 2026: Semarang 36 Derajat, Solo 37, Awal Pekan Ini Panasnya Bikin Ngipas Terus

Theo Adi Pratama | 19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Prakiraan Cuaca Hari Ini 19 Oktober 2026: Semarang 36 Derajat, Solo 37, Awal Pekan Ini Panasnya Bikin Ngipas Terus
Foto Ilustrasi - Cuaca Semarang dan Solo Hari Ini

JATENG.AKURAT.CO, BMKG merilis prakiraan untuk Kota Semarang hari ini dengan kondisi dominan cerah sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 36 derajat Celsius, dengan kelembapan 26–80 persen—angka kelembapan terendah yang cukup jarang, yang artinya udara benar-benar kering dan panasnya terasa menusuk.

Angin bertiup dominan dari barat laut menuju tenggara sampai utara dengan kecepatan 5–16 km/jam. Wilayah Pantura Barat seperti Brebes, Pekalongan, Tegal, dan Pemalang juga diprakirakan cerah berawan, dengan suhu 24–36 derajat Celsius dan kelembapan 43–94 persen.

Solo Raya: Lebih Panas, Tapi Ada Sedikit Harapan di Sore Hari

Kalau Semarang “cuma” 36 derajat, Solo Raya punya potensi lebih tinggi. BMKG memprediksi suhu maksimum di kawasan Pantura dan Solo Raya mencapai 37 derajat Celsius, dengan daerah-daerah yang dimaksud mencakup Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Surakarta, dan Semarang.

Untuk Surakarta sendiri, data internasional dari World Weather Online mencatat suhu maksimum 37 derajat Celsius dengan suhu minimum 19 derajat Celsius pada Senin (19/10), dengan kelembapan sekitar 55 persen dan kecepatan angin 17 km/jam.

Angka ini sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut Solo Raya sebagai salah satu wilayah terpanas di Jawa Tengah hari ini.

Tapi ada satu hal yang sedikit melegakan: BMKG mencatat potensi hujan ringan di sembilan daerah Jawa Tengah pada sore hingga awal malam, meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Blora, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, dan Bumiayu.

Solo Raya sendiri tidak masuk daftar tersebut, tapi setidaknya ada tanda-tanda bahwa atmosfer mulai bergerak—meski belum signifikan.

Kenapa Masih Sepanas Ini di Akhir Oktober?

Ini pertanyaan yang mungkin bikin kamu geleng-geleng kepala sambil ngipas-ngipas. Jawabannya ada tiga lapis.

1. Oktober adalah bulan terpanas tahunan di Jawa Tengah. Analis Stasiun Klimatologi Jateng, Zauyik, menjelaskan bahwa secara klimatologis Oktober memang menjadi puncak suhu panas tahunan. Matahari sedang melintas di atas Pulau Jawa, sehingga radiasi yang diterima mencapai titik maksimal.

2. El Nino masih “ngamuk” dengan intensitas sangat kuat. Kombinasi El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif menekan pembentukan hujan dan membuat udara kering.Ketua Tim Manajemen dan Operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menegaskan dampaknya: “Musim kemaraunya menjadi lebih panjang, lebih mundur, dan curah hujannya juga menjadi lebih sedikit daripada normalnya”.

3. Minim tutupan awan. Langit yang relatif cerah membuat sinar matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi, sehingga paparan panas terasa semakin menyengat—terutama pada siang hari.

BMKG memprakirakan potensi hujan secara bertahap baru akan mulai tampak pada November mendatang, khususnya memasuki dasarian kedua atau di atas tanggal 20 November.Jadi, masih ada sekitar satu bulan lagi untuk bertahan dengan cuaca seperti ini.

Yang Perlu Kamu Waspadai Hari Ini

Selain panas yang bikin gerah, ada beberapa hal lain yang perlu masuk radar kamu:

Potensi karhutla. Masih musim kemarau, banyak tanaman kering, dan tidak ada hujan—BMKG mengimbau warga waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Banjir rob di Pantura. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang memperingatkan potensi banjir pasang air laut (rob) di pesisir utara dari Brebes hingga Rembang dengan ketinggian pasang maksimal mencapai 1 meter pada pukul 01.00–05.00 WIB.

Angin kencang di Jateng selatan. Warga di Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri diimbau mewaspadai potensi angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas. Angin di Jawa Tengah secara umum bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 10–35 km/jam.

Gelombang tinggi di perairan selatan. Ketinggian gelombang di perairan selatan Jawa Tengah berkisar 2,25–2,5 meter—berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran kapal nelayan dan kapal kecil.

Tips Biar Nggak “Tumbang” di Awal Pekan

BMKG sudah kasih imbauan. Ini poin-poin pentingnya biar Seninmu nggak berakhir di ruang UKS:

1. Kurangi aktivitas di luar ruangan saat siang. Radiasi matahari cukup tinggi dan bisa melemahkan kondisi fisik.

2. Minum air putih yang cukup. Jangan tunggu haus. Targetkan minimal 2–3 liter per hari, lebih banyak kalau kamu beraktivitas di luar.

3. Pakai pelindung. Topi, payung, atau tabir surya jadi wajib kalau kamu harus keluar ruangan, terutama pukul 10.00–14.00 WIB.

4. Untuk warga pesisir Pantura: waspadai rob dini hari dan pastikan barang berharga di rumah aman.

5. Untuk petani: pertimbangkan jenis tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air selama musim kemarau kering ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.